Judul : Little Women
Karya : Louisa May Alcott
Penerjemah : Renny Anggraeni
Komikus : Agus Willy
Jumlah Halaman : 211
Penerbit : Read (2008, cetakan ketiga)
Sebagai orang tua dari anak pra remaja, rasanya pantaslah untuk mengenalkan anak-anak dengan kisah-kisah sastra dunia. Meskipun buku ini hanya menggambarkan sedikit isi buku aslinya yang disajikan dengan bahasa sederhana yang mampu dicerna anak, saya berharap suatu saat anak akan tertarik membaca versi yang lebih lengkap. Little Women adalah salah satu judul dari seri Nomik (Novel Komik) Cerita Dunia. Buku ini ditujukan untuk anak-anak yang mungkin masih belum mampu membaca buku teks tebal, sehingga diselipkan 30 lembar halaman komik yang tersebar di beberapa bab.
Buku karya Louisa May Alcott (1832 -1888, penulis buku anak-anak dari Amerika )ini terbit pada 1868 dan mengisahkan kehidupan keluarga March yang mirip dengan keluargaku yang juga memiliki 4 orang anak gadis (tetapi kami masih ditambah 1 saudara lelaki). Keluarga ini terdiri dari 4 gadis beranjak remaja yaitu Meg gadis cantik dan lemah lembut, Jo yang tomboy dan ingin menjadi penulis, Beth yang senang bermain piano dan Amy si bungsu yang manja dan pintar melukis , beserta ibu dan seorang pengasuh karena Pak March sedang bertugas di medan perang (Perang Sipil).
Kekuatan cerita terletak pada keakraban dan kasih sayang dalam keluarga . Ibu March digambarkan sebagai sosok mandiri, dan pantang menyerah tetapi tetap lembut dan penuh cinta. Ia menanamkan agar anak-anaknya bersikap baik kepada semua orang dan menolong orang yang lebih susah.
Ketika Jo sangat marah kepada adiknya Amy yang membakar berlembar-lembar hasil karya tulisnya, ini yang dikatakan sang ibu tentang menahan emosi
” Mama telah mencoba memperbaiki temperamen Mama selama empat puluh tahun. Tapi, Mama hanya berhasil mengendalikannya. Hampir setiap hari, Mama marah. Tapi, Mama telah belajar untuk tidak menunjukkannya dan masih belajar untuk tidak merasakannya”
Ucapan ini membuat Jo bertekad untuk memperbaiki sifatnya. Bagaimanapun hebatnya pertengkaran mereka selalu bisa menemukan jalan untuk saling memaafkan.
Keluarga ini baru saja jatuh bangkrut, para gadis yang biasa hidup berkecukupan kini harus bekerja dan sering mendapat cemoohan dari keluarga lain yang berpunya. Pertentangan batin itu saja sudah digambarkan dengan sangat baik, apalagi kemudian masih ada sisi lain yaitu untuk tetap menolong orang yang susah dengan memberikan sarapan mereka, padahal di rumah sudah tak punya makanan lain.
Tragedi di keluarga ini mulai terjadi ketika ayah sakit parah di medan perang dan sang ibu harus berangkat menemui dan merawatnya. Sepeninggal ibunya Beth yang rapuh tertular sakit demam kuning yang didapatnya ketika membantu keluarga tetangga yang miskin. Para gadis ini tentu saja panik, namun ada tetangga baik yang datang menolong yaitu keluarga kakek Lawrence dan cucunya Laurie.
Kehidupan gadis remaja tentulah dilengkapi dengan kisah pertemanan dengan lawan jenis. Karena terlalu akrabnya hubungan persaudaraan Jo sangat takut ketika ada pria yang ingin mendekati kakaknya Meg. Jo tak mau kakaknya kelak dibawa oleh suami dan mereka akan terpisah.
Akhirnya Nomik ini ditutup dengan kepulangan ayah, Beth sembuh, dan Jo yang sudah bisa menerima kenyataan Meg yang menerima lamaran lelaki yang semula tak disukainya. Sebetulnya kisah ini masih belum berakhir karena aslinya masih ada satu buku lain yang merupakan sekuel tetapi pada akhirnya digabung menjadi satu judul Little Women.
Teladan yang bisa diambil dari sini adalah sifat ibu yang mandiri dan tegar, tak banyak mengeluh tetapi tetap lembut dan penuh kasih sayang. Orang tua harus bisa menyelami karakter dan bakat setiap anak dan bisa menerima perbedaan itu dan membangkitkan potensi anak sesuai dengan keinginan masing-masing.
Artikel ini diikutsertakan pada Book Review Contest di BlogCamp.

