Angin Mamiri

Posted on November 18, 2010

46


Anda tahu daerah asalnya lagu Angin Mamiri ?

Tahu lagunya?  Tahu liriknya ? Ini potongan liriknya :

angin mamiri ku pasang

pitujui tongtongana

tusarua takkan lupa

eaule na mangu rangi

tutenaya, tutenaya parisina

batumi angin mamiri

angin ngerang dingin-dingin

nama lonta sari kuku

eaule na mangu rangi

matolorang, matolorang jenemato

 

Nah, sudah ingat kan? Betul lagu ini berasal dari daerah Sulawesi Selatan.

Pertanyaan asal lagu daerah ini muncul di kuis 1 lawan 100 di Indosiar yang dipandu Anjasmara.  Pemenang kuis ini adalah seorang peserta yang  bisa mengalahkan 100 orang lawan dengan beberapa pertanyaan. Saat itu peserta adalah seorang gadis cantik bintang sinetron.  Si gadis memilih pass untuk pertanyaan Angin Mamiri ini  karena dia tidak tahu.  Setelah ditanya pembawa acara ternyata 35 peserta dari berbagai usia dan profesi yang merupakan lawan si gadis juga tidak memberikan jawaban yang betul. Anjas sampai terheran-heran dan menyatakan ini peer buat para menteri.

Aku juga setuju dengan Anjasmara. Masa sih lagu seterkenal ini  banyak yang tidak mengerti? Padahal Sulawesi Selatan sering disebut negeri angin mamiri.  (Oom Trainer bantu dong, posting lagi lagu-lagu daerah lainnya)

Pertanyaan lain lagi untuk peserta yang sama adalah  nama ibukota propinsi Maluku. Diberikan 3 pilihan  yaitu Ambon, Manado dan Ternate. Si gadis cantik mengaku terus terang tidak tahu dan mulai mengingat-ingat peta Indonesia, dan mencoba menentukan letak Maluku. Dikatakannya Maluku berada di bagian bawah di tempat yang seharusnya Nusa Tenggara. Setelah lama mencoba menganalisa akhirnya ia menetapkan pilihan. Ia memilih Ternate sebagai ibukota Maluku. Salah satu lawan ketika ditanya Anjas  memilih Manado. (Anjas juga salah ketika menjelaskan urutan pulau : Jawa, Bali, Madura …….  hayoo …..  Bali atau Madura yang lebih dekat ke Jawa?)

 

Aduh, bete nggak sih… anak bangsa  tidak tahu negaranya sendiri. Beberapa peserta muda yang umumnya mahasiswa di episode-episode sebelumnya juga banyak yang tidak paham jika pertanyaan sudah menyangkut negeri sendiri.

Di manakah  letak salahnya? Pendidikankah? Mediakah?

Kalau peserta seperti itu  semua sayang sekali, kurasa ini bisa menjatuhkan rating kuis itu sendiri. Pemirsa yang bete sepertiku pasti langsung pindah channel dan malas menonton kuis itu lagi. Pilihlah peserta yang lebih berbobot.

 

 

About these ads
Posted in: Budaya