Senang tak terkira ketika masuk ke halaman Museum Antonio Blanco menemukan sangkar burung yang diisi dengan beberapa burung berbulu putih mulus. Kutebak burung itu adalah jalak Bali seperti pernah kulihat di media cetak. Burung endemik Bali (hanya ada di Bali) ini di alam nyaris punah. Kulihat keterangan di bawahnya, ternyata benar, burung inilah burung Jalak Bali yang terkenal itu. Ini pertama kali kulihat, tak apalah walaupun hanya di sangkar bukan di alamnya.
Ada cerita lucu yang membuatku tak melupakan si Jalak Bali ini. Pada suatu ketika aku ditelfon untuk seleksi sebuah acara. Untuk menjadi pesertanya aku harus menjawab beberapa pertanyaan. Si penelfon menanyakan nama burung endemik Bali yang nyaris punah. Ketika kujawab Jalak Bali, dia bilang salah, jawaban yang benar adalah Curik Bali. Kusangka betul ada burung lain, tetapi ternyata keduanya adalah burung yang sama.
Jalak Bali atau Curik Bali, Rothschild’s Myna (Leucopsar rothschildi) , burung berkicau yang hanya ditemukan di hutan Bali Barat. Bulunya putih, warna hitam hanya di ujung ekor dan sayap dan pipi berwarna biru. Besarnya kira-kira 25 cm. Penampilan cantiknya ternyata membawa kemalangan, Jalak Bali menjadi incaran kolektor sehingga ditangkap dari alamnya, selain karena rusaknya hutan yang menyebabkan populasinya cepat menyusut dan terancam punah.
Menurut mas Alamendah di Buleleng telah berdiri pusat penangkaran sejak 1995, demikian juga di seluruh dunia. Satwa ini oleh pemerintah dilindungi undang-undang. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Jalak Bali merupakan satwa yang dilarang diperdagangkan kecuali hasil penangkaran dari generasi ketiga (indukan bukan dari alam).
Ada lagi hewan endemik Bali yang punya nama terkenal, anjing Kintamani. Kurasa hewan yang kulihat di Desa Adat Penglipuran, Bangli adalah jenis ini, betulkah?. Jenis anjing ini telah diakui sebagai anjing trah asli Indonesia. Yang telah diakui oleh Perkin, Persatuan Kinologi Indonesia (The All Indonesian Kennel Club) adalah yang berwarna putih spesifik yang memilik ciri khas bulu gumba, yaitu bulu pada punggung yang lebat dan panjang, dan bulu badong, bulu pada leher yang lebat sampai ke punggung dan menyatu dengan bulu gumba.
Sejak ditetapkan sebagai anjing trah asli Indonesia, maka Anjing Kintamani-Bali telah dapat mengikuti berbagai pameran kinologi yang diselenggarakan oleh Perkin. Saat ini sedang diupayakan agar anjing Kintamani mendapat pengakuan internasional. Dari seluruh anjing ras yang diakui secara internasional, belum ada satupun yang merupakan anjing ras asli Indonesia.Pengakuan sebagai anjing trah asli dari Indonesia hanya dapat diberikan oleh FCI, Federation Cynologyque Internationale, sebuah organisasi internasional yang berwenang membuat daftar anjing-anjing ras dunia, yang berpusat di Belgia.
(sumber : dari sini )




Ping-balik: Pengalaman Pertama Sebagai Peserta Kuis Televisi « Kisahku
wah foto jalak bali yang di wikipedia itu keren ya.
Nah ini dia akhirnya aku tahu anjing trah asli Indonesia. Anjing kintamani ya?
Ada yang lainnya ngga ya? Nanti deh gugling lagi
EM
aku pernah juga ke museum antonio blanco itu
tempatnya super keren ya Mbak…
bikin betah pengunjungnya gitu
mau tuh aku tinggal disana…
hehehee
dulu waktu berkunjung ke bali, saya pernah lihat anjing kintamani. lalu oleh guide kami diberitahu bahwa anjing itu dijaga agar tidak sampai keluar dari bali. tapi saya ragu, mungkinkah bisa spt itu? saya pikir, menarik juga kalau ada anjing ras asli indonesia. dan anjing kintamani itu bagus menurut saya. lucu hehe. *lha wong saya suka anjing… anjing apa aja jadi lucu*
suami piara burung Jalak Mbak.. tapi aku nggak tau itu Jalak Bali atau bukan…
warnanya hitam… berarti bukan yah?
mengingat populasinya menurun akibat penangkapan burung Jalak, aku jd merasa bersalah… aku sebenernya nggak terlalu setuju sih dgn hobi burung ini… kan kasiaaan >.<
OOT, Mbak Monda, selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan utk Mbak Monda dan keluarga… mohon maaf lahir batin yah Mbak..