Aku pernah baca buku ini, Little Women adalah novel favoritku. Waktu itu aku cuma mnjem di perpustakaan, sekarang aku masih cari buku itu lagi karena aku kehilangan jejak setelah mengembalikannya…. T_T
Semoga menang ya bundaa…
senengnya baca blog temen2 abis kopdar sama bunda. jadi pengen..hehe
iya nih, belum ada kesempatan ya Mel
Stuju banget. Anak-anak memang mesti diajarkan tentang arti kehidupan sedari kecil ya, mbak.
wah hebat yach buku yang pertama kali terbit th 1868 sampe sekarang amsih dicetak ulang…berarti emang isinya bagus yachh…jd penasaran….
smoga sukses di kontesnya Pakdhe…
coba cari bukunya ah, buat azkiya…
dia suka dengan buku. salam pu mbak
Cerita nya menarik..dan penuh keharmonisan dalam keluarga
klasik,.. saya malah penasaran sama versi lengkapnya..
hii salam kenal iya dari vira ..
jangan lupa mapir keweb vira iya di http://www.rumahkiat.com/ vira mau berbagi pengalaman nih.:)
wah bagus juga iya blog ka2 … ^_^ good luck iya…..
SALAM BLOGER INDONESIA..:)
Wah, sayau baru tau novel ‘little women’
Menjaga seorang anak gadis saja sulit. Apalagi ada 4
Semoga sukses pada kontes review-nya ya, Mbak
kalau versi film nya aku lebih suka, daripada versi bukunya
terbalik ya, BuMon
padahal biasanya orang lebih suka baca bukunya, krn bisa sekalian berimajinasi
semoga sukses di acara book review ini ya BuMon
salam
setelah baca reviebukunya. jadi pengen liat filmny, sayang saya belum pernah liat,..
sepertinya referensi yg bagus buat tontonan berdua suami nih,..
Buku jaman simbah saya ini mah…
Mbak Monda, saya baca buku ini waktu SMP/SMA dan ternyata saya bener-bener suka sama cerita dan gaya bahasa buku Little Women ini…sampul bukunya sih jelas beda, karena saya kan bacanya masih di jaman baheula…hehe
Selamat ikut lomba, mbak…
Hm… saya kemarin di sekolah juga abis belajar review cerpen
Bunda… bagus banget riviewnya, aku sampai ikut penasan nunggu kelanjutan sekuel buku ini, semoga nanti bunda berbaik hati melanjutkan riviewnya ya, hmmm….
dejavu!!!
baru2 ini tayang filmnya hehehe
jadi pas baca ulasan kakak niy langsung ngeuh klo film itu berangkat dari buku ini *atau sebaliknya?*
suka sama filmnya, pasti lebih suka lagi klo baca bukunya niy ..
klo review ini menang, ada acara bagi2 buku ini ga kak?
cocok juga utk dibaca para calon orangtua…
Setiap orang pastinya memiliki sifat yang berbeda, meskipun msh dalam satu keluarga. Semuanya harus bisa saling mengerti dan memahami ya bun..
Terbit pertama kali tahun 1868? wuih saya masih dalam tahap perencanaan tuh Tante?
Waah asyik ya bun bukunya ada banyak gambarnya.. pasti anak anak suka membacanya coz gak membosenin..
Ceritanya ringan ya,tentang kehidupan sehari-hari seorang ibu dengan anak gadisnya..
setuju banget sama hikmahnya Bun..
Sukses ya di Kontesnya Pakdhe..
wah baru tau little women dibikin nomik.. versi filmnya, aku suka.. pernah baca novel little women, tapi gak tau kenapa kurang sreg sama terjemahannya.. mau baca novel dalam bahasa aslinya kagak sanggup..
)
‘berisi’ banget ya bu mon… saya juga suka buku2 seperti ini..
sukses ya bu mon di hajatan pakde..
sepertinya buku ini bisa dibaca anak-anak ya mba? ..
buku yang menarik dengan hikmah cerita yang bisa menginspirasi kita untuk lebih bisa mengendalikan emosi..:) semoga sukses di book reviewnya pak dhe mbak..:)
Saya telah membaca dengan cermat artikel sahabat.
Saya catat sebagai peserta
Terima kasih atas partisipasi sahabat
Salam hangat dari Surabaya
Karya Louisa May Alcott lainnya ada jg yg berjudul “Little Men” ya Bun..?
Sepertinya bukunya bagus utk segala kalangan ya.. Drama keluarga spt ini nih salah satu kesukaanku.. Hehe..
Semoga menang, Bun.. ^_^
buku ini lebih untuk orang tua yaa mbak, dhe kirain buku anak2 soalnya sampulnya unyu-unyu gitu.. hehe