Pengumpan RSS

Tahun berapakah Jembatan Kota Intan dibangun?

Posted on

Artikel beberapa hari lalu mengenai Jembatan Kota Intan, rupanya masih dipantau oleh bapak Andy Alexander, ( terima kasih pak), narasumber di kelompok Sahabat Museum. Beliau menyatakan pembangunan Jembatan Kota Intan mungkin bukan pada tahun 1628 seperti yang kutulis. Berikut e-mail beliau :


Menarik sekali tulisannya mengenai Jembatan Kota Intan ……
Kalau boleh saya koreksi sedikit, jembatan itu nampaknya belum dibangun tahun 1628, karena pada lukisan tahun 1644 jembatan tsb. belum ada.  Saat itu masih menggunakan Feri untuk bolak-balik menyeberangi sungai (kali besar) seperti terlihat di lukisan dibawah ini
:

Dan berikut komentar beliau tentang foto di atas:

Bagaimana kira-kira gambaran “kota Jakarta” 366 tahun (tiga setengah abad) yang lalu ??

Lukisan diatas dibuat tahun 1644 oleh A. Beeckman, seorang kelasi kapal VOC. Saat itu, posisi sang pelukis berada di Jl. Kali Besar Barat sekarang, kira-kira didepan hotel BATAVIA menghadap utara. Kota Batavia masih merupakan kota yang dikelilingi oleh benteng, dimana hanya bangsa Eropah dan budak beliannya serta sebagian kecil keturunan Cina yang bisa menempati perumahan didalam tembok benteng (kelak setelah tahun 1740, seluruh orang Cina ditempatkan didaerah Glodok sekarang). Sedangkan pribumi hanya boleh menempati pemukiman diluar kota benteng. Demi pertimbangan keamanan, pribumi harus meninggalkan seluruh senjata (tajam) sebelum memasuki kota pada siang hari untuk keperluan berdagang, dan setelah malam menjelang, mereka dilarang berada didalam kota.
Terlihat (1) seorang kelasi kapal VOC dengan “istri” pribuminya yang dipayungi oleh seorang budak belian. Ditepi kali, tampak adanya aktivitas jual beli ikan (2) diatas meja (kelak disini menjadi pasar ikan yang cukup besar, sebelum dipindahkan ke lokasi pasar ikan yang sekarang diakhir abad 18). Disebelahnya, terlihat aktivitas penyeberangan kapal feri (3) bolak-balik diantara kedua ke sisi kali (kelak disini dibangun jembatan ungkit yang dikenal sebagai “Ophaal Brug” yang masih utuh hingga kini di kali besar).
Kali besar (4) yang semula berliku-liku, sudah diluruskan oleh VOC pada saat lukisan ini dibuat. Di kejauhan diantara pohan kelapa, terlihat (5) galangan kapal Cina (Chinese Timmerwerf / Ankerwerf) yakni tempat pembuatan maupun perbaikan kapal-kapal VOC. Sebelah kanan, tampak kedua bastion kastil Batavia, yakni Diamant (6) dan Robijn (7). Tampak Gubernur Jendral Antonio van Diemen beserta rombongannya (8) sedang berkuda kearah selatan keluar kota untuk berburu babi, harimau dan binatang lainnya di “hutan selatan” yang sekarang dikenal sebagai Lapangan Banteng. Posisi rombongan berkuda tersebut merupakan cikal bakal Jl. Cengkeh sekarang ……… (dari berbagai sumber bacaan)Komentar :
saat itu masih memungkinkan seseorang untuk memandang jauh dari Jl. Kali Besar Barat kearah Jl. Cengkeh karena belum adanya bangunan-bangunan yang berdiri di antaranya.
Tahun pembuatan 1628 itu kukutip dari situs Pariwisata Jakarta Barat“  Jembatan tua peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1628 itu menghubungkan sisi timur dan barat Kota Intan di Jalan Kali Besar Barat, Jakarta Utara. Namun, jembatan yang hampir semuanya terbuat dari kayu tersebut sekarang tidak berfungsi lagi.”

