Pengumpan RSS

QWERTY nggak aman?

Posted on

Keyboard komputer dan telpon genggam saat ini kebanyakan memakai sistim QWERTY. Tahu kan asal namanya yang diambil dari deretan huruf di baris teratas. Keyboard jenis ini pertama kali dibuat oleh perusahaan Remington tahun 1873. Ternyata papan jenis ini tidak memperhatikan ergonomi yang bisa menimbulkan gangguan pada tubuh.

Waduh, padahal baru saja bisa posting lewat hp ……!!!!!.   Makanya aku langsung cari info lebih banyak.

Papan ketik ini belum memberikan beban yang sama untuk jari-jari tangan. Walaupun sudah mengetik dengan 10 jari, tangan kiri hanya berfungsi beberapa persen. Jari dibuat banyak melompat karena penempatan tombol yang mudah dijangkau jari hanya ditekan 30 persen dari waktu pengetikan. Teknologi komunikasi memaksa otot2 halus pada jari tangan harus bekerja dalam waktu panjang. Akibatnya timbul asam laktat yang jika tidak terbuang sempurna akan menimbulkan rasa pegal. Maka harus istirahat agar timbunan ini bisa dibuang terlebih dulu. Jika tidak istirahat, otot2 halus tidak mampu lagi menangani pekerjaan, maka otot2 yang lebih besar yang bekerja yaitu otot2 lengan, akhirnya otot2 bahu ikut pula berfungsi. Akibatnya bahu dan lehernya kaku. Kehadiran telpon genggam sekaligus populernya situs jejaring sosial memperlama seseorang berkutat dengan tombol qwerty, yang nantinya bisa menimbulkan tenosynovitis, yaitu radang pada jari.

Jika tak mau terkena penyakit ini harus pergunakan hape dengan bijak. Jika gejala belum muncul perkuat otot halus dengan melakukan gerakan memperkuat otot halus dengan cara meremas bola, kain, kertas atau benda kecil kain yang nyaman.

Selain qwerty papan ketik jenis lain yang coba memperbaiki kekurangan ini ada jenis Dvorak yang diciptakan berdasarkan prinsip biomekanis. Satu lagi adalah jenis Klockenberg. Jenis ini dibuat menjadi 2 bagian dan antar keduanya membuat sudut 15 derajat. Klockenberg lebih menyita ruang, tetapi akan mengurangi beban otot2 jari dan lengan sehingga nyeri otot bahu dan pergelangan sangat sedikit.

»

  1. segala sesuatu harus digunakan dengan porsi yg wajar.. pasti itu baik..

    termasuk ngetik di laptop / komputer.. berlama2 di depan layar juga kurang baik.

    kalau keasyikan main game aku juga ngerasa semua sendi sakit lho,he..he,,
    peringatan pertama …. emak2 nggak boleh main game he..he…..

    Balas
  2. Makasih informasinya mbak Monda, ilmu saya bertambah lagi pagi ini :)
    Saya ngetik di keyboard ini pake 11 jari, hehe, jari tengah semuanya… :D

    Balas
  3. Semua memang ada batasnya, kita harus pandai-pandai dalam menyikapinya….

    Balas
  4. kalau pake HP Qwerty radang jari
    kalau pake keyboard komputer radang jari dan tangan
    kalau pakai ransel berat, radang punggung
    kalau lapar ambil radang eh rendang

    hehehhe
    segala sesuatu kalau terlalu memang tidak baik. Jadi kitanya aja yang kontrol
    EM

    Balas
  5. ternyata begitu berbahayanya sistem qwerty ini ya Mbak Monda.
    untung aku gak punya hape yg qwerty… :)
    salam

    Balas
  6. Have you ever saw an American movie called “In Her Shoes”?
    Rose and Maggie (performed by Cameron Diaz) are sisters who claim to have nothing in common but DNA, a tragic childhood, and a shared shoe size. Rose owns an attorney position, a conservative personality, and a secret passion for romance. She is sophisticated with work but timid to her plain figure and appearance. Therefore, Rose stores a full wardrobe of high heels without enough courage to wear them out and show them off. Maggie, the little one who is absolutely reverse version of her sister, features drop-dead gorgeous, loafer, flirtation, and troublemaker. She left home without farewell after being caught at the scene when she was carrying on a clandestine love affair with Rose’s boyfriend. In terms of women, the climax comes as Rose gives up her admirable job to then bravely wears the high heels she likes to hide into wardrobe. She successfully goes through a change of outlook on her relationship with Maggie-her unique sister, the man she has wrongly loved and the man she should love and treasure at present. Everything can start from “head”, as well as “foot”, not just curing the sequela of losing love.

    “When I feel bad, I like to treat myself. Clothes never look any good. Foods just make me fatter. Shoes always fit.” The lines, from Rose, reveal her secret: she is not the prude that she looks like in appearance, but a lovely girl who is keenly obsessed with various high heels as well. Numberless pairs of housed high heels are her bosom friend, listening to her success, happiness sharing her upset and cheering her up when she is in low spirit. Even though Rose just buy them then hide them without debut with them, she still be companied and placated by their sweetness and attention.

    Men may leave and love may be pulled away, but high heels will always stay.
    http://www.clpumps.com is online store which sells the Christian Louboutin shoes with the newest styles.
    You can find a lot of [url=http://www.clpumps.com]Christian Louboutin Shoes[/url] sale information here.
    Article Source:[url=http://ezinearticles.com/?High-Heels---Your-Best-Friend&id=5330209]ezinearticles[/url]

    Balas
  7. intinya mungkin penggunaan yg wajar ya mbak, untuk semua hal..
    btw, salut mengetik tulisan di atas segitu byk dgn hp… aku nyerah… :)

    pakai hape cuma nulis posting pendek aja, bw yang nggak bisa
    mau jaga kesehatan jari juga dong…
    maaf ya mei belum sempat bw ke kamu

    Balas
  8. mungkin yang penting kalo udah pake komputer, bentar2 kudu istirahat kali ya bu… :D

    Balas
  9. Setuju kak …
    kuncinya adalah …
    pergunakan secara wajar …

    salam saya Kak

    Balas
  10. Untung ponsel saya bukan qwerty.
    Tapi bener juga, seharian pakai laptop dengan jari menari-nari di atas keyboard bikin bahu&leher tegang.

    Balas
  11. Salam kenal mb Monda ^^ dapet ilmu baru nih, ternyata gitu ya… pantesan aja kalo lama-lama suka pegel *ya iyalah ya :) * trus enaknya pake model apa dunk, yg kalo pake lama ga bakalan pegel. Soalnya aya kalo kerja sering di depan lepi.

    Balas
  12. belum punya yg qwerty.. klo mba monda dah bosen pake yg itu kirim aja ke aku, ocey :P

    Balas
  13. Jangan-jangan saya sudah terkena tenosynovitis (radang pada jari), seperti yang Mbak Monda tulis. Jari manis tangan sebelah kanan saya kaku, nggak bisa ditekuk. Udah diurut masih tetap sakit :(
    Mau periksa ke dokter, takut :D
    Thanks sudah berbagi info penting.

    Balas
  14. Xixixi…
    Pendapat Mas Cahya itu kapan ya, bisa terwujud…
    Apalagi kalau hanya dibatin lalu muncul otomatis di monitor
    Wah…!

    Untuk Mbak Monda, karena saya ngetiknya belum sesuai kaidah, maka mau model keyboard apapun, rasanya capek juga…

    Salam!

    Balas
  15. Paling enak jika bisa voice controlled text, tinggal ngomong dan berubah jadi tulisan :) .

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s