Foto-foto lokomotif uap B 2503 yang dibuang sayang (padahal belum punya ide posting lagi he..he… foto-foto yang diambil sambil lari sana lari sini, serasa jadi wartawan …)
Ini lokomotif yang posisi semula dari Ambarawa(474 m dpl) berada di bagian depan menarik 2 gerbong, di stasiun Jambu berganti posisi pindah ke belakang rangkaian gerbong agar bisa mendorong untuk mendaki ke Bedono (711 m dpl). Cerita lengkapnya di sini.
Lokomotif berjalan mendekati bagian belakang gerbong ke dua
Saat-saat penyatuan lokomotif dengan gerbong kedua
Pengait pada bagian depan lokomotif menyatu dengan kaitan di bagian belakang gerbong kedua.
Detail sambungan lokomotif dengan gerbong dua
Cerobong asap Lokomotif B 2503
Spesifikasi lokomotif B2503, loko buatan tahun 1902 produksi dari Emil Kessler, Jerman
Rumitnya sistem roda lokomotif
Bantalan rel kereta di Bedono, kabarnya belum pernah diganti
Masinis di “dapur”nya, bayangkan betapa panasnya di situ dengan asap yang mengepul dari hasil pembakaran kayu yang bertumpuk-tumpuk agar lokomotif bisa berjalan









Ping-balik: Weekly Photo Challenge : Old Fashioned « Kisahku
Gak puas kalo cuma liat foto, mungkin lebih puas melihat langsung ya.
Cuma kalau aku pastinya kereta uapnya cuma jadi latar belakan fotoku
Pasti jadinya cakep deh, yakin
Kalau disini tidak akan bisa melihat kereta uap secara nyata, paling liatnya cuman dari TV. Maklum gak da rel kereta disini
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Sayangnya yg ada rel cuma Jawa dan sebagian kecil Sumatra ya, dan itupun peninggalan jaman dulu.
Ping-balik: Negri Di Awan « Kisahku
Wah… banyak banget fotonya, Mbak

Setiap proses ada
Pasti nggak ada yang pengen ikutan naik di samping masinis, gak seperti kereta listrik
nggak ada kayaknya Kin,di sana panas, ada arang dan serpihan debu kayu dan asap
asiknya BW sambil dpt ilmu baru disini
tks ya Mbak Monda utk sharingnya ……
salam
sama-sama bunda,
kapan updatenya bunda … kangen lho
Mbak…saya makin penasaran dengan lokomotif yang di Ambarawa, sama penasarannya dengan lokomotif Mak Itam yang ada di Sawahlunto…
Kapan ya saya bisa lihat langsung?
hi…hi… maaf… maaf..
nggak bermaksud bikin penasaran lho mbak
Tuh kereta bisa dinaiki gak Tante
pingin nyoba naek..
pingin foto-foto juga..
keren..
antik keretanya..
essay foto yg menarik…
makasih banyak tante..
bisa kok dinaiki,
di sini ceritanya http://mondasiregar.wordpress.com/2011/01/01/perjalanan-nostalgiaambarawa-bedono/
Kayaknya Mbak Monda punya naluri peneliti yang kuat juga nih, sampai memotret detail proses penyambungan kereta …
Kalau saya ada di lokasi, kayaknya saya juga akan melakukan hal yang sama, karena ini proses yang menarik dan langka …
iya mbak, belum tentu ada kesempatan lagi,
kalau ada rejeki ke Ambarawa sekali lagi, pastilah obyek lain yang dituju, bukan naik kereta
mungkin ke Gedong Songo , Dieng Plateau …pengeeeen
wah..wah..
penggemar kereta kah mba Monda ini???
