Tiba-tiba aku merasa rindu makan gulai ayam kampung. Gulai ayam apa istimewanya?
Jenis masakan ini mungkin biasa saja bagi anda. Tetapi gulai ayam adalah satu jenis masakan yang selalu disajikan jika ada tamu di rumah keluarga besar kami yang berasal dari sebuah kabupaten di Sumatera Utara. Tak jelas juga dan tidak pernah kutanyakan apakah di kampung atau kecamatan lain gulai ayam ini dianggap penting.
Mungkin perlu dijelaskan sedikit latar belakang kampung kami yang terletak di kaki gunung. Sudah pasti udara di sini dingin, tak heran tempat permandian air panas selalu jadi obyek kunjungan. Dulu, pasar yang disebut poken hanya ada seminggu sekali, jadi bisa dibayangkan susah mencari lauk seperti ikan atau daging di hari-hari biasa, maka masyarakat memelihara ayam untuk diambil telur dan dagingnya persiapan jika ada tamu datang, (karena istimewanya ayam dijadikan bekal bawaan dari orang tua pengantin wanita untuk putrinya, cerita tentang ini belakangan ya), sedangkan untuk sehari-hari biasanya makan ikan yang disale. Ikan segar jarang didapat, biasanya dipelihara di sawah, tumpang sari dengan padi, dan dipanen setelah selesai memanen padi.
Kami tidak dibesarkan di sana , hanya beberapa kali saja datang mengunjungi kampung tempat almarhum papa dilahirkan itu. Sewaktu kami di sana , setiap hari kami diundang makan di rumah kerabat. Hidangannya sudah pasti gulai ayam, disertai daun ubi tumbuk dan sambal tuktuk. Nikmat…
Resep gulai ayam standard saja, jadi tak usahlah diceritakan. Hanya jika ada tamu datang dan diajak makan dan disuguhkan gulai ayam ini adalah kehormatan luar biasa. Gulai ayam lebih bernilai dibandingkan hidangan jenis lain, dari daging sapi sekalipun. Pilihan kedua adalah gulai ikan sale berupa ikan limbat, sejenis ikan sungai yang menyerupai lele. Jenis ikan ini bisa terasa sangat pedas meskipun jumlah cabai yang dipakai sebanyak cabai pada resep gulai ayam, rasa pedasnya selangit bisa terasa sampai ke kuping, maka jumlah cabai sedikit saja.
Daun ubi tumbuk itu memasaknya juga gampang. Daun singkong yang dipetik dari kebun beserta rimbang (tekokak) yang membuat daun singkong terasa manis, cabe, bawang yang ditumbuk bersama di dalam lumpang kemudian dimasukkan ke dalam santan encer mendidih dan dimasak sampai matang. Bisa juga ditambahkan kincung (= honje dalam bahasa Sunda), atau ikan limbat sale. Kadang-kadang ada yang menambahkan beberapa macam bumbu lagi, tetapi yang khas dari kampung ya bahan-bahan sederhana itu. Meskipun sederhana itu saja sudah enak kok.
Pilihan sayur lainnya adalah rebusan labu siam muda ( kami menyebutnya jipang) beserta daunnya, semua segar baru dipetik dari halaman. Maknyus top markotop …
Pelengkapnya sambal tuktuk yang terdiri dari cabe, tomat dan sejenis ikan kecil kering yang disebut harasak. Semua bahan diulek kasar.
Bayangkan saja ya, tak ada gambarnya kali ini he..he… Di sini susah mencari bahan-bahan utamanya seperti rimbang, ikan sale limbat dan harasak, musti tunggu oleh-oleh dari saudara yang baru datang dari kampung atau harus cari di Pasar Inpres Senen.
Ping-balik: Goofy Test « Kisahku
Ping-balik: Peringatan Tak Dimengerti « Kisahku
Ping-balik: Mebat « Kisahku
saya dibesarkan sama lingkungan yang hampir mirip mbak,,
tetapi ikan segar, ada setiap hari ditempat saya karena masih dekat daerah pantai,,
waaa saya juga suka gulai ayam….
jadi laper deh bu…
makan pakaigulai ayam bikin nambah terus nih bun
gulai ayam buatan budhe saya markotop juga BUn!
kalo opor buatan mertua maknyusss!!
*lha trus saya bisa masak apaaa?
berarti jago nyicipin
Wah gulai ayam pasti nikmat mbak, kalau disini soto madura yang booming…(gak nanya)hehehehe
soto Madura, sukaaa…
rawon, sukaaaa
ayam coco, sukaaaa
he…he… tak ada makanan yang tak enak di lidahku
Mbak Mondaaaa….tos…tos…………

aku juga , kalau makanan adanya nikmat dan nikmat sekaliii ……….. hahahah
salam
Aku sering nemani istri belanja ke Pasar Senen .. segala bumbu manado dan batak ada disana …
pasar Senen itu pusatnya bumbu dan sayuran Batak deh,
dau singkong telunjuk aja ada,
daun singkong ini lebih manis daripada daun singkong biasa
Wah jd laper nih Bun…
.
Tapi knapa ya spt nya dmn2 sajian ayam ini istimewa..? Klo keluargaku bikin opor ayam kampung klo lebaran aja hehee..
Masakan SULUT jg ada loh sambal ditumbuk sama ikan.. Namanya sambal roa.. Udah pernah cobain Bun? Enak tenan…
sambal roa.. iya enak, makanan Manado banya juga yang kusuka
yang kurasa agak mirip dengan sambal tuktuk ini , sambal dari Minang yang pakai ikan kering juga sayangnya lupa namanya, pernah dibawain sama teman
Saya sering makan gulai ayam, namun yang bener-bener pakai ayam kampong sudah jarang banget. Selain susah nyarinya, ayam kampung juga mahal..
iya tuh, ayam kampung mahal banget, tapi dagingnya lebih enak dari ayam ras, makanya tetap dicari
duuh…nelen ludah berkali-kali baca posting ini…hehe…
hi..hi…, yang nulis juga sambil ngeces….
BTW di kampung kami di Makassar, waktu kami berkunjung pasti dihadiahi ayam hidup dan beras. Wkt itu kami masih kecil dan terbiasa tinggal di kota kan, jadi merasa aneh sekali. Padahal buat penduduk sana itu hadiah yang termahal
Ah, aku jadi ingin ke desa-desa sana deh
EM
sama mbak, nanti kuceritakan acara adatnya ya
btw, menurut ceritanya, orang Batak dan Bugis itu kakak adik lho
Kalau kami masak sayur daun singkong seperti yang mbak Monda ceritakan lalu pakai ikan asin dari Makassar… duh enaknya.
Pengen coba sambel tuktuknya deh.
EM
ikan asin Makassar juga ngetop dan enak, pernah dikirimi tetangga mbak,
gulai daun singkong tambah ikan asin, enaaaak