Pengumpan RSS

Go Green a la ibu rumah tangga 1

Posted on

Ibu rumah tangga (atau bapak boleh juga, berbelanja bukan monopoli ibu bukan?) pasti sering berbelanja untuk kebutuhan rumah tangganya, ada ibu yang senang berbelanja ke pasar tradisional dan ada pula ibu yang lebih menyukai suasana pasar modern atau supermarket. Sebelum berbelanja di awal bulan biasanya para ibu sudah menyiapkan daftar barang yang akan dibeli dan diniatkan untuk persiapan kebutuhan sebulan. Apa saja yang biasanya tercatat di sana? Setiap rumah tangga pastilah berbeda-beda kebutuhannya, tetapi inilah barang-barang yang selalu ada dalam daftarku:

  • sembako atau sembilan bahan pokok seperti beras, gula, dll
  • keperluan mandi dan kebersihan pribadi
  • keperluan cuci dan kebersihan rumah
  • susu, teh, kopi
  • makanan kecil dan bumbu dapur seperti kecap, saus dll

Barang-barang konsumsi ini di pasaran tersedia dalam berbagai kemasan. Misalnya minyak goreng tersedia dalam kemasan botol plastik atau refill pouch / isi ulang, susu dalam kemasan kotak besar atau kecil, ada pula kemasan berbentuk sachet.

Mengapa dan bagaimana kita sebagai ibu rumah tangga sekaligus konsumen bisa berperan serta dalam usaha penyelamatan lingkungan ?

Peranan kita yaitu dari cara memilih kemasan dan mengurangi sampah. Kemasan ada yang dapat didaur ulang sehingga para pemulung mau mengutipnya dari tempat sampah, tetapi kemasan sachet atau refill pouch umumnya tidak diambil. Jadi jika barang yang akan dibeli tersedia dalam berbagai kemasan pilihlah kemasan yang lebih besar seperti kemasan botol, kaleng atau kardus. Sampah yang dihasilkan lebih sedikit dan dapat didaur ulang. Dinilai dari harganya satu kemasan 500 gram biasanya lebih murah dari 2 kemasan kecil seberat 250 gram, berarti lebih hemat bukan?

Bagaimana jika yang tersedia hanya kemasan sachet? Kalau benda ini sangat dibutuhkan boleh saja tetap dibeli, tetapi simpan sachetnya, kumpulkan dan bila sudah banyak bisa dibuat menjadi benda yang lebih berguna, misalnya tas.

Nah, sudah selesai acara belanjanya, saatnya menuju kasir untuk pembayaran. Strook belanja tidak usah dicetak untuk penghematan kertas. Untuk memastikan uang yang kita bayarkan sesuai dengan barang yang dibeli kita bisa ikut dalam proses penghitungan. Di kasir masih ada lagi peran kita dalam penyelamatan lingkungan, keluarkan keranjang atau tas atau kantong plastik yang kita siapkan dari rumah, tidak usah meminta kantong plastik baru. Kalau terlupa membawa keranjang lebih baik meminta kardus bekas sebagai wadah barang belanjaan kita.

Masih banyak yang bisa kita lakukan di rumah tangga  yang dapat membantu  menjaga lingkungan hidup.  Berikut inventarisasi hal-hal kecil lainnya yang bisa dilakukan di rumah tangga untuk menerapkan sikap hijau

  • pisahkan sampah organik dan  anorganik
  • sampah organik dibuang ke lubang biopori atau diolah sendiri menjadi kompos
  • memasak makanan secukupnya sehingga tidak banyak sampah terbuang
  • habiskan makanan yang sudah diletakkan di piring kita
  • tidak memakai insektisida untuk pembasmi nyamuk, pakai raket elektrik yang bisa dicas
  • kurangi pemakaian batu baterai, bila akan membuang baterai bungkus dengan plastik dan dibuang ke tempat khusus
  • kurangi pemakaian plastik dan styrofoam
  • kurangi konsumsi mi instan, pembungkusnyapun sulit didaur ulang
  • beli bahan-bahan kebutuhan rumah tangga  dalam kemasan yang bisa didaur ulang
  • bawa wadah sendiri bila akan membeli makanan matang
  • hemat air tanah, hindari pemakaian sumur bor
  • gunakan air sisa pencucian beras    atau sayuran untuk menyiram tanaman
  • sisakan lahan di halaman tidak tersemen agar bisa menyerap air hujan
  • tampung air  hujan dan    pergunakan untuk menyiram tanaman
  • sisa buku sekolah yang belum tertulis bisa disatukan lagi menjadi buku baru, bisa menghemat dan mengurangi penebangan pohon bukan?
  • kurangi pemakaian tissue kertas, pampers dan pembalut, karena selain sulit terurai berdampak juga untuk pengurangan pohon yang ditebang
  • kurangi pembelian koran, majalah, cari informasi di media elektronik atau internet
  • perbanyak pohon pelindung dan tanaman lainnya di rumah

»

  1. hmm … pembalut gimana ngiritnya kak? :(

    kayaknya aku paling boros deh sama yg satu ini :( (

    kedua struk belanja, bukannya udah otomatis emang diprint sm mereka ya kak, atau kita dari awal bilang, ga usah pake struk gitu?

    waduh, kayaknya aku juga harus memikirkan sistem yang lebih sistematis di warnet ini, karena pakai struk juga.

