Pengumpan RSS

Ayo Sekolah

Posted on

Salah satu tugasku adalah menyuluh ke SD.

Di salah satu sekolah negri siang di Jakarta pernah kubertemu seorang ibu yang sedang menunggui anaknya belajar. Si anak adalah murid kelas 1 SD. Mereka tinggal di Citayam, sebuah tempat di antara Bogor dan Depok, sengaja bersekolah di situ karena pada saat itu sekolah dasar di Jakarta gratis. Mereka menggunakan KRL Jabotabek setiap hari

Cukup berat bukan perjuangan mereka yang setiap hari harus menempuh jarak jauh, pasti melelahkan, apalagi bagi seorang anak. Tekad yang kuat untuk belajarlah yang mendorong mereka melakukan itu.

Ironisnya masih di sekolah yang sama, kali ini di kelas 5.

Ketika kuabsen beberapa anak lelaki tak ada. Kukorek keterangan dari para murid, anak-anak yang absen tadi sudah lama tak masuk sekolah, alasannya karena mengamen. Mereka tak mau datang ke sekolah karena : ” Enakan ngamen bisa dapat duit buat jajan”.

Sedih mendengar ini, padahal anak ibukota yang sudah disediakan fasilitas gratis, masih saja berpikir jangka pendek.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, semoga tak ada lagi anak Indonesia yang putus sekolah.

»

  1. Saleum,
    Ah, fasilitas gratis diabaikan, sangat disayangkan. Sepertinya harus ada pendekatan lagi ama wali murid tsb.
    saleum

    Balas
  2. Prihatin mbak, niat Pemerintah buat mencerdaskan anak bangsa ternyata terkendala. Salah siapa, itu juga pasti susah ngejawabnya…

    Balas
  3. hidup tidak cuma uang…….ayo sekolah tuntut ilmu sepanjang jaman

    Balas
  4. Ping-balik: Award itu begitu mengembun « Batavusqu

  5. Makanya ada slogan “Jangan beri kami uang, beri kami kesempatan”. Mereka mau ngamen karena ada yang ngasih duit. Sebaiknya kita berhenti beri mereka uang dan beri mereka hal baik yang lain.

    Balas
  6. Iya bunda, kadang anak2 gak sekolah itu bukan lg karena ketidakmampuan biaya mereka. tp emang merekanya yg males.

    Balas
  7. seperti itu potret negeri kita Bund..

    Balas
  8. NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://uangtebal.wordpress.com/

    Balas
  9. aku bingung mau ngomong apa bunda..
    salut sama bunda yang udah melakukan sesuatu untuk mereka..
    aku belum bisa melakukan apa..apa
    tapi tanpa bermaksud pelit atau apapun..
    aku gak pernah mau kasih uang buat pengamen anak kecil..
    bukan apa..apa
    itu mendidik mereka menjadi pengemis
    dan membuat mereka semakin malas…
    suka geregetan….
    anak…anaknya disuruh ngamen..
    gk boleh sekolah…
    emaknya sibuk masang togel sambil cari kutu…

    Balas
  10. Kasian ya bu.. masa depannya mungkin hancur dan kelak pasti menyesal.. apa orantua mereka tidak belajar dari apa yang mereka alami ya? Kog anaknya ga dikasih panduan

    Balas
  11. speechless Mbak… bingung ngasih solusinya. Tapi terenyuh banget baca kisah ini. Andai saja bisa berbuat lebih :(

    Balas
  12. Sulit ya Bun mengatasinya. Saya pernah menjadi semacam Kakak asuh untuk adik2 putus sekolah ini, tapi ada beberapa yang memang memilih untuk kembali ngamen saja dg alasan bermain di jalanan lebih menyenangkan daripada duduk manis di sekolah :(

    Balas
  13. kapan penyuluhan disekolahnya Pascal bun? hihihi ngarep.
    bun, mau tanya maaf kalau salah ya. mengerti mengenai gigi ga? umur berapa ya gigi susu pertama tanggal? gigi nya Pascal masih bagus semua,apalah berpengaruh nantinya dengan pertumbuhan gigi tetapnya?
    terima kasih

    Balas
    • gigi susu tanggal itu kira2 umur 6 atau 7 tahun,
      lebih baik memang tanggal sendiri mbak

      berpengaruh apa mbak, situasional juga mbak,
      karena dilihat juga dari rahangnya, cukup tempat untuk gigi dewasa apa nggak

      Balas
  14. hiks hiks hiks…

    mbak monda, saya juga kadang tak habis pikir…

    suami saya mengajar seminggu 2 kali di sekolah gratis utk anak2 kurang mampu.

    Masalahnya, anak2 itu motivasi ke sekolahnya kok ga ada sama sekali…kemauan belajarnya juga nggak ada.
    lama2 jadi sering emosi….(semoga Allah memaafkan suami saya, amin)

    Dikasih soal, gabisa
    Diajarin, ribut sendiri, disuruh keluar malah gagguin teman lainnya
    Dikasih iming2 hadiah…maksa pengen dapet dengan cara ga bener…

    Kadang mikir, jangan2 ortunya ga prh kasih motivasi…hiks…gatau deh di mana sih masalahnya….

    sedih banget!

