Museum Tekstil
Lokasi Museum Tekstil
ini tidak jauh dari Pasar Tanah Abang, yaitu di jl KS Tubun Jakarta Pusat.
Untuk mencapai tempat ini banyak angkutan umum yang dapat dipilih. Dari perempatan Palmerah-Slipi banyak mikrolet yang menuju Tanah Abang. Dari stasiun kereta api tanah Abangpun bisa dicapai dengan berjalan kaki, begitu pula dengan bis Patas yang perhentian terakhirnya tak jauh dari stasiun kereta.
Untuk mencari pintu masuknya kita harus pasang mata banget karena trotoar depan museum banyak pedagang kaki lima. Tetapi begitu kita masuk ke halamannya terasa nyaman karena banyak pohon-pohon besar . Kompleks bangunan ini ada 4 gedung.
Saat ini bangunan utama museum sedang diperbaiki seperti tampak dalam gambar, diperkirakan akan selesai pada Desember 2009.
Di gedung utama ini menurut petugas museum ada lebih kurang 1000 koleksi tekstil dari berbagai daerah di Indonesia, yang dipajang sebagian saja, kemudian setelah beberapa waktu ditukar.
Oleh karena perbaikan itu sebagian koleksi museum dipamerkan di gedung
di sebelah kirinya yang lebih kecil (gambar), yaitu gedung tempat menyimpan
alat-alat tenun.
Sewaktu kami berkunjung sedang ada festival tekstil Jakarta.
Festival menampilkan tekstil dengan berbagai teknik pembuatan, ada teknik jumputan, batik, tapestry.
Banyak pula nama-nama terkenal di dunia mode dan tekstil yang karyanya dipajang di sini.
Ada karya Harry Dharsono, Baron Manangsang, Sonny Muchlison. Di sini tampak karya salah seorang peserta festival.
Sangat menarik menyaksikan keindahan tekstil yang berwarna-warni.
Berjalan ke bagian belakang museum ada sebuah gedung lagi yang berfungsi sebagai tempat belajar membatik.
Ongkos belajar Rp 35.000,- dan kita akan dipinjami canting beserta wajan kecil dan tungku, dan akan dibimbing melapis malam pada selembar kain putih seukuran sapu tangan. Gambar bisa dipilih sendiri dari sekian banyak buku pola atau menggambar sendiri. Pola dijiplak dengan pensil. etelah selesai seluruh gambar dilapis lilin, maka kain akan diwarnai dengan cara dicelup.
Setelah itu kain yang masih berlapis lilin direbus dengan air panas untuk menghilangkan lapisan lilin. Kain dijemur dan djadilah selembar saputangan batik.


Ping-balik: Belajar Membuat Batik Indonesia « Kisahku