foto foto nya detil sekali…
*terbayang pengorbanannya waktu ngambil foto*
Keren mba…
*jadi inget Kayla dan Fathir belum pernah diajak naik kereta*
penggemar benda yang tua2 erry he..he..bukan hanya kereta,
dicoba aja atuh keponakanku Kayla dan Fathir diajak naik kereta yang dekat2 aja
anak2 naik kereta beneran pas masih balita juga udah nggak ingat, ini serasa baru pertma kali jadinya
kalau blogger nih yang naik kereta, apa – apa langsung jepret hehe. bagus kok gambare.. klasik
cuma ini bloggernya masih belum lihai, masih pake kamera saku
detail sekali kereta uapnya mbak,,
kalau orang penasaran jadinya ya gitu deh he..he…
duh duh yang bernostalgia ambarawa bedono… bikin ngiri aja ni kak… Baru pernha naik leri, kereta yang suka bawa tebu,,, hehehe….
wah naik lori tebu seru juga tuh, di mana itu..?
sihitam dari ambarawa bisa aku lihat disini
**penasaran bunda ama kereta uap ini,udah sering liat di tipi he he…
supaya jangan penasaran hayuk ke Ambarawa atau sekalian ke Bukittinggi naik Mak Itam
Berasa jalan-jalan naek kereta uap deh pas baca tulisan ini mbak,, hehe…
makasih banyak kasih pengalaman baru.. *saya blm pernah liat langsung* heheh
he ..he… jadi ingat lagu ini mbak
naik kereta api tut tut tut
siapa hendak turut… Ambarawa ke Bedono..
anak saya juga seneng lihat kereta, tapi pas denger suaranya malah takut.
kasihan dedek ya…
suara kereta inipun keras banget lho,
ribut sepanjang perjalanan, bunyinya dari uap air yang keluar dari cerobong
Kak Monda memang top, detail sekali foto sama keterangannya.
Anak2 jadi ingin naik kereta uap
karena merasa kecil kemungkinan bisa mengulang naik kereta uap, makanya semuanya pengen difoto he..he.. biar bisa ingat
Saya membayangkan mbak Monda lari-lari demi dapat ambil foto yang bangus…makasih ya mbak…hasilnya, benar-benar bagus.
Jadi ingat kereta api uang yang menghubungkan Madiun-Ponorogo (sekarang sudah dihentikan)…dulu, sering berhenti di daerah persawahan, ngisi air dulu….hehehe…kenangan yang indah.
banyak jalur kereta yang sudah ditutup ya bu?
sebetulnya sayang ya
mungkin karena nggak ekonomis
wah masih ada aja yah bu … kereta uap .. kalau saya jangankan kereta uap .. kereta listrik aja masih belum pernah numpang … keseharian cuma mengendarai motor saya .. kalau berpergian jauh paling menggunakan angkutan umum.
dari dulu sudah dengar kabar2 mau buat jalur kereta di Kalimantan, entah kapan ya realisasinya,
mudah2an benar terwujud deh
wah detil sekali mbak… Itu penyambungan loko dgn gerbong kan masih manual ya? (ngga ada di foto soalnya)
hmmm orang awam ngga boleh naik ke ruang masinis itu ya? asyik banget kan kalau bisa merasakan kereta uap jaman baheula
EM
penyambungan itu udah otomatis mbak, nggak manual, udah dari sononya he..he.. nggak keliatan ada orang yang narik2 tuasnya sih…
nyesal belum bisa foto serial, kan bisa keliatan tahapan prosesnya ya
ruang masinisnya kecil dan sempit mbak, di situ udah ada 3 orang, mungkin yang bantu2 jerang air, belum lagi tumpukan kayunya, jadi agak susah mungkin ya mau ke situ lagi,
mungkin ada juga kalik yang nekat naik situ juga he..he…, tapi aku nggak naik, ntar celemotan kena arang
mau coba bikin foto serial? Kalau yang susah ya pake software photoshop. Kalau mau gampang ikut di http://photobucket.com situs gratis, bisa bikin serial dan edit macam2. Kalau mau pasang tinggal pasang link URL nya aja. Semua foto di TE aku pasangnya di photobucket sih (tapi berbayar krn bandwith yg aku pakai besar)
EM
trims mbak advisnya,
sebelumnya udah coba pciknik, tapi kok lama …jadinya males he..he,,,