Hari ini, kusempatkan mampir ke sekolah untuk menjemput anak-anak.
Sambil menunggu pikiranku melayang ke saat pertama kali melepas si sulung naik angkot sepulang sekolah. Semasih sekolah dasar dia diikutkan ke jemputan sekolah, tetapi karena di smp tidak ada jemputan maka mesti naik angkutan umum. Selama ini dia tidak pernah naik angkutan umum sendiri.
Sebagai orang tua rupanya merasa khawatir juga melepas anak naik angkot sendiri untuk pertama kali. Berulang-ulang kusampaikan pesan : jangan naik angkot yang kosong, pilih angkot yang banyak penumpang perempuan, pilih angkot yang masih bagus, dan lain-lain, termasuk jumlah ongkosnya dan turunnya di mana.
Si anak sudah mengerti dan menyatakan sanggup. Kuulang lagi prosedurnya dan minta dia mengulanginya seperti hafalan….ha…ha..ha…
Saat mendekati jam pulang sekolah, kami berdua orang tuanya ternyata punya pikiran yang sama, ingin ngecek apakah si sulung mampu .
Kami lalu datang ke sekolah dan menunggu agak jauh dari gerbang, tetapi masih dapat mengamati orang-orang yang keluar masuk.
Ketika si anak muncul, dia menunggu dulu sampai beberapa angkot lewat sampai akhirnya naik. Tetapi baru beberapa meter berjalan, angkot berhenti….eh …dia turun lagi.
Ada apa ya….?
Kami masih terus menunggu sampai dia naik angkot yang lain lagi.
Kami mengikuti agak jauh di belakang…….pelan-pelan menjaga jarak agar tidak terlihat, sampai akhirnya angkot berhenti di dekat rumah.
Si sulung turun dan menyebrang jalan. Alhamdulillah…hari pertama berhasil…..
Ping-balik: Yang Pertama « Kisahku