Setelah cuci mata di Museum Antonio Blanco, kami terus naik ke utara ke arah dataran tinggi. Sebetulnya di Ubud banyak wisata lain, ada Neka Art Museum, apalagi bagi penggemar olahraga ada wisata trekking di perbukitan Ubud, rafting, seandainya bisa dicicipi semua.
Jalan raya di Bali sungguh mulus, lihat jalan di Cempuhan, selepas Ubud, hampir-hampir tak ada jalan berlubang, petunjuk jalan lengkap, dan banyak jalan alternatif. Pendudukpun bisa menjelaskan ditel kalau kita menanyakan jalan dan memberi alternatif terbaik seperti ibu penjaga warung di Bedugul ketika kami bertanya jalan ke Tanah Lot, hanya kadang-kadang agak susah menangkap ucapan yang kental dengan dialek Balinya. Berkali-kali kami bertanya untuk meyakinkan meskipun ada peta, tak pernah ada yang tak tahu arah. Obyek wisatapun demikian, hanya sepenggal sawah berundak di lereng bukit di desa Tegalalang sudah terdata di buku dan brosur wisata (slideshow). Betul-betul wilayah yang sangat siap menyambut wisatawan.
Ke utara kami menuju ke Kintamani yang di sepanjang jalan banyak ditemui kebun jeruk tak berpagar sehingga bisa mampir numpang narsis. Di Kintamani ini dapat terlihat gunung dan danau Batur, udaranya tentu saja sejuk. Mau tahu ditel tentang Kintamani? Ke blognya Clara saja ya.
Dari Kintamani kami ke selatan menuju desa adat Penglipuran di wilayah Bangli. Jika mau kita bisa bertanya ke petugas loket rumah mana yang mendapat giliran untuk dimasuki. Tapi, kami merasa takut menganggu privasi, jadi tak kami lakukan (dulu kami merasa tak nyaman ketika halaman rumah orang tua kami di daerah sering dipakai untuk berfoto turis lokal, meskipun sudah kami beri ijin he..he..).
Kedatangan kami berlibur bertepatan dengan hari raya Kuningan, sehingga suasana sangat meriah, rumah-rumah dihiasi penjor, dan banyak ditemui penduduk berpakaian adat membawa sesaji berangkat sembahyang ke pura, seperti ke Tanah Lot.
Keesokan harinya kami ke Bedugul yang sejuk dengan dua danaunya, danau Bratan dan danau Buyan, dan dilanjutkan dengan ke Tanah Lot. Tetapi, tentu saja mampir sejenak menghampiri duren yang melambai-lambai minta disantap. Jalan menuju Tanah Lot ini melewati desa-desa yang asri, jadi tak bosan menyetir ketika giliranku tiba, bisa berjalan perlahan menikmati pemandangan desa yang asri dan dihiasi penjor di sepanjang jalan. Perjalanan di Bali ditutup dengan kunjungan ke GWK dan Dreamland, sepotong pantai yang berpasir halus lembut dan ombak besar yang bergulung indah.
This slideshow requires JavaScript.

Sayang sekali jika belum mengunjungi beberapa tempat wisata yang menarik di Bali.
semoga makin banyak wisatawan lokal yang berkunjung ke bali
Bali…
memang tiada duanya ya Mbak…
meskipun berkali kali kesana
tetep aja gak pernah bosen
Pose di kebun jeruknya manteb, Mbak
Pas banget buat iklan nutrisari
waaah setuju banget! Cocok tuh mbak monda jadi bintang iklan Nutrisari… (saya suka nutrisari soalnya)
EM
waduh bun….lihat photo photonya ngiler neh..kapan liburan ke Bali gitu satu keluarga …:)
nggak sabar ah..mau lanjut part berikutnya…
suka banget foto pantai dan ombak itu bu..bagus banget.
Rumahnya orang Bali emang bagus2 ya Mbak Monda…
Banyak bunga2 aneka warna…
Apalagi di tempat asalnya yah… ditambah sedang perayaan Kuningan…
di Jakarta aja ada rumahnya orang Bali yang bunganya warna warni itu..
pingin foto tapi takut..
wong rumahnya dipagarin trus dikunci.. hihihi ^_^
Masyarakat Bali memang paling siap menyambut wisatawan. Mereka sadar betul bahwa kehidupan mereka sangat bergantung pada wisata. Keramahan, pelayanan yang tulus, sudah mendarah daging …
Mbak Monda nyetir di Bali? Waah … asyik banget
.
