Kapan terakhir kali mengikuti upacara pengibaran bendera? Mungkin sewaktu masih sekolah ya?
Dahulu sewaktu sekolah, beberapa kali aku ditunjuk menjadi petugas upacara , meskipun tidak menjadi petugas utama yang mengibarkan bendera, tetapi bagian dari pasukan 17, cuma tingkat kotamadya saja. Padahal bila sebagai peserta aku sering merasa pusing, pandangan terasa menguning, maka sering mengundurkan diri dari barisan. Berulang kali menolak karena takut pingsan dan memalukan di lapangan , tetapi tetap saja ditunjuk karena alasan tinggi badan ha..ha.. Sebagai petugas mungkin karena lebih banyak deg-degan menunggu waktu tampil, tak terasa keliyengannya
Pengalaman sebagai peserta upacara kira-kira 2 tahun lalu lain lagi. Peserta sudah terkumpul di lapangan, inspektur dan komandan upacarapun sudah tampak, waktu sudah lewat beberapa menit, tetapi upacara belum juga dimulai. Apa sebabnya? Ternyata, pasukan pengibar bendera dari salah satu sekolah menengah atas di wilayah kerja kami terlambat datang.
Ketika mereka datang, upacara segera dimulai, tanpa sempat memeriksa persiapan bendera.
Tiba saat pengibaran bendera disertai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya (paduan suara sangat bagus, dengan solois seorang anak SD bersuara tinggi melengking yang suaranya membuat banyak orang merinding dan meneteskan air mata), petugas pengibar sempurna membentangkan bendera.
Tiba-tiba tak disangka ada insiden, ketika dikerek ternyata simpul pengikat tali tiang sudah sampai di ujung tiang bendera dan berhenti tak bisa dikerek lagi, sedangkan bendera masih setengah tiang. Peserta upacara terus menyanyikan lagu kebangsaan sampai selesai, tetapi petugas pengibar masih berkutat menarik turun benderanya. Akhirnya dengan diiringi tatapan seluruh peserta bendera dibuka dan dibetulkan posisinya dan dikibarkan tanpa diiringi nyanyian lagi.
Selesai upacara kulihat para petugas menangis tersedu-sedu dimarahi guru pembimbing, keterlambatan mereka ternyata karena menunggu salah satu petugas yang terlambat datang. Kasihan melihatnya, tetapi miris juga, menjadi petugas pengibar bendera memang tidak mudah.

seharusnya guru pebimbing tidak perlu memarahinya sebab tanpa dimarahi petugas itu sudah sangat amat bersalah deh…
wah dulu aku sering jadi komandan atau jadi pengibar bendera juga. Kalau komandan aku sering takut pingsan, sama seperti mbak Monda, dipilih krn tinggi badan. Tapi kalau paskibra itu karena memang ada 3 orang yang tingginya sama, jadi kami bertiga selalu menjadi paskibra. Tapi kami selalu takut salah, sehingga sebelum upacara pasti mencoba membuka bendera dan melipatnya beberapa kali. Salah melipat bisa-bisa terbelit dan tidak berkibar, sehingga kami extra latihan untuk buka tutup bendera.
Insiden yang pernah terjadi yaitu bendera sudah sampai atas padahal lagu belum selesai, atau lagu sudah selesai, tapi bendera masih separuh tiang jadi ngebut.
Ah kalau ingat masa-masa itu jadi ingin kembali sekolah
EM
hehehhee insiden itu pasti tidak akan terlupa oleh seluruh peserta upacara ya Mbak….
bener bener di luar dugaan
bisa membayangkan, gimana menyesalnya si pengibar bendera
alhamdulillah sewaktu sekolah dulu, engga pernah mengalami kekacauan
walau tinggi semekot, tetep masuk tim paskibra, tapi tentu bukan bagian yang ngibarin bendera hahaha … yang penting bisa menjalankan tugas dengan sesempurna mungkin deh.
petugas bendera slalu jadi perhatian orang banyak tuh, hehe…saya pernah jadi pengibar merah putih..
kalo saya pernah putih diatas..merah dibawa…wah malu banget deh mbak,,
hiii….kebayang paniknya dan rasa bersalahnya si pengerek bendera itu, kasian banget ya BuMon
salam
wah kalo aku yg jadi pengibar bendera trs ngalami kejadian seperti itu pasti rasanya panas dingin, udah malu, ditambah takut dimarahin gurunya… . hufht.
Masing2 posisi punya tanggung jawab yang berat, maka dari itu marilah kita tunaikan amanah yg ada pada kita dengan disiplin dan tanggung jawab
Wah peristiwa kayak gitu jelas bikin deg-degan. Dan aku yakin pasti teringat selamanya oleh si petugas pengerek bendera, malunya bukan main, karena semua orang kan tentunya ingin sekali bisa sempurna. Kasihan ya. Di sekolahku dulu juga pernah kejadian tapi benderanya terbalik, gak sampai sangkut di tengah-tengah.
Saya belum pernah jadi petugas upacara bendera, mbak Monda…hehe, ngebayanginnya aja udah deg-degan duluan…
Saya amat salut pada para pengibar bendera, karena sayapun kayaknya tak mampu melakukannya.
Duh…kesian bgt petugasnya
Orin pernah jg Bun jadi pengibar bendera, tapi bagian yg ditengah, yg bawa bendera, nah temenku salah mengibarkan (jadi benderanya belibet gituh), itu aj udh lemessss bgt lutut, hiks..
Waktu SMA, pernah ada kejadian seperti itu, petugasnya enggak bisa naikin sampai penuh ke atas tiang.
Sejenak yang upacara diam saja, tapi ada juga yang cekikikan.
Kasihan juga.
sebetulnya aura nya itu lho yg bikin kadang kadang banyak terjadi kesalahan, maklum kan hari kemerdekaan republik…hebat kannn gak semua org dipilih untuk jadi petugas
Waduuuh, kalo kejadian padaku bisa pingsan di tempat deh
Terakhir upacara waktu kuliah, Bu Mon