Padrao Sunda Kelapa

Posted on Agustus 7, 2010

15


Padrao Sunda Kelapa adalah sebuah prasasti berbentuk tugu batu. Padrao berasal dari bahasa Portugis yang artinya batu. Padrao didirikan di atas tanah yang ditunjuk sebagai tempat untuk membangun benteng dan gudang bagi orang Portugis.

Prasasti ini merupakan perjanjian antara kerajaan Sunda dan kerajaan Portugal yang dibuat oleh utusan dagang Portugal pimpinan Enrique Leme dan membawa barang-barang untuk  Raja Samian (Sanghyang Surawisesa). Foto Padrao berasal dari sini.

Prasasti ini ditemukan  di sudut Jalan Kali Besar Timur dan Jalan Cengkeh, Jakarta Barat.  Lokasi penemuan itu dekat gerobak sampah pada foto di bawah ini.   Lokasi ini dahulu kala adalah garis pantai. Prasasti ditemukan tahun 1918 ketika dilakukan penggalian untuk membuat fondasi gudang. Padrao asli kini disimpan di Museum Nasional dan sebuah replikanya ada di Museum Sejarah Jakarta.

Foto atas adalah penjelasan dari para narasumber dalam acara PTD bersama Sahabat Museum 1 Agustus 2010.

Padrao ini tingginya  165 cm. Terdapat gambar bola dunia di bagian atas dengan garis katulistiwa dam 5 garis lintang sejajar. Lambang ini digunakan pada pemerintahan Raja Manuel I dan Joao II dari Portugal. 

Pada baris pertama tulisan prasasti tersebut terdapat lambang salib, dan di bawahnya terdapat tulisan DSPOR yang merupakan singkatan dari Do Senhario de Portugal (penguasa Portugal). Pada kedua baris berikutnya terdapat tulisan  Esfera do Mundo (bola dunia) atau Espera do Mundo (harapan dunia).

Bangsa Portugis biasa mendirikan padrao saat mereka menemukan tanah baru.  Portugis tidak dapat memenuhi janjinya untuk membangun benteng karena ada masalah di Goa, India.

Perjanjian inilah yang memicu serangan tentara Kesultanan Demak  ke Sunda Kelapa pada tahun 1527 dan berhasil mengusir orang Portugis dari Sunda Kelapa pada tanggal  22 Juni 1527, yang kelak di kemudian hari diperingati sebagai hari berdirinya Jakarta.

About these ads
Posted in: museum, sejarah, wisata