Tulisan ini terinspirasi dari tulisan pak Mars, Jarak Dekat.
Sekarang jarak rumahku dan tempat bertugas memang jauh dan harus ditempuh dengan bekendaraan, sehingga harus jeli membaca situasi dan memilih jalan dan waktu keberangkatan.
Sewaktu pertama pindah ke lokasi ini (meskipun sebelum membeli rumah sudah disurvei), berbagai kombinasi akses jalan dan moda transportasi kami coba. Jalan mana yang waktu tempuh dan jaraknya lebih menguntungkan, karena rumah kami dapat dicapai dari berbagai arah. Tetapi perkembangan kota terus terjadi, sampai sekarangpun ternyata kami masih menemukan jalan tikus baru yang bisa mempersingkat waktu.
Memang sekarang sudah terbiasa dengan jarak jauh. Dahulu ketika pertama pindah ke ibukota, rasanya tersiksa sekali bila harus kuliah menggunakan angkutan umum. Bis yang ditunggu lama datang, dan bila datangpun sudah penuh sehingga harus berdiri, belum lagi sering bertemu pengamen, pedagang asongan dan rombongan pencopet. Karena terbiasa melihat, akhirnya bisa kukenali wajah-wajah pencopet dan mengurungkan niat naik bus itu. Alhamdulillah, selama itu tak pernah berurusan dengan rombongan pencopet yang sering mengurung penumpang yang mau turun.
Kegamanganku masuk ibukota dikarenakan sejak kecil selalu tinggal di daerah yang semuanya serba mudah. Foto rumahku di daerah dulu.
Ke sekolah cukup dengan berjalan kaki saja. Tak sampai 5 menit sudah sampai ke sekolah. Jika kebetulan berangkat bermobil diantar Papaku, di halaman sekolah langsung disambut dengan sorakan “rumah dekat aja diantar” he..he.., buku PR tertinggal di rumah , tak masalah , jam istirahat belum habis meskipun sudah pulang pergi ke rumah.

Waktu SD dan SMP di sebuah kota kecil, saya juga cuman jalan kaki, mbak…kalo ketemu temen di pintu gerbang sekolah, wuih, senengnya minta ampun…!
salam kenal. sekarang saya kerja jauh dari rumah. pulang di akhir minggu. wuih. gak enak sih. tapi kayaknya emang harus begitu. salam
Capek di jalan ya bu
Kalo di Bandung mah paling cuman seputaran itu doang deh mba…
Cuman untuk SD nya Kayla emang rada lumayan nih mba…nyari yang rada bagusan soalnya…
*tukang ojeg siap beraksi!*
Kalau jarak antara rumah saya dan tempat kerja, lumayan dekat. Sebenarnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, tapi kadang capek juga. Akhirnya ya pakai motor aja mbak
sejak SMP saya sudah terbiasa “jauh” dari rumah, sampe sekarang, kangen rumah juga masih tetep ada, sampe sekarang…
Bundaaaaaaaaaaaaaa.. foto rumahnya homy banget!
jadi kangen rumah juga!
Waah…aku SD-SMP naik sepeda ke sekolah Bund, seruuu. sejak SMA malah sekolah di luar kota he he.
Iya jg, saat awal2 tinggal di iibukota, saya merasakan stress yg sama, dan lebih suka turun dari angkot/kend.umum untuk jalan kaki saat macet melanda *halah*