Ngiler lihat jeruk-jeruk ranum yang dipetik Mbak Mon …
sukaaaa banget sama foto2nya , bagus2 dan keren2 semuaaaaa nya……….
maaf oot : mbak Monda , aku tinggalin message di fb barusan
salam
Tante.. lemparin jeruknya satu aja ya
sekwintal juga cukup kok uncle
Jadi pengen ke Bali..hiks…
Aih seru liburannya Bun… emang ga pernah bosan kalo pergi ke Bali ya Bun
rasanya masih banyak yang kurang Rin, mau deh tambah seminggu lagi…,tapi apa kata dompet……?
yeeee.. yang baru aja sama-sam menikmati Bali
mama monda itu gallery fotonya pake applikasi apa ya?
ini langsung buat di dashboard wordpress aja kok
Ooo… saya baru tau ternyata bisa langsung dari wordpress ya
iya KIn, gampang kok
upload aja beberapa foto sekaligus , setelah itu ada tawaran mau buat galeri atau slideshow, gitu aja
Asyiknya Bunda ke Bali
Foto Bunda yg lagi metik jeruk lemon cuantikkknyaaaaa
trims mbak Anny,
Jadi merasa malu karena gak terlalu banyak tahu tentang Ubud
ah biasanya itu Ann, akupun tak banyak tahu wilayahku sendiri
wah asyiknya bisa jalan kesana apalagi ngliat jeruk yang sudah menguning dan siap disantap….Hmmm suweger!!
kalap deh lihat jeruk ranum sebanyak itu ha..ha..
Duuuuh Baliii..indahnya. Masih ada part ke-3 kah bun? hehehe
belum tau nih, belum ada ide bun he..he…
Subhanallah… itu pemandangan alamnya indaaaah bangeeet…..
lebih indah lagi kalau asop yang fotoin …pasti deh
Saya suka Bali daerah tengah seperti yang Ibu tuliskan: Ubud, Kintamani, dlsb…
Menurutku, daerah itu masih cukup asli dan asri dibanding daerah selatan seperti Kuta yang sudah tak ada bedanya dengan kota-kota pantai di Australia sini…
Saya sendiri tak terlalu suka daerah Bali utara…
oh ya sama mas, makanya tak semua pantai terkenal kami datangi, terlalu bule
daerah tengah memang lebih indah dan sejuk lagi ya…
gunung apa itu bunda namanya???
seneng banget kalau lihat langit..
Gunung Batur, Mab
kalau turun ke arah danau Batur bisa menyebrang ke desa Trunyan yang terkenal unik cara penguburannya, sayang kami tak ke sana
yang upacara ngaben bukan bun??
bukan Ngaben, di Trunyan jasad orang meninggal hanya diletakkan begitu saja di bawah pohon, katanya sih tidak berbau
kalau ngaben mah dibakar ya bun..
oh ya yang diletakkan di bawah pohon ya, pohon apa yah itu namanya yang baunya wangi..
waduuuh jeruk dan modelnya sama-sama cakep…
he..he…, trims ya mbak
Senang melihat oleh oleh foto dari Tante. Apalagi pas Tante memetik jeruk yang udah menguning.. Seger..
kalap deh Ain lihat kebun segitu luasnya dengan buah yang ranum semua he..he..
ahaaa … sudah dibuka komennya sekarang …
I just wanna say …
Object wisata yang dipilih kak monda … pilihan paten …
salam saya Kak
sorry oom, kadang kotak komen itu sudah tercentang, kadang belum
saya ngeh setelah tulisan terbit, buru2 diperbaiki lagi
kakak niy, kirain komen nya baru mo dibuka klo ceritanya dah kelar hehehe
terus kak ceritanya, aku mo catetin, biar klo pas ke bali udah g bingung nyari2 tempat yg mo didatengin *tiket sudah di tangan hehehe*
rupanya kotak komen nggak kecentang, jadinya komen tertutup ya, sorry
sayangnya cuma sebentar ya di sana, tak banyak juga yang dilihat
cari buku petunjuk Nik, nanti deh kutambahin lagi biarpun sedikit ceritanya ya
jeruknya dibawa untuk oleh2 ga bun?
cukup buat numpang mejeng aja mbak, he..he..