Kucoba telusuri lebih lanjut, ternyata terjadi perbedaan, di situs resmi Provinsi DKI Jakarta jembatan dibuat tahun 1630. Isi artikel itu kukutip di sini : ” Dibangun pada tahun 1630, jembatan ini merupakan jembatan gantung tertua di Jakarta., dst.”

Jadi tahun berapakah Jembatan Kota Intan dibangun?

»

  1. tahun berapa ya tante?
    kota jakarta jaman dulu dg nama batavia ya tante…suasana yg begitu jadul sekali dg baju2 terusan lebar…bagus saya suka tante..

    Balas
  2. Aku gak tahu bu, karena tidak tahu bentuk dan rupa dari jembatan itu :lol:

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    Balas
  3. Ping-balik: Museum Bahari « Kisahku

  4. Kirain sudah pindah, ternyata masih di jembatan tho mbak.
    salam hangat dari Surabaya

    memang lagi jagain jembatan pak de, he..he,,,

    Balas
  5. wah..taun berapa ya mbak??? hmm..*ikut mikir*

    hi…hi….fit, jangan ikutan pusing…

    Balas
  6. Waah…, jadi pengen ke Kota Intan, hehe… tulisannya bagus banget. Salam kenal dan selamat berkarya.

    salam kembali, terima kasih

    Balas
  7. Terima kasih infonya kak …

    Yang jelas …
    saya tau nama jembatan kota intan ini pertama kali justru dari Dunia Fantasi Ancol …

    salam saya Kak

    iya ada tiruannya di DuFan ya,

    Balas
  8. Salam Monda…
    Selamat Dirgahayu Republik Indonesia ke 65 tahun.
    semoga Indonesia terus maju untuk rakyatnya.

    Silakan ke laman saya untuk posting khas buat kemerdekaan Indonseia.

    http://webctfatimah.wordpress.com/2010/08/17/17-ogos-2010-dirgahayu-ri-ke-65

    Saya berbangga menjadi sahabat anda di Indonesia.
    salam manis dan mesra selalu.

    ok, bun, siap meluncur ke Sarikei

    Balas
  9. Bingung juga ya, Mbak :D
    Sama halnya dengan ultah Kota Samarinda, juga ada beberapa pendapat tentang bendirinya kota Samarinda :)

    nah lho, Samarinda bingung juga,
    nggak ada saksi mata pas Samarinda brojol ya Kin? he…he…

    Balas
  10. Taun berapa ya?? Saya juga enggak tau tuh Mbak…Tapi asyik juga ya membayangkan Jakarta tempo doeloe, sama asyiknya ketika saya berkesempatan keliling Surabaya mengunjungi gedung-gedung tua jaman Belanda..langsung membayangkan suasana saat itu^^
    Salam kenal dari Surabaya….

    Balas
  11. Assalaamu’alaikum mbak Monda

    Saya kembali menyatu diri di dunia maya dalam keberkatan Ramadhan yang mulia ini setelah menghilang diri di maya atas musibah yang menimpa.

    Semoga kehadiran Ramadhan ini akan menyambung kembali silaturahmi kita.

    Blog dulu sudah terhapus dan kini saya kembali dengan blog baru yang berwajah serupa:

    http://webctfatimah.wordpress.com/

    Salam Ramadhan yang mulia dan salam mesra dari saya di Sarawak, Malaysia.

