Di reuni sekolah kami yang bertempat di gedung sekolah yang lama kami bertemu denga para guru yang pernah mendidik kami dahulu. Mantan murid maju satu persatu ke depan untuk mengenalkan dirinya kembali, agar para guru bisa mengingat kami yang penampilannya sudah tak beseragam putih biru lagi.
Tak disangka setelah mantan Kepala Sekolah dan para guru sedikit bercerita kenangan tentang kami, salah seorang guru, ibu Sri menyampaikan petuahnya dengan cara lain. Beliau membacakan puisi karya Asrul Sani untuk kami, berjudul Surat Dari Ibu.
Tak terasa tetesan air mata mengalir di pipi kami, merasakan kasih sayang guru kepada murid-muridnya. Isak tangis mulai terdengar, tisue dikeluarkan untuk menyeka air mata.
SURAT DARI IBU
Pergi ke dunia luas, anakku sayang
pergi ke hidup bebas !
Selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinar daun-daunan
dalam rimba dan padang hijau.
Pergi ke laut lepas, anakku sayang
pergi ke alam bebas !
Selama hari belum petang
dan warna senja belum kemerah-merahan
menutup pintu waktu lampau.
Jika bayang telah pudar
dan elang laut pulang kesarang
angin bertiup ke benua
Tiang-tiang akan kering sendiri
dan nakhoda sudah tahu pedoman
boleh engkau datang padaku !
Kembali pulang, anakku sayang
kembali ke balik malam !
Jika kapalmu telah rapat ke tepi
Kita akan bercerita
“Tentang cinta dan hidupmu pagi hari.”
Aku yang tidak mengenal banyak puisipun terlarut dengan kalimat-kalimat indah ini. Sajak ini rasanya menggambarkan doa seorang ibu agar anak kuat berjuang dan mencapai cita-citanya tanpa melupakan asal-usulnya seperti si Malin Kundang.
Sejak itu aku mencari puisi ini dan menyesali mengapa waktu itu tak bertanya langsung kepada bu guru, karena kami semua langsung larut dalam pelukan. Keharuan membuatku tak dapat mengingat judul puisi, hanya pengarangnya yang kuingat. Alhamdulillah suatu kali membaca potongan puisi ini di tempat ummurizka, dan dari beliaulah kudapatkan puisi lengkapnya. Terima kasih ya mbak.
Maey Clluw Claluw
April 10, 2013
apaaa sihh maknaa yg terkandung dalam puisi tersbtt,,,,
Rizkia
Maret 10, 2013
bagaimana cara membaca puisi ‘surat dari ibu’ dengan nada yang indah dan sesuai?
Azzahra
Februari 26, 2013
Bagus,mnghapal nYa juga sgt mudah
cantika
April 30, 2012
arti setiap katanya apa ?
novi
September 30, 2012
di cari aja
SYaira
November 30, 2012
Mungkin artinya itu nasehat ibu..
saat pagi hari, anak diperbolehkan pergi keluar rumah,, jika sudah malam, harus pulang
alma rahmawati
Februari 14, 2013
itu puisinya tentang seorang anak yang pergi merantau ….
lozz akbar
Februari 5, 2012
Asrul Sani saya tahu, tapi puisinya saya baru tahu kali ini.. wah saya benar-benar tertinggal nih tante soal dunia puisi..
ardiansyahpangodarwis
Februari 5, 2012
wah saya banget
hehehe
rivai
Februari 4, 2012
ndak bisa buka blog spot..
tapi wordpress bisa
dmilano
Februari 4, 2012
Saleum,
Aku pun sempat termangu baca puisi tersebut… merseap ke hati.
monda
Februari 5, 2012
Puisi yg sangat indah ya
krismariana
Februari 4, 2012
Mbak, puisi itu menyentuh sekali. Kata-katanya bisa seperti merasuk ke dalam hati. Penulisnya keren sekali
monda
Februari 5, 2012
indah dan menggetarkan ya,
orang yg awam saja sepertiku ini sungguh terpesona
Dewifatma
Februari 4, 2012
Puisi yang bagus banget ya, Mba..
