Tahun ini Idhul Adha berbeda lagi.
Di tanah suci jamaah haji sudah melaksanakan wuquf di Arafah sehingga hari berkurban jatuh hari ini. Tetapi di tanah air ada perbedaan pendapat. Hari libur nasional jatuh besok, sebagian lagi mengikuti seperti di Arab Saudi.
Di masjid blokku pagi ini berlangsung sholat Ied, maka terlihat pemandangan kontras. Sebagian warga keluar rumah berbaju kerja, sebagian lagi bersarung dan berbaju koko.
Tak apa, berbeda itu biasa Selamat Iedhul Adha.
seperti kata pepatah : Rambut sama hitam,tapi pendapat berbeda-beda.
atau kalau orang sono bilang ” we agree to disagree”. kita sepakat untuk tidak sepakat.
Imam syafi’i pun pernah berkata ” men cocokkan segala perbedaan yang ada dalam diri setiap manusia yang ada di dunia ini adalah hal yang tidak akan pernah kamu capai”,
menjadi rahmat karena untuk menyatukan pendapat itu kita mencari narasumber lebih banyak, yang pada akhirnya kam menambah ilmu kita juga ya
Bukankah dalam agama juga dijelaskan bahwa perbedaan atau tafsir adalah Rahmat.
betul mbak, berbeda itu biasa & bisa menghargai perbedaan itu yg semestinya.. Tapi..andai bisa tak berbeda mungkin lebih indah terasa ya? hehe….
Selamat berkreasi aneka resep berbahan daging ya mbak..
Selamat Hari Raya Idul Adha ya
EM
benar, mbak monda, bukankah perbedaan itu adalah sunatullah ?:)
alo salam kenal


selamat idul adha 1431 H
btw tukeran link yuk
ditunggu kabar baiknya ya
Selamat pagi sahabat tercinta
Saya datang untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat. Teriring doa semoga kesehatan,kesejahteraan,kesuksesan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan kepada anda .
Semoga pula hari ini lebih baik dari kemarin.Amin
Dengan bangga saya mengundang anda untuk mengikuti K.U.M.A.T ( Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun ) di BlogCamp. Tali asihnya sih tidak seberapa tetapi sensasinya sungguh ruaaaaaarrrrrrrr biasa.
Silahkan simak artikel pengantarnya dengan meng-klik.
http://abdulcholik.com/2010/11/16/kontes-unggulan-muhasabah-akhir-tahun/
Terima kasih.
Salam hangat dari Markas BlogCamp Surabaya
Selamat Idul Adha 1431 H.
Mohon maaf lahir dan batin.
salam hangat dari Surabaya
Jumlah Orang Ahli atau merasa ahli memang nggak boleh banyak2…
Kalau banyak yang ahli atau merasa ahli, maka akan banyak timbul resistensi.
Bisa dibayangkan kalau setiap orang ahli pidato, maka yang mendengarkan kurang tertarik karena masing2 merasa lebih ahli…
Maaf kalau teori saya sangat sederhana, karena saya bukan seorang ahli…
Salam!
ditempat tinggalku baru menjalankan sholat ied nya besok ,Mbak Monda.
jadi, hari ini, mesjid tetap saja berkegiatan seperti biasa, belum ada persiapan utk ibadah sholat ied, halamannya masih belum di gelar tikar.
Selamat Hari Raya Idhul Adha 1431 H
Mohon maaf lahir dan bathin
salam hangat utk keluarga
semoga selalu sehat,amin
salam
selamat idul adhaa
Selamat Idul Adha juga mbak, mohon maaf lahir dan batin
Mbaaak, kemana aja????
Di Garut juga tidak sama, karena tadi malam saya sudah mendengar takbir berkumandang di mesjid yang ada di dekat rumah…
mbak, maaf lahir batin ya,belum sempat bw2an nih
aku sholat dulu baru berangkat kerja.. dan hari ini pake baju bebaaasss..
samaaa bundo, kerjaan sepiiii ya hari ini
Menurut Oyen ada perbedaan masalah cabang yang memang diperbolehkan, tapi dalam kasus ini, kita harus jeli melihat bahwa hari raya kaum muslimin tidak seharusnya berbeda, mengapa? ini juga terkait hukum puasa hari Arafah, hari ied sendiri (yg diharamkan berpuasa) dan 3 hari tasyrik berikutnya, pun dengan idul fitri yang terkait hukum zakat, puasa dan ied itu sendiri. bayangkan jika berbeda, efeknya adalah hari yang diharamkan puasa, kita bisa melakukannya, pun hari yang diwajibkan puasa kita malah meninggalkannya. Lalu mengapa ini bisa terjadi dan bagaimana seharusnya?
Kasus ini terjadi karena tidak ada lagi 1 khalifah bagi seluruh kaum muslimin, yang perintahnya menghilangkan perbedaan. lalu, terjadi perbedaan dalam menentukan metode pengambilan keputusan, apakah rukyat ataukah hisab.
Saya sendiri berkaitan dengan metode, secanggih apapun kemampuan manusia, tetap harus berpegang pada dalil yang rajih dan kuat, dan bagaimana dulu Rasul dan para sahabat melakukannya.
Untuk Idul Adha, bisa dilihat bahwa,
Dari Al-Harits al-Jadaliyy :”Anna amiira Makkah khottoba tsumma qola :’ ahida ilaina Rasulullah SAW, an nansuka liru’yati, fa in lam narohu wa syahida sya ahidaa ‘adlin nasakna bisyahadatihima (Penguasa Makkah berkhutbah dan menyatakan : Rasulullah SAW berwasiat kepada kami (Wali Makkah) agar memulai manasik haji berdasar rukyat. Apabila kami tidak melihat (hilal)dan ada 2 orang adil bersaksi, maka kami memulai manasik dengan kesaksian 2 orang tersebut (Sunan abu Dawud, 6/280 no 1991
Dan bahwa sejak Attab bib Usaid sebagai amir Makkah th 10 H hingga Al-Harits bin Hathib masa khilafah Abdul Malik bin Marwan dst, penentuan manasik haji diwasiakan kepada Amir Makkah, hingga dst.
Lafdz ‘aHida ilaina’dlm kamus Lisanul Arab 3/311 berasal dari kata ‘aHida,-’uhuudun bermakna : aushooni = (dia “Nabi SAW” berwasiat kepadaku)
maka dari itu, wasiat penentuan hari Arafah berada di tangan amir Makkah melalui rukyat, bukan di tangan kepala negara lain, bahkan Rasulullah pun mempercayakan rukyatnya penguasa Makkah.
Wallahualam
oyen, makasih banyak tambahan ilmunya ya
baru tau nih, maklum ilmunya masih cetek
bbrp saat yg lalu saya pulang dr shalat ied, skrg sdh ada di kantor
asyik deh yang kantornya dekat, ibadahpun bisa terlaksana juga
selamat Idul Adha ya mbak Monda..
makasih banyak mei,
alo salam kenal



Idul adha ikut negara aja deh ane
btw tukeran link yuk
ditunggu kabar baiknya ya
insya Allah dikunjungi nanti ya
Selamat Idul Adha.
Sekolah anak2ku libur karena sekolahnya berlebaran hari Selasa ini, jadi anak2 libur sekolah 2 hari
Mayoritas di tempat tinggal saya, berlebaran besok.
samaan mbak, adek juga libur dua hari,
tapi kakak karena sekolahnya umum libur besok aja
Selamat hari raya Idul Adha ya bu!!
trims Arman
Selamat Hari Raya Idhul Adha Mbak.
trims ya mas