Buku berjudul asli “On the Hills of God,” karya Ibrahim Fawal, kelahiran Ramalah yang sekarang berkarya di Amerika . Edisi terjemahan Indonesia berjudul “My Salwa My Palestine,” dengan menyertakan terjemahan judul asli “Di atas Bukit Tuhan,” tapi dengan huruf lebih kecil, diterbitkan Mizan 2007. Pilihan judul dengan kata Palestina mungkin dimaksudkan menjadi daya magnet bagi pembaca di Indonesia. Novel ini tidak mengupas semangat Jihad kelompok Muslim melawan kelompok Yahudi di Palestina tetapi menggambarkan kisah cinta Yousif Safi seorang Arab beragama Kristen, anak seorang dokter kaya di Palestina. Dia mencintai Salwa, yang juga seorang Kristen. Ketika Palestina dicabik-cabik oleh perang, maka Yousif menghadapi pergolakan batin dan fisik, mempertahankan bumi kelahirannya dan sekaligus Salwa yang sebentar lagi akan bertunangan dengan orang lain.
Awalnya sebelum 1948 keturunan Arab Kristen, Islam dan Yahudi asli Palestina hidup akrab bertetangga. Di buku ini diceritakan sejarah masuknya imigran Yahudi dari Eropa 50an tahun lalu. Rumah dan harta benda direbut begitu saja, pemilik tak diperkenankan membawa apapun sewaktu mereka mengungsi. Jadi jika ingin sedikit mengetahui sejarah terbentuknya Zionis dan mengapa imigran Yahudi bisa masuk begitu saja ke Palestina tetapi tak mau membaca buku sejarah, novel ini layak dicari. Novel ini memotret perang di Palestina dari kaca mata kelompok Kristen melawan etnis Yahudi. Diceritakan pula persahabatan lintas agama: Yousif yang Kristen, Amin yang Islam dan Isaac yang Yahudi. Ketiganya sahabat karib yang tak terpisahkan, tapi perang telah merenggut persahabatan mereka.

gila novel sebagus ini SUMPAH baru pertamakali alam hidup aku nemuin novel yang seindah dan sebagus ini
makasih banyak reviewnya…buku ini memang sangt bagus.
http://kafebuku.com/my-salwa-my-palestine-kisah-tentang-kesetiaan-pada-tuhan-tanah-air-dan-manusia/
Nah…buku bagus lagi nih… Trims resensinya, mbak Monda..
sama-sama mbak, semoga bermanfaat
Tante Monda boleh tahu harganya berapa tuh buku?
nggak tahu uncle, maaf ya soalnya minjam dari adik, he..he…, tapi masih dibawah cepek kok
Hhhhhh …
saya tertarik bagian terakhir …
perang telah merenggut persahabatan mereka.
semoga perang cepat berakhir …
semoga nafsu (sementara) manusia itu cepat bisa diredam … dan disadarkan …
salam saya Kak
ya, salah satu dari mereka (yg yahudi) menarik diri krn merasa bersalah sukunya merusak kedamaian hidup mereka, walaupun kedua sahabatnya tetap berusaha menjalin persahabatan
Bagus banget monda review resensi bukunya
Mengenai bangsa yahudi ya kaya gitulah
Mulai dari zaman nabi Musa, sampai dikejar2 hitler
Mereka tetap ngga berubah sifat karakternya
Yaitu bangsa yg fasik, munafik dan sombong (angkuh)
Mau nanya mon…buku nya di gramed masih ada ngga stock nya
° τнänk чöü ° ya ..
trims ya pit udah mampir sini,
sptnya masih banyak deh buku itu
coba cek di websitenya gramed atau mizan, pesan online aja pit
reviewnya singkat, padat, bikin penasaran mbak monda
trims anna, masih terus belajar buat resensi
belum tau syarat2 resensi yg bagus..anna bisa bantu?
waaaw cerita singkatnya menggoda,,pasti alur ceritanya bagus..kira kira di gramedia ada gak yah? harganya berapa??
harganya udah nggak inat ran,
coba cek di webnya gramed atau mizan
selamat pagi
memang sekarang yg berbau2 Palestina kayaknya menjadi daya jual tersendiri.