Jaman dulu mbacanya nggak ada perasaan gimaaa gitu. Kalo sekarang rasanya nyesek
monda
Februari 4, 2012
mungkin karena sudah bisa lebih menghayati ya mbak..
marsudiyanto
Februari 4, 2012
Saya jadi mulai tertarik puisi Mbak…
Saya bukan penggemar puisi, tapi untuk puisi tertentu saya kagum luar biasa
Makasih sharing puisinya
monda
Februari 4, 2012
saya juga hanya tau beberapa puisi,,
karena dulu pernah sangat berkesan,
satu lagi puisi yang pernah saya masukkan di Kisahku ” Beri Daku Sumba ” karya Taufik Ismail, ada di sini pak
http://mondasiregar.wordpress.com/2011/02/11/rinduku-pada-sumba/
monda
Februari 4, 2012
he..he.. lupa, ternyata pak Mars sudah pernah komen di Beri Daku Sumba
Ni Made Sri Andani
Februari 4, 2012
Wah.. waktu SMP pusi ini pernah jadi puisi wajib lomba baca puisi di kotaku. Waktu itu membacanya dengan pemahaman sebagai seorang anak..
Dan membacanya sekarang, ketika telah menjadi seorang ibu, rasanya memberi makna yang berbeda lagi..
Thanks Mbak Monda
Budiman Firdaus
Februari 4, 2012
dan saya pun teringat akan ibu di kampung,
Orin
Februari 4, 2012
Waktu SMP rasanya Orin pernah disuruh membacakan puisi ini di depan kelas Bun, dan emang hampir nangis..
monda
Februari 4, 2012
Orin pintar banget baca puisi, menghayati banget ya.,, mengharukan memang ya
septarius
Februari 4, 2012
..
saya baru pertama ini baca Bu Monda, tapi sudah langsung suka..
sangat menyentuh, banyak pesan dan penuh makna…
salam..
..
monda
Februari 4, 2012
indah puisinya ya, karya orang besar sih ya
alinaun
Februari 4, 2012
Monda, ini reuni sD, SMP, atau SMA? gak ketemu sudah berapa lama? pasti mengharukan selai :’)
monda
Februari 4, 2012
Reuni smp, udah 20 tahun lebih nggak ketemu
Allisa Yustica Krones
Februari 3, 2012
Pertama kali baca puisi ini di pelajaran Bahasa Indonesia di SMP, kak…bagus banget memang ya..
anny
Februari 3, 2012
Reuninya penuh makna dengan kehadiran puisi keren itu ya bunda
saya terharu baca puisi itu, apalagi kalau sampai dibacakan oleh guru kita
monda
Februari 4, 2012
Kejutan yang manis ya teh
Evi
Februari 3, 2012
Puisinya cantik Mbak Mon, Asrul Sani is the best..Seorang lelaki bisa mengungkap cinta yg dalam dari seorang ibu, dan emosinya tune up pula, menurutku jenius!
monda
Februari 4, 2012
iya ni, sudut pandangnya itu ibu ya, unik,
bukan ayah sesuai penulisnya
Bibi Titi Teliti
Februari 3, 2012
mbaaaaa…
setelah sekarang punya anak…
jadi lebih bisa memahami puisi itu…
Jadi lebih bisa pula memahami perasaan mama ku…
Ternyata jadi ibu dan harus perlahan lahan melihat anaknya semakin besar itu gak mudah ya mbaaa…*sedikit sakit hati ketika Kayla pulang sekolah langsung pengen pergi main…sedangkan aku masih kangen dan masih pengen cerita cerita…hiks*
monda
Februari 4, 2012
he..,he..,iya Ry., apalagi semakin besar makin anak pengen punya waktu main sama teman ya, waktu dgn ortu makin berkurang
jarwadi
Februari 3, 2012
mendadak saya jadi smp membaca asrul sani surat dari ibu