    Balas
  12. inilah manfaatnya punya blog dn aktif menulis ya..
    jadi saling koreksi kalo ada kesalahan informasi dalam tulisan kita.

    tak apa mbak..
    bisa nulis soal sebuah situs seperti yang mbak tulis.. itu buat saya sudah luaar biasa. harus telaten nyari sumbernya.

    di situlah asyiknya sejarah mbak Anna,
    cari-cari sumber dan bukti sampai ketemu, udah kayak detektif aja he..he…

    Balas
  13. Ntar ah ane buka2 buku sejarah dulu gan, :smile:

    Balas
  14. ternyata informasi ttg sejarah jakarta tdk begitu komplit ya Mbak.
    masih simpang siur keterangannya , mungkin krn catatan nya tercecer ( sok tau nih si bunda*) heheh :)
    salam

    hari ultah jakarta juga banyak versinya bunda

    Balas
  15. maaf lama gak mmpir sejak blog aku disuspend
    ini kembali datang sekalian mengundang untuk menjalin silaturahim lagi
    dirumah baruku
    mampir2 yaw
    ditunggu :D

    Balas
  16. hiks hiks
    separah itukah
    masak ga ada yang tau
    ttg sejarah negri sendiri :D

    Balas
  17. lukisan yang indah dan menyimpan sejarah…
    jadi tahun berapa sebenarnya mba? :-)

    Balas
  18. Kita memang masih kacau informasi apalagi jika merupakan sejarah lama. Karena bepergian terus menerus selama dua minggu, setiap tiba di kota kunjungan saya mencoba mencocokkan nama jalan dengan nama yang ada di peta..ternyata sudah banyak yang berubah.

    Balas
  19. wah kok dokumentasi sejarah negeri ini masih kacau ya, ampe gak ada yang sama nyebuti tahun berapa Jembatan tersebut dibuat. Munkin kalo arsip di negeri Belanda malah ada kali ya…^^

    Balas
  20. heheheh blue tak menemukan jawabannya sekarang,kawan
    salam hangat dari blue

    Balas
  21. harus nyari-nyari arsip sejarah kali mbak,, tapi patokan yaa sekitar tahun sekian2 hehehe.

    Balas
  22. berkunjung berkunjung..

    libur komen dlu ya..

    mo ngucapin met menunaikan ibadah puasa semoga menjadikan berkah buat semua.. mengucap maaf juga dari KaMay & Keluarga jika ada salah baik kata ato lainnya..

    terima kasih
    KaMay..
    http://kanvasmaya.wordpress.com/

    Balas
  23. Bisa untuk menambah pengetahuan nih. terima kasih infonya.

    Balas
  24. ..
    Ini lah yang mengasikkan ngomongin sejarah, kadang penuh misteri dan teka-teki..:-)
    ..
    Mungkin kalo pengen tau tahun pembuatannya musti cari arsip2nya di museum negara belanda sono.. :-D
    ..

    mungkin juga ada ya,
    arsip tentang Indonesia jaman dulu kan banyak di sana

    Balas
  25. Jakarta tiga setengah abad yang lalu ternyata keren banget, saya sampe mencermati satu per satu gambar diatas…kuda putih dan pohon kelapa itu, indaaaaaah banget!
    Mbak Monda, lagi persiapan berbuka ya? :D

    lukisannya bagus dan ditel ya, jadinya kita bisa tau kisah di jaman itu

    Balas
  26. Belum pernah maen ke situ.. Jakut ya? Padahal dekat banget.. ada sejarah seperti ini ya Bu.. kapan2 jadi pengen maen.. Jakarta memang punya segudang cerita menarik :) Ibu di Jakut ya tinggalnya?

    tinggalnya mah jauh mbak Clara, di Bekasi
    tapi kalau ngeliat Kota Tua sih biar jauh dijalanin juga

    Balas
  27. masih tentang jembatan bersejarah ini sista
    senangnya masih ada yang peduli dengan bangunan dan peninggalan bersejarah
    keep writing monda! :)

    semoga aja nggak bosan ya Julie?

    Balas
  28. hmmm…menarik bun :D apalagi dengan penjelasan mengenai lukisan diatas, ok jadi tahun berapa jembatan tsb dibangun?

    nah itu dia yang bikin bingung

    Balas
  29. hmmm…menarik bun :D apalagi dengan penjelasan mengenai lukisan diatas, ok jadi tahun berapa jembatan tsb dibangun?

    nah, musti tanya ke ahli sejarah tuh,…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s