Parompa Sadun.
Parompa Sadun is a traditonal fabric from a tribe called Batak Angkola from North Sumatra.
It is measured about 100×200 cm, with beads ornamentations.
Its function is to hold a baby.
This fabric is given in a ceremony by the parents of newly mother after she gave birth to the first child.
The ceremony called Mangalehen Parompa.
Parompa Sadun (biasanya diucapkan paroppa) adalah kain tenun tradisonal sub suku Batak Angkola.
Kain ini berukuran kurang lebih 100 x 200 cm, dihiasi dengan manik-manik dan rumbai di ujung kain, dan tenunan motif khas. Kadang-kadang disertai inskripsi sesuai pesanan. Di kain ini orang tuaku meminta tetap dimasukkan semboyan lama ” Horas tondi madingin, Sayur matua Bulung” yang kurang lebih artinya agar sehat jiwa dan raga.
Parompa dimaksudkan sebagai kain gendong, meskipun tidak dipakai sehari-hari, karena yang dipakai tiap hari untuk menggendong tetap kain batik panjang.
Kain adat ini diberikan oleh orangtua seorang wanita yang baru dianugrahi anak pertama, baik bayi lelaki atau perempuan, tetapi jika anak pertama adalah perempuan biasanya akan diberikan lagi jika adik lelaki pertama lahir, tapi bila anak pertama lelaki, adik perempuannya tidak diberi lagi.
Upacara pemberian kain adat ini disebut Mangalehen Parompa. Kain adat ini diselempangkan di bahu kedua orang tua bayi, seolah-olah dipakai untuk menggendong. Pada waktu upacara seperti acara adat Batak lainnya hadir pihak-pihak yang disebut Dalihan na Tolu, yaitu pihak dari keluarga suami (kahanggi), keluarga dari pihak istri (Mora) dan keluarga dari pihak saudara wanita suami (Anak Boru).
Permberian kain ini disertai nasihat dan doa dari semua yang hadir secara bergantian agar kelak anak yang baru dilahirkan akan menjadi anak yang berguna, yang merupakan perwujudan rasa syukur keluarga besar akan kehadiran anggota keluarga baru. Di sinipun diberikan juga nasi pangupaan.

Reblogged this on BunDit Share and commented:
Test
Ping-balik: Weekly Photo Challenge : Textured « Kisahku
Wah hasil budaya unik seperti ini harus tetap dipelihara klo bisa seperti batik yang go internasional, selain melestarikan juga kan dapat membangkitkan pengusaha lokal di daerah-daerah
kain ini seperti ulos, hanya lebih lebar
benangnya cukup tebal jadinya selendang ini berat,
tetapi di daerah asal sudah dibuat modifikasi mengambil motif parompa sadun, benang tenun lebih tipis dan dibuat jadi barang2 kelengkapan rumah tangga seperti taplak meja, tempat tissue dll
Trima kasih informasinya mbak, biarpun cukup lama tinggal disana tapi saya baru tahu istilah parompa sadun ini…warisan budaya kita memang sangat kaya ya!
memang belum telalu populer ya mbak, dan juga bukan suatu keharusan sih, takut juga lama2 jadi hilang
namanya unik ya… perompa sadun…
emang kaya kain Indonesia eneh, macem2 sesuai daerahnya
*semoga kelak ada nyang mbeliin wat Oyen…amin
ada deh yang kasih, ntar kalau jodohnya orang sono, amin
sempat lihat di TV proses upacara penyerahan parompa sadun
sambil ada nyanyi nya itu lho
mungkin yang dimaksud kasih ulos kalik?
memang kalau kasih ulos sambil manortor,
That’s wonderful, just keep it up…
Tenunannya bagus (kalau dilihat dari gambarnya). Soalnya saya sendiri belum pernah melihat secara langsung kain tenun Parompa sadun. Salam hangat Tante..
kain ini sejenis dengan ulos, hanya lebih lebar karena untuk menggendong
kalau ulos udah pernah liat?
ini seperti kain cukin ya bu… tapi mungkin level nya lebih tinggi ya jadi ada upacaranya…
kain cukin tuh apa ya man..? cari tau ah, belum pernah dengar soale
kain cukin itu kain batik yang biasa buat ngegendong bayi bu… kita nyebutnya cukin. hehehe.
oh gitu, thanks dapat kosakata baru nih
kain cukin ini biasanya dikadoin sama tamu2 yang lain, udah jadi seperti kewajiban nggak tertulis gitu kado buat bayi ya kain cukin, bisa dipakai untuk gendong dan bedong
kain tenun sering menjadi salah satu pelengkap dalam acara adat di nusantara ya Mbak..
parompa sadun.. istimewa sekali bisa mendapatkannya
krn berhubungan dgn kehadiran si kecil.
keluargaku soalnya sedikit banyak masih pegang tradisi sih bundo, jadinya dapat deh
Bun… Dita juga mendapat parompa sadun pas lebaran kemarin. Upacara adat nya yang seru di mata saya yang orang Jawa. Saya posting di http://alumongga.wordpress.com/2009/10/12/cerita-mudik-lebaran-2009-4-manjagit-parompa/ . Btw, soal parompa sadun, pernah baca cerpen Parompa Sadun Kiriman Ibu? Bagus banget ceritanya
selamat ya Dita dapat parompa dari opung…,
upacaranya seru ya bunda, semuanya ikut kasih nasehat dan doa buat Dita
belum pernah baca cerpennya, dimuat di mana?
lanjut ke tkp ah, mau liat parompanya dita