
Photo by Lilies and Yanur. Trims teman.
Tanaman ini pertama kali kukenal dengan nama senduduk, tetapi teman-teman di Balikpapan mengenalnya dengan nama karamunting. Ada pula sebutan dalam bahasa Sunda, yang sudah tak kuingat lagi.
Tanaman semak ini banyak tumbuh liar dan ditemui hampir di seluruh wilayah Indonesia. Paling tidak aku pernah melihatnya di Sumatra, Kalimantan dan Jawa.
Bunganya indah berwarna ungu dengan benang sari kuning. Daun tebal dan berbulu dan bila dipeganga terasa agak tajam.
Buahnya berbentuk lonceng terbalik, berwana keunguan. Bila telah matang buah akan pecah merekah seperti delima dan daging buahnya sepeti butiran pasir.
Semasa kecil buah ini selalu dicari. Rasanya manis dan menjadikan lidah berwarna ungu.
Baru denger senduduk…
dari jauh mirip kembang pacar bun…
“Senduduk”.Lucu juga ya..berarti namanya mirip dengan “Kedukduk” kalau dalam Bahasa Bali ya, Mbak Monda.
Ping-balik: Bermain Di Alam « Kisahku
oh iya mbak….ini di Bangka juga disebut keramunting…buahnya bisa bikin lidah menjadi biru ungu gitu…
beda dengan keradudok yang ku maksud loh..karena keradudok tidak pecah seperti keramunting/senduduk
gitu infonya…
Saya menggunakan daun senduduk ( Minang : Sikaduduak ) untuk obat maag.
Daunnya yang segar dibersihkan, lalu diekstark / blender dengan air matang dingin. Minum sebelum tidur. Setelah meminum obat ini tidak boleh berkumur-kumur dan atau memakan apapun lagi kecuali setelah bangun.
Maag kronis InsyaAllah dapat pulih setelah sebulan konsumsi.
Semoga berguna.
Liem Chan
info baru nih, terima kasih
menarik, ada buahnya juga ternyata..