Pengumpan RSS

Koin Jangan Disimpan

Posted on

Ketika berbelanja ke supermarket kemarin, aku melihat poster Gerakan Peduli Koin Nasional. Di poster itu diharapkan masyarakat menggunakan koin yang dimilikinya untuk berbelanja.

Gerakan ini dicanangkan sudah lama sekitar bulan Juli tahun 2010 lalu. Gerakan Peduli Koin Nasional diluncurkan oleh Kementrian Perdangan dan Bank Indonesia disebabkan ada kecendrungan masyarakat menyimpan koin.  Hal ini menghambat perputaran uang logam yang mengakibatkan kebutuhan uang logam terus meningkat.

Memang selama ini banyak keluhan konsumen soal pengembalian  uang belanja dalam bentuk permen. :D

Aku kalau berbelanja juga tidak mau mengambil pengmbalan dengan permen, merusak gigi kan.... :P , atau lebih baik menggunakan kartu debet.

Dulu pernah punya pengalaman tidak mengenakkan dengan koin ini. Ketika menggunakan angkutan umum, aku membayar dengan uang receh seratusan. Oleh sang supir (waktu itu naik bemo) uang tetap diterima tetapi kemudian disentil dan dibuang keluar. Mangkel banget, rejeki kecil aja ditolak, bagaimana mau diberikan rejeki yang lebih besar.

Pengalaman lain lagi aku memberitahu kondektur metromini banyak uang logam berceceran di lantai kendaraannya. Dia tiadak bergeming, kemudian memang kulihat dia menghamburkan saja uang logam yang diterima dari penumpang lain.

Para kondektur dan pedagang hanya menerima koin lima ratusan, maka uang logam itu kumasukkan saja ke dalam celengan ayamnya anak-anak. Koin-koin itu kemudian kutukarkan ke minimarket dekat rumah.

»

  1. koin sekarang susah dicari.. apalagi yang nilainya cepek benggol… :)

    Balas
  2. sopir itu memang sombong dan tak sopan. harusnya disimpan saja.
    sesungguhnya dia bukan termasuk golonganku.
    salam hangat dari Surabaya

    Balas
  3. Koin bernilai kecil (100 dan 200 rupiah) memang merepotkan kalau dibawa-bawa. Saya sih biasanya taruh aja di mobil, dikasihkan ke pengemis. Kalau buat bayar parkir, minimal 500an (4 biji). Mau bayar pakai koin yang nilainya lebih kecil nggak tega juga. Nah, di dompet biasa nyimpen beberapa uang koin, untuk nggenapin pembayaran supaya nggak dapet kembalian koin lagi. Misal belanja Rp. 60.200,- saya bayarnya pakai uang seratus ribuan ditambah koin 200 rupiah, jadi dapat kembalian 40 ribu …

    Balas
  4. Aha, itu pengalaman yang sering kualami, minta kembalian, eh malah dikasih permen.

    Balas
  5. Koin ku juga banyak banget, biasanya disimpan untuk parkir. Maklum kalau bawa banyak koin, tas tangan jadi berat.

    Balas
  6. untungnya di kopaja yang -sering- saya naiki, pengamennya siap menerima uang receh… :)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s