Sampah Elektronik

Perkembangan teknologi masa kini membuat peralatan elektronik cepat berganti model dan fungsi.  Ingat tidak dahulu ada  video player a la Betamax yang kasetnya besar, kemudian berganti dengan LD player, vcd player dan dvd player. Lalu ke mana barang-barang lama yang sudah ketinggalan model itu, dibuang atau disimpan sajakah?

Telepon genggam, dahulu yang besar sekali, sekarang sudah semakin tipis dan kecil. Setelah itu ada pula telepon genggam baru dengan fitur yang lebih baik.

Kitapun tergoda untuk membeli barang dengan model terbaru, karena takut ketinggalan jaman. Memang mungkin untuk sementara kita bisa bilang  telepon lamaku sudah dibeli orang kok. Tetapi bila tiap orang ganti telepon genggam semudah mengganti baju, produk baru akan tumbuh terus. Demikian pula dengan komputer, laptop dan barang lektronik lainnya.

Alat elektronik  terbuat dari berbagai macam bahan. Ada plastik, tembaga, PCB, timah, emas, perak dan kobalt. Zat-zat ini sangat beracun Jika racun dari sampah elektronik ini masuk ke dalam tanah maka akibatnya bisa meracuni mahluk hidup.

Cara pengambilan logam-logam berbahaya itu  dengan ditambang dari dalam perut bumi. Bisa dibaca  di artikel Coltan  yang ditulis oleh Nana Harmanto sebagai penulis tamu di Tuti Nonka’s Veranda. Penambangan coltan dari perut bumi Kongo merusak hutan  habitat gorilla dan menimbulkan lubang menganga di permukaan. Hasilnya dibelikan untuk senjata dan tumpahlah perang saudara.

Telepon genggam dan komputer menghabiskan 3 persen hasil tambang emas dan perak. Padahal tanah bumi harus digali 1 ton hanya untuk mendapat 1 gram emas. Indonesia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang banyak menghasilkan sampah elektronik.

Maka, untuk alat elektronik tetap dipakai simbol 3 R  : Reduce, Reuse, Recycle. Pilihlah barang elektronik dengan kode ini.

simbol recycle

Untuk mengatur sampah elektronik ini ada perjanjian Basel (Basel Convention) yang diawasi oleh PBB.

Selamat Hari Lingkungan Hidup.

Artikel ini  dibuat untuk  berpartisipasi dalam  tantangan yang dikemukaan oleh sahabat blogger y Mas Alamendah . Selamat  Hari Lingkungan Hidup   5 Juni 2011

About these ads

59 thoughts on “Sampah Elektronik

  1. arifin pan berkata:

    yg lbh baik, limbah yg ada dimanfaatkan utk nambah ekonomi karna masyarakat kita pada umumnnya ekonominya msh lemah. trims gan

  2. Saya sempat membaca tulisan comprehensif dari Nana Harmanto di Blog nya Bu Tuti …
    dan sungguh ini pengetahuan baru bagi saya …
    Betapa sulitnya mendapatkan logam Coltan tersebut … dan yang tragisnya penambang coltan (bahkan negaranya) tidak mendapatkan imbalan yang setimpal dari logam berharga ini

    Salam saya Kak

  3. Jadi teringat 2 mantan hape yg teronggok di laci Bun, mau dibuang ke tempat sampah biasa takut tidak bisa terurai dan malah meracuni tanah, bingung jg ngebuangnya kemana hape2 rusak itu :(

  4. Perlu pemikiran bersama untuk sampah jenis ini. Bahan kimia berbahaya itu, dampaknya pasti jauh lebih berbahaya daripada sekedar sampah biasa…

    Selamat buat partisipasinya di blog mas Alam ya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s