Artikel beberapa hari lalu mengenai Jembatan Kota Intan, rupanya masih dipantau oleh bapak Andy Alexander, ( terima kasih pak), narasumber di kelompok Sahabat Museum. Beliau menyatakan pembangunan Jembatan Kota Intan mungkin bukan pada tahun 1628 seperti yang kutulis. Berikut e-mail beliau :
Menarik sekali tulisannya mengenai Jembatan Kota Intan ……
Kalau boleh saya koreksi sedikit, jembatan itu nampaknya belum dibangun tahun 1628, karena pada lukisan tahun 1644 jembatan tsb. belum ada. Saat itu masih menggunakan Feri untuk bolak-balik menyeberangi sungai (kali besar) seperti terlihat di lukisan dibawah ini :
Dan berikut komentar beliau tentang foto di atas:
Bagaimana kira-kira gambaran “kota Jakarta” 366 tahun (tiga setengah abad) yang lalu ??
Terlihat (1) seorang kelasi kapal VOC dengan “istri” pribuminya yang dipayungi oleh seorang budak belian. Ditepi kali, tampak adanya aktivitas jual beli ikan (2) diatas meja (kelak disini menjadi pasar ikan yang cukup besar, sebelum dipindahkan ke lokasi pasar ikan yang sekarang diakhir abad 18). Disebelahnya, terlihat aktivitas penyeberangan kapal feri (3) bolak-balik diantara kedua ke sisi kali (kelak disini dibangun jembatan ungkit yang dikenal sebagai “Ophaal Brug” yang masih utuh hingga kini di kali besar).
Kali besar (4) yang semula berliku-liku, sudah diluruskan oleh VOC pada saat lukisan ini dibuat. Di kejauhan diantara pohan kelapa, terlihat (5) galangan kapal Cina (Chinese Timmerwerf / Ankerwerf) yakni tempat pembuatan maupun perbaikan kapal-kapal VOC. Sebelah kanan, tampak kedua bastion kastil Batavia, yakni Diamant (6) dan Robijn (7). Tampak Gubernur Jendral Antonio van Diemen beserta rombongannya (8) sedang berkuda kearah selatan keluar kota untuk berburu babi, harimau dan binatang lainnya di “hutan selatan” yang sekarang dikenal sebagai Lapangan Banteng. Posisi rombongan berkuda tersebut merupakan cikal bakal Jl. Cengkeh sekarang ……… (dari berbagai sumber bacaan)Komentar :
saat itu masih memungkinkan seseorang untuk memandang jauh dari Jl. Kali Besar Barat kearah Jl. Cengkeh karena belum adanya bangunan-bangunan yang berdiri di antaranya.

tahun berapa ya tante?
kota jakarta jaman dulu dg nama batavia ya tante…suasana yg begitu jadul sekali dg baju2 terusan lebar…bagus saya suka tante..
Aku gak tahu bu, karena tidak tahu bentuk dan rupa dari jembatan itu
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Ping-balik: Museum Bahari « Kisahku
Kirain sudah pindah, ternyata masih di jembatan tho mbak.
salam hangat dari Surabaya
memang lagi jagain jembatan pak de, he..he,,,
wah..taun berapa ya mbak??? hmm..*ikut mikir*
hi…hi….fit, jangan ikutan pusing…
Waah…, jadi pengen ke Kota Intan, hehe… tulisannya bagus banget. Salam kenal dan selamat berkarya.
salam kembali, terima kasih
Terima kasih infonya kak …
Yang jelas …
saya tau nama jembatan kota intan ini pertama kali justru dari Dunia Fantasi Ancol …
salam saya Kak
iya ada tiruannya di DuFan ya,
Salam Monda…
Selamat Dirgahayu Republik Indonesia ke 65 tahun.
semoga Indonesia terus maju untuk rakyatnya.
Silakan ke laman saya untuk posting khas buat kemerdekaan Indonseia.
http://webctfatimah.wordpress.com/2010/08/17/17-ogos-2010-dirgahayu-ri-ke-65
Saya berbangga menjadi sahabat anda di Indonesia.
salam manis dan mesra selalu.
ok, bun, siap meluncur ke Sarikei
Bingung juga ya, Mbak
Sama halnya dengan ultah Kota Samarinda, juga ada beberapa pendapat tentang bendirinya kota Samarinda
nah lho, Samarinda bingung juga,
nggak ada saksi mata pas Samarinda brojol ya Kin? he…he…
Taun berapa ya?? Saya juga enggak tau tuh Mbak…Tapi asyik juga ya membayangkan Jakarta tempo doeloe, sama asyiknya ketika saya berkesempatan keliling Surabaya mengunjungi gedung-gedung tua jaman Belanda..langsung membayangkan suasana saat itu^^
Salam kenal dari Surabaya….