Jalak Bali kebanyakan di bru & dipiara di dalam sangkar mbak, disini banyak saya temui yang miara jalak bali
Senang banget mbak bisa wisata ke bali. Tentu menjadi sesuatu yang amat menyenangkan karena bisa menyaksikan secara langsung keeksotisan pulau dewata ini. Apalagi bisa melihat satwa endemik sana yaitu burung jalak bali yang sepertinya semakin langka ya dan harus terus dilestarikan
semua daerah baru yang didatangi selalu punya pesonanya sendiri2 dan jalan2 itu selalu berkesan deh
Burungnya kecil, lucu, imut, dan bikin gemes aja. Sayang dah nyaris punah. Ah, itulah manusia, lihat yang cantik dikit langsung sikat tanpa memikirkan akibat…
Salam sayang dari BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…
haolo Deniz apa kabar?
ada satu lagi yang endemik dari Bali nih Tante tapi sudah punah, yaitu harimau Bali.. sayang ya kita enggak bisa lagi melihat si raja rimba hutan pulau dewata..
semoga jalak Bali atau satwa-satwa nusantara lainnya tidak ikutan punah seperti halnya harimau Bali
pernah dengar juga uncle harimau Bali sudah punah
mudah2an harimau Jawa jangan sampai ikut2an ounah juga ya
Kumplit bener reportasenya, Mbak. Sampai hewan endemik juga ada postingan tersendiri.
Dulu om saya miara burung ini, Mbak. Gak tau kalo ternyata dilindugi. Tapi sekarang sih udah raib, dicolong orang.
yang dilindungi memang dari alam,
tapi kalau sudah sampai ke tangan kolektor bagaimana ya taunya itu dari alam atau hasil penangkaran
inilah khas nya tulisan Mbak Monda yg aku sangat suka,


selalu berisikan cerita yang sangat jelas komplit dgn foto2nya
kapan ya aku bisa nulis kayak gini, bisa menyimpulkan apa yg dilihat , hingga jadi tulisan yg menarik dan enak dibaca , serta sekaligus menambah wawasan bagi yg baca
salut Mbak
salam
bunda, trims
aku malah pengen seperti bunda yang idenya selalu baru tiap hari
pasti waktu org itu bilang jawaban bunda salah, kening bunda berkernyut,,, heheh
jadi pengen liat langsung si jalak bali, semoga saja tetap terjaga kelestariannya
ya, sampai bingung Mab, kirain saya yang kurang update, padahal memang iya he..he…
Saya malah belum pernah lihat jalak bali.. kalau Anjing Kintamani saya suka karena jenisnya mereka memang beda dari anjing-anjing kampung (hasil kawin campur).
iya ya bagaimana ya cara menentukan keaslian ras anjing Kintamani, apa mesti cek DNA ya
Hmm…, seperti saya tidak begitu yakin, tapi gambar yang terakhir itu rasanya anjing kampung biasa yang kebetulan berwarna putih dan bukan anjing Kintamani.
iya kayaknya bukan ya bli, baru ngeh sesudah baca ditel anatomisnya
berarti si yang bikin acara itu geblek juga dong ya. masa punya pertanyaan tapi jawabannya gak tau kalo ada nama lainnya….
iya..pengen ditoyor aja itu he..he..
Beneran nih belajar lagi disini..
Jalak bali nya lucu banget,..
Bunda,apa kabar semoga sehat selalu..
Nchie beredar lagi, alhamdulillah, sehat kan?
Yang jelas, saya belajar lagi biologi disini….
dan cerita mbak Monda sangat jelas, juga gambarnya sangat jernih.
terima kasih bu
gambar yang itu punya Wikipedia bu
Senang ya mbak bisa jalan-jalan.
Pernah baca tentang burung Jalak Bali tapi baru lihat penampakannya sekarang. Imuuuttt……
pantes saja jadi incaran para kolektor burung.
cantik itu ternyata bisa bawa bencana ya mbak
semoga tetap lestari ya bun jalak balinya
Burung tersebut kan salah satu kekayaan fauna di Indonesia.
iya mas semoga semua satwa ini hidupnya aman tentram dan tetap abadi
Jalak bali! Bagus banget deh….
cantik dan imut ya Sop
Kebetulan saya dekat dengan lokasi TNBB (Taman Nasional Bali Barat), salam dari Jembrana
bli sudah pernah ke TNBBnya? udah pernah lihat di alam ?
tetapi walaupun endemik, bisa gak kak di pelihara di Kaltim, soalnya pernah ada yang nawarain, Jalak Bali – Jalak Bali…
bisa kayaknya, foto atas punya Wiki itu dari kebun bintang di amrik sana lho
ouw,jalak Bali sama dengan Curik bali to Tante..
anjingnya lucu, warnanya putih..
hehehhe
ternyata memang sinonim Prit,
Pertamax yah bun..
waduh bun..sejak peristiwa musibah dari motor kemarin *baca; menghindari anjing yang lari menabrak motor kami…* saya jadi semakin ngeri melihat binatang ini….di Bali bersliweran yah bun sama kayak di Bintan sini….saya ingat waktu di ubud..duduk dibalai untuk bertanya tanya dengan responden pas penelitian….eh tiba tiba waktu mengok kebelakang, dibelakang saya sudah ada duduk anjing berwana gelap besar…pas persis dibelakang saya..gimana saya nggak langsung *girap girap* kaget sangat bahasa jawanya…hiks….
pasti kaget banget ya sampai girap-girap he..he..dapat lagi kata baru
hati2 lagi deh di jalan ya mbak
ditandain aja daerah yang sering keliaran hewan, pelan2 aja jalannya