Emang benar kalau kita perhatiin bangunan di Kota Tua sangat mengsankan, itu disebabkan oleh arsitektur bangunan itu yang seolah hidup atau berjiwa. Coba kita lihat bangunan2 baru yang kadang tidak ada jiwanya sama sekali. Sayangnya banyak bangunan di sana yang dibiarkan hancur. Sudah melihat atap gedung Dasaad Musin di samping Cafe Batavia. Sayang atapnya runtuh? Untung sebelumnya saya sudah abadikan ketika masih beratap. Ketika saya tunjukkan foto itu ke tamu-tamu asing mereka berdecak kqgum, eh ketika kami sampai di sana ga taunya sudah runtuh. Jangan nanti nasipnya sama demgan rumah akar di samping Museum Wayang di sebelah rumah makan Mega Rasa itu.
Dulu saya sempat mengambil kelas yg diajar sama Mas Lilie Suratminto di