Assalaamu’alaikum mbak Monda
Saya kembali menyatu diri di dunia maya dalam keberkatan Ramadhan yang mulia ini setelah menghilang diri di maya atas musibah yang menimpa.
Semoga kehadiran Ramadhan ini akan menyambung kembali silaturahmi kita.
Blog dulu sudah terhapus dan kini saya kembali dengan blog baru yang berwajah serupa:
http://webctfatimah.wordpress.com/
Salam Ramadhan yang mulia dan salam mesra dari saya di Sarawak, Malaysia.
inilah manfaatnya punya blog dn aktif menulis ya..
jadi saling koreksi kalo ada kesalahan informasi dalam tulisan kita.
tak apa mbak..
bisa nulis soal sebuah situs seperti yang mbak tulis.. itu buat saya sudah luaar biasa. harus telaten nyari sumbernya.
di situlah asyiknya sejarah mbak Anna,
cari-cari sumber dan bukti sampai ketemu, udah kayak detektif aja he..he…
Ntar ah ane buka2 buku sejarah dulu gan,
ternyata informasi ttg sejarah jakarta tdk begitu komplit ya Mbak.
masih simpang siur keterangannya , mungkin krn catatan nya tercecer ( sok tau nih si bunda*) heheh
salam
hari ultah jakarta juga banyak versinya bunda
maaf lama gak mmpir sejak blog aku disuspend
ini kembali datang sekalian mengundang untuk menjalin silaturahim lagi
dirumah baruku
mampir2 yaw
ditunggu
hiks hiks
separah itukah
masak ga ada yang tau
ttg sejarah negri sendiri
lukisan yang indah dan menyimpan sejarah…
jadi tahun berapa sebenarnya mba?
Kita memang masih kacau informasi apalagi jika merupakan sejarah lama. Karena bepergian terus menerus selama dua minggu, setiap tiba di kota kunjungan saya mencoba mencocokkan nama jalan dengan nama yang ada di peta..ternyata sudah banyak yang berubah.
wah kok dokumentasi sejarah negeri ini masih kacau ya, ampe gak ada yang sama nyebuti tahun berapa Jembatan tersebut dibuat. Munkin kalo arsip di negeri Belanda malah ada kali ya…^^
heheheh blue tak menemukan jawabannya sekarang,kawan
salam hangat dari blue
harus nyari-nyari arsip sejarah kali mbak,, tapi patokan yaa sekitar tahun sekian2 hehehe.
berkunjung berkunjung..
libur komen dlu ya..
mo ngucapin met menunaikan ibadah puasa semoga menjadikan berkah buat semua.. mengucap maaf juga dari KaMay & Keluarga jika ada salah baik kata ato lainnya..
terima kasih
KaMay..
http://kanvasmaya.wordpress.com/
Bisa untuk menambah pengetahuan nih. terima kasih infonya.
..
Ini lah yang mengasikkan ngomongin sejarah, kadang penuh misteri dan teka-teki..:-)
..
Mungkin kalo pengen tau tahun pembuatannya musti cari arsip2nya di museum negara belanda sono..
..
mungkin juga ada ya,
arsip tentang Indonesia jaman dulu kan banyak di sana
Jakarta tiga setengah abad yang lalu ternyata keren banget, saya sampe mencermati satu per satu gambar diatas…kuda putih dan pohon kelapa itu, indaaaaaah banget!
Mbak Monda, lagi persiapan berbuka ya?
lukisannya bagus dan ditel ya, jadinya kita bisa tau kisah di jaman itu
Belum pernah maen ke situ.. Jakut ya? Padahal dekat banget.. ada sejarah seperti ini ya Bu.. kapan2 jadi pengen maen.. Jakarta memang punya segudang cerita menarik
Ibu di Jakut ya tinggalnya?
tinggalnya mah jauh mbak Clara, di Bekasi
tapi kalau ngeliat Kota Tua sih biar jauh dijalanin juga
masih tentang jembatan bersejarah ini sista
senangnya masih ada yang peduli dengan bangunan dan peninggalan bersejarah
keep writing monda!
semoga aja nggak bosan ya Julie?
hmmm…menarik bun
apalagi dengan penjelasan mengenai lukisan diatas, ok jadi tahun berapa jembatan tsb dibangun?
nah itu dia yang bikin bingung
hmmm…menarik bun
apalagi dengan penjelasan mengenai lukisan diatas, ok jadi tahun berapa jembatan tsb dibangun?
nah, musti tanya ke ahli sejarah tuh,…