Karinding

Posted on Oktober 12, 2011

44


Tambah lagi pengenalanku tetang  satu jenis alat musik tradisi yang terbuat dari bambu,  selain angklung dan kolintang. Namanya Karinding.

karinding

Karinding bambu dari Teh Dey

Pertama kali dengar nama ini dari blognya Teh Dey yang  cerita kesukaan putranya Fauzan memainkan Karinding, dan akupun menerima  alat musik ini dari ibunya Fauzan ini sewaktu Kopdar Bandung. Karinding, alat musik yang terbuat dari pelepah kawung(enau)  atau bambu.  Dahulu alat ini dipakai untuk mengusir hama di sawah karena bunyinya itu sangat mengganggu bagi hewan-hewan tersebut. Cara memainkan karinding diletakkan ke mulut  lalu dipukul-pukul ujungnya atau disentir dengan tali. (Cukup susah juga ternyata, aku belum berhasil membuyikannya).  Getaran itu yang menghasilkan bunyi dengan desibel rendah, suara inilah yang membuat hama pergi. Bahkan Karinding juga bisa dipakai untuk memikat wanita pujaan hati.

Kini alat pengusir hama ini berubah menjadi alat musik . Di Bandung Karinding ini naik daun di kalangan anak muda sejak 2008. Karinding tradisi hanya bisa menghasilkan satu nada. Bahkan telah diciptakan juga Karinding versi baru , Karinding Kipas , yang bisa menghasilkan beberapa nada berbeda. Untuk ditampilkan sebagai alat musik Karindng disandingkan dengan berbagai instrumen tradisonal maupun modern.

Kainding sempat dikhawtirkan puah dan tak banyak lagi pengrajin yang membuatnya. Salah satu yang masih membuat Karinding adalah Abah Olot.

Ternyata Karinding  tak hanya dikenal di tanah Sunda, tetapi juga di seluruh dunia. Konon alat ini sudah berumur 600 tahun. Di Jawa Tengah, alat musik ini bernama Rinding, di Bali disebut Genggong,  Tung jika di Kalimantan. Berbeda pula sebutan di negara lain, di dunia internasional disebut dengan harpa mulut (mouth harp).

sumber :  mahanagari, batujajar

About these ads
Posted in: Budaya