terima kasih dan mohon maaf
ya betul alis
menarik juga nih review bukunya
trims hellga
wah…
seru tuh bukunya mbaaaa…
thanks review nya ya mbaaaaa:)
sama2 mbak,
Kunjungan balik nih mbak…..
iya. kayaknya bukunya lumayan bagus deh, ntar mau cari ah…..
selamat berburu ya rika
Zionis adalah para laum yahudi eropa yang diusir oleh nazi jerman… akhirnya diberi inggris tanah yang sekarang menjadi israel,,, namun dalam perkembangannya mereka memperluas daerah kekuasannya hingga merebut sisa tanah Palestine…
Sejarah ini jg dibahas, dan bgmn reaksi neg tetangga akan kedtngan tamu tsb
mencoba memandang dari sudut lain ttg palestina, menarik sekali ya Mbak Monda.
Walaupun tetap saja yg namanya perang selalu menyakitkan banyak orang
salam
buku bagus lagi, tapi masih harus menunggu pulang nih baru bisa nyari
Bukunya pasti menarik..dan sudah saya catat.
Btw saya sering dapat buku menarik dari blog nya mbak Monda ini….sebagai referensi kalau ke toko buku
Trimr bu, ini msh dlm tahap belajar buat resensi
review nya bagus bu,,
tapi kok masih selalu sedih dg kisah yang berhubungan dengan palestina,,
trus kalo tentang kisah cinta, lagi ndak tertarik baca ,, apa melulu cinta aja, ato ada filsufnya bu?? ^_^
Kisah cinta cuma sedikit, ada jg ttg budaya dan rasa putus asa dan harapan keluarga yg tadinya kaya raya jadi mìskin sbg pengungsi.
Selalu miris dan menyakitkan jika mendengar yang namanya perang. Semoga tidak ada lagi pertumpahan darah di dunia ini ya. Salam kenal Bu. Suami saya dari SumUt juga nih, tepatnya dari Padangsidempuan
Buku yang menarik ya, Mbak Monda.
Perang Palestina – Israel ini memang perang yang ruwet dan melelahkan, entah kapan bisa berakhir … Dukungan Amerika terhadap Israel dan berbagaikepentingan di negara Arab membuat penyelesaian masalah Israel – Palestina tidak kunjung menemukan titik akhir.
Melihat sisi lain dari perang ini, sebagaimana diceritakan dalam buku ini, pasti akan memperkaya pemahaman kita …
Bagus sekali ya bu bukunya..
melihat dari sisi lain peristiwa palentine..
kapan ya akn berakhir.. hikss hikss
Menarik mbak.. memotret perang di Palestina dari kaca mata kelompok Kristen melawan etnis Yahudi. Coba memandang dari sudut lain.. tapi pastinya tetap saja perang itu menyakitkan bagi siapapun yang cinta damai.
Selamat sore sahabatku
Saya datang lagi untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat. Teriring doa semoga kesehatan,kesejahteraan,kesuksesan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan kepada anda .Semoga pula hari ini lebih baik dari kemarin.Amin
Saya juga menyampaikan kabar gembira bahwa sahabat mendapatkan tali asih dari manajamen BlogCamp Group.
Silahkan cek http://tembangsetaman.blogspot.com/2010/06/buku-dari-gethuk.html
Terima kasih.
Salam hangat dari Surabaya
“Rumah dan harta benda direbut begitu saja, pemilik tak diperkenankan membawa apapun sewaktu mereka mengungsi.”
Jahat sekali yah orang2 Yahudi itu … gak punya peri-kemanusiaan !
Must read nih bukunya keknya…. thanks reviewnya.
aetuju ama Pandu… di sana tambah ruwet.
Mungkin buku ini bisa mencerahkan pemikiran bahwa sebenarnya yang terjadi bukanlah murni konflik agama, tapi ribut masalah tanah yang dirampas dengan semena-mena^^
Kaya’ nya OK ya Mbak…? Nyoba nyari ah, moga di gram** ada.
Masih ada sptnya.
ah, perang dimana-mana dan kapanpun itu selalu menghancurkan
kok aku nggak ngeliat ada titik terang di sana ya,
semakin hari makin kacau
pertamaaaxx… tumben neh mbak… ^^
ya, bener baru pertama,
aku jg baru ini posting pagi, soalnya seharian kemarin inet ngadat