    Balas
  2. Ping-balik: Membuang Baterai Bekas « Kisahku

  3. ide2nya banyak sekali! :) semoga banyak yg bisa menerapkannya juga :)

    Balas
  4. Selamat pagi Bunda Monda…..

    Jika semua Ibu rumahtangga mau peduli dan mengerti tidka ada kekhawatiran lagi akan bumi yang semakin memanas ini….

    Bumi yang kita tempati ini kan udah uring2an mulu…

    Balas
  5. #
    # kurangi pembelian koran, majalah, cari informasi di media elektronik atau internet

    Kira2 industri media cetak bakal ngirim somasi ga niy hehehe tanpa saya sadari saya sudah lamaaaa tidak pernah beli koran, tabloid juga majalah.
    Jadi semua sumber informasi lebih banyak di dapat dari internet.

    Semoga semakin banyak manusia yang menyadari betapa pentingnya mennjaga kelestarian bumi ini :)

    Balas
  6. hmm…
    kalo seluruh ibu rumah tangga di Indonesia melakukan tips yang di atas, pastinya bumi ini kan tersenyum lebar.. :lol:

    keren bunda..

    Balas
  7. wah ntar kalau saya sudah menikah, ntar saya terapkan di rumah tangga saya bunda, terima kasih ya bunda.. tapi kalau dari mall masak bawa2 plastik bunda hehe

    Balas
  8. Postingan yang bagus mbak Monda, kaum ibu bisa berperan serta karena bukankah anak-anak selalu mengikuti kebiasaan orangtua?

    Balas
  9. sampai saat ini kalau belanja masih minta plastik untuk tempat sampah….hehehehe

    Balas
  10. “bila akan membuang batere bungkus dengan plastik” boleh tau alasannya?
    Terima kasih

    Balas
  11. bener-bener go green, kalo semua ibu2 seperti itu pasti makin lestari alam ini

    Balas
  12. Nongol lagi nih daku
    Salam persohiblogan :)

    Salut buat bunda
    Jadi kangen ibuku nih yang suka menghias taman di halaman

    Balas
  13. kantong plastik sekarang menjadi alternatif yang paling disukai, lebih praktis, tapi sebenernya ada efek sampingnya juga, yang orang-orang menghiraukannya,
    Bali Villas Bali Villa

    Balas
  14. waktu buka belanjaan suka ngenes ama banyaknya kantung plastik yang kebuang sia-sia… makanya saya juga misahin sampah organik ama non organik.
    tipsnya bagus banget buat kita ikuti hitung-hitung ikut peduli lingkungan mbak Monda… makasih
    sukses untuk kontesnya ya :)

    Balas
  15. memeisahkan sampah organik dan anorganik memang penting. apalagi di kos-kosan. soalnya anak kos lebih sering cuek dan ngawur dalam membuang sampah. artikelnya menarik sekali :D

    Balas
  16. Beberapa mungkin memang terlalu ekstrim bagi saya, tapi mungkin bisa dibiasakan nanti,, nide post..:D

    Balas
  17. Saya mulai membiasakan untuk membawa eco bag kemana-mana. Jadi ketika belanja di supermarket atau pun toko biasa tidak lagi menggunakan plastik.
    Saya juga pernah post tentang plastik di http://sigulajawa.wordpress.com/2010/10/18/less-plastic-bag-more-eco-bag/

    Balas
  18. benar sekali Mbak..
    dengan cara yg sangat sederhana kita bisa membantu menyelamatkan bumi dan menghemat energi
    menutup kran ketika menggosok gigi
    menampung air ketika mencuci piring dan memakainya untuk membilas bak cuci

    ada banyak upaya yg bisa kita lakukan :)

    Balas
  19. nambahi yah?satu lagi: cabut fitting dari stop kontaky seusai memakai alat elektronik_agar hemat energy….

    Balas
  20. assalamu alaikum

    kunjungan perdana, salam kenal buat yang empunya blog dari manusia sulsel (palopo)

    Balas
  21. wah keren monda
    aku suka banget tulisanmu
    tapi untuk yg cetak strook itu belum setuju karena biasanya aku belanja ga mau dikasi plastik. misal ke gramedia trus semua buku aku masukin tas, nah pas aku masuk ke carrefour otomotis buku2 itu kan harus punya strook bukti aku belanja sblmnya karena di dalam c4 ada gramedia juga tho?
    hehehe

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s