Museum Nasional selain memiliki koleksi sejarah seringkali dijadikan ajang pameran. Pameran biasanya digelar di lantai dasar gedung baru yang tersambung langsung dengan gedung lama. Tiket masuk ke Museum ini seharga Rp 5000,-. Museum dapat dicapai dengan memakai bus Trans Jakarta rute Blok M – Kota dan turun di halte Monumen Nasional.
Di Museum Nasional Jakarta pada saat bersamaan sedang berlangsung 2 pameran yang berhubungan dengan budaya mancanegara. Pameran pertama berjudul Color of Uniqueness. Pameran ini adalah kerja sama Museum Nasional Indonesia dengan Guangxi Museum of Nationalities China. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan akan beragamnya khasanah budaya bangsa Indonesia, yang pada aspek tertentu diperkaya unsur-unsur budaya Tionghoa sebagai wujud dari proses akulturasi masa lampau.
Pameran ini digelar di dua negara, yakni Indonesia dari 25 April-31 Mei 2011, sedangkan di China dari 1 Juli-1 November 2011.
Akulturasi budaya Cina di Indonesia sudah terjadi sejak dulu kala. Perlahan beberapa daerah di Indonesia yang ditinggali warga asal Cina mulai terjadi percampuran budaya Cinna dengan kebudayaan asli Indonesia. Mulai dari bahasa, nama tempat, bahkan desain arsitektur, kuliner, seni kriya dan kain tradisional.
Pameran menampilkan sekitar 200 buah koleksi. Dari Museum Nasional 106 koleksi, Guangxi Museum of Nationalities China 92 koleksi, dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Trowulan dua koleksi.
Take a picture with me, ajakan untuk berfoto dengan foto keluarga yang berpakaian salah satu suku bangsa di Cina.
Dari Cina yang dipamerkan antara lain pakaian adat berbagai suku bangsa di sana, perhiasan, kain dan lukisan tradisional. Dari Indonesia dipamerkan kain dari berbagai daerah, songket, batik, tapis, alat musik (gambang kromong), seni kriya, wayang potehi.
Pameran kedua adalah Pameran koleksi topeng dari Mexico. Topeng dari berbagai daerah di negara ini seperti halnya di negara kita dipakai pada tari-tarian dan perayaan hari tertentu yang disebut Holy Week, Karnaval, Day of the Dead, dll.
Pameran topeng Mexico ini akan berlangsung hingga tanggal 12 Mei 2011. Pameran diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Mexico dengan menampilkan kurang lebih 50 buah koleksi topeng yang dikumpulkan selama kurun waktu 50 tahun oleh Profesor Estela Ogazon dan antropologis Jaled Muyaes.
Koleksi topeng ini ada yang tampak lucu misalnya koleksi topeng binatang seperti macan, kijang, jaguar, dan ada pula yang menyeramkan seperti topeng kematian dan demon yang membuatku mempercepat langkah .






Mbak Mon, budaya cina tampaknya sangat banyak masuk dan menjadi budaya indonesia. Kalau melihat pada pakaian pengantin2 Melayu dan Minang khususnya, itu kan mirip singgasana dan busana raja-raja Cina jaman dulu. Di dinding rumah gadang juga banyak ukiran burung hong dan bunga peony. Dua benda itu kan gak ada di tempat kita, tapi kok dibadikan di ukiran? Aku suka bertanya2 sendiri tentang ini
Ping-balik: Batikkan harimu – Batik Sepanjang Masa « Kisahku
info ini sangat bergna bgi sya utk mengrjkan tgas sya….
wah saya baru tahu . layak dilestarikan acara2 kayak gini spya kita kenal budaya sendiri dan budaya orang lain terimakasih infonya
trimakasih untuk info nya Mbak.
sangat membantu tugas saya untuk mengetahui apa aja isi dari pameran yang diadakan Indonesia-China ini.
Sayangnya ternyata informasi untuk acara yang sama ini di China masih gak dapet nih.. Apa para wartawan dari China ga tertarik untuk mempublikasikan hal ini yah?
Yah semoga budaya Indonesia makin oke dan mampu bersaing dengan negara lain deh. Siapa tahu ini bisa menjadi nilai jual dari Indonesia..
Peace ^^
hai Tina, senang bisa berguna
mungkin karena pameran di Cina masih bulan depan, padahal waktunya lebih lama ya, sampai November
tugas tentang apa ini Tina
trims sudah kemari ya
Begitu baca judulnya, saya langsung tahu, Mbak, lokadinya di Monas. Soalnya kemarin malam kebetulan saya naik busway lewat sana dan melihat jadwal jadwal acara yg dipampang di depan.
Saya mbatin, pengen dateng ke sana lihat2. Hmm, udah baca disini, jadi pengen ke sana, mumpung masih ada.
sip mbak ditunggu ceritanya ya..
Pasti keren pamerannya, apalagi saya termasuk penggemar sesuatu yang berbau Amerika Selatan…ah, kapan ya saya bisa kesana?
Thanks informasinya mbak Monda, semoga negara kita menjadi negara yang kian berbudaya
apa mbak yang buat tertarik dengan Amerika Selatan?
bahasanya dan musiknya yang romantis itukah he…he..
mudah2an ya mbak pameran budaya bisa menjadikan negara kita tambah berbudaya
wah aku baru tahu Angke atau ang -ker itu dari bahasa cina dan artinya bangkai -darah… Pertamanya aku pikir angker dr bhs belanda karena ada bir anker kan? hehehe
Wah ingin ke sana, Banyak yang bisa dipelajari sepertinya.
EM
pas mudik udah abis pamerannya mbak,
tapi di gedung baru itu penataannya lebih masa kini deh dan berac, jadi nyaman buat anak2
btw, ankernya belanda itu artinya apa ya…