    Balas
  15. Itu semua karena faktor eknomi & kesejahteraan tidak merata, coba kalau semua sejahtera ekonomi keluarganya pasti gak begitu……Selamat hari pendidikan nasiosal…. semoga kedepan generasi bangsa ini benar-benar mengenyam pendidikan denga baik…….:)

    Balas
  16. miris banget ya Mbak Monda kalau lihat anak2 ini mengamen dimana seharusnya mereka bermain dan menuntut ilmu,
    banyak faktor penyebabnya ,seringkali krn faktor ekonomi dan ortu yang malah menghendaki anak2 ini utk ikut mencari nafkah
    salam

    Balas
  17. hmmm.. mungkin juga ada andil dari orang tua Bun :cry:

    miris denger berita kaya gini :?

    Balas
  18. Ini PR kita semua ya mbak..serba salah memang.
    Sebetulnya, yang memberikan kesadaran pertama kali adalah orangtua sendiri, memberi contoh, menanamkan perilaku yang baik.

    Sebelum pensiun, saya selalu punya anak asuh, tak mudah mengasuh mereka sampai jenjang yang tinggi, karena orangtua yang anaknya dibiayai untuk sekolah, pengin si anak menghasilkan duit banyak…maunya instan. Tapi ada beberapa yang kuat tekadnya…walau kondisi keluarga mengganggu.

    Balas
    • banyak juga orang hebat di negeri ini yang berasal dari keluarga tak mampu, tapi tekad kuat untuk meraih hidup lebih baik mampu membuat mereka berhasil

      tekad, itu yang tak ada pada mereka
      ya bu, tiba2 kusadari itu

      Balas
  19. Saya hanya mau berkata begini:
    Bagaimana kita bisa menyuruh anak-anak itu sekolah dulu baru ngamen, atau pakai uang hasil ngamennya untuk sekolah, JIKA dia melihat bapaknya memakai uang hasil kerja untuk beli ROKOK bukan beras, dan pergi BERJUDI, main PEREMPUAN? Anak-anak itu punya MATA. Dan itu akan terus menjadi lingkaran setan di keluarga-keluarga miskin. Kebutuhan untuk makan, tempat tinggal akan menjadi prioritas utama bagi mereka, dan pendidikan? Paling akhir :(

    Dan di situlah Mbak Monda berdiri! Mengadakan penyuluhan. Terima kasih ya mbak… (Sambil membungkuk, aku mewakili teman-teman blogger) (aku yakin dalam melakukan tugas ini mbak juga tidak dibayar ekstra kan?)

    hormat saya…
    EM

    Balas
    • mbak, mohon maaf saya tidak pantas terima penghormatan begitu,
      karena penyuluhan sesuai bidangku, kesehatan, ya paling hanya bisa ikut sedikit memberi saran pada orang tua dan murid,
      malahan kadang juga ngomel dan mengeluh kalau anak2 tak bisa diam,
      karena tak biasa berbicara keras, ngomong sedikit saja tenggorokan sudah sakit,
      salut kepada para guru

      betul mbak sikap orang tua tertanam pada anak,
      pernah ditanyakan pada anak TK pekerjaan bapaknya, katanya kerjaan bapak merokok

      Balas
  20. makanya saya suka malas kasih uang ke anak2 jalanan itu karena mereka bukan terpaksa tapi pilihan mereka aja. Kalau dia pilih sekolah dulu baru ngamen khan bisa juga lho….?

    Balas
    • pernah lihat talk show di TV,
      para pengasuh anak jalanan itu justru minta agar tidak memberi mereka ,
      agar anak2 mau kembali ke sekolah

      Balas
  21. Kapan2 Mbak Monda beri penyuluhan di sekolah saya ya…
    Sekalian kopdar :D

    Balas
  22. Menghela nafas panjang …

    Ok … mungkin mereka harus mengamen untuk menghasilkan uang

    tetapi apakah tidak bisa setelah sekolah dik …

    Saya tidak bisa berkomentar apa-apa …
    Membaca kisah mereka yang harus jalan jauh untuk sekolah saja hati saya sudah trenyuh …
    semoga mereka masih bisa menikmati masa kanak-kanak mereka dengan riang … (walaupun sekolahnya jauh)

    salam saya

    Balas
  23. what can we do for them..?

    Balas
  24. sama sedihnya saya, ketika melihat seorang anak yang datang mo nge-game, padahal saya tau dia ndapetin uang itu dari mengamen. ketika saya nasehati, eh malah dia tidak ke sini lagi. hiks … saya bilang, bukannya lebih baik uang nya dipakai buat sekolah??? ahhh anak2 jalanan, cerita tentang mereka takkan pernah selesai sepertinya :(

    Balas
    • mungkin kata si anak
      “cape deh kena nasihat lagi” he..he…he ..
      tapi bagus itu Nik, mudah2an apa yang disarankan itu bisa masuk ke pikirannya

      Balas
  25. :(
    banyak pekerja anak yang terlena dengan uang :( sedih ihh :(
    padahal kan mempekerjakan anak dibawah umur itu ga boleh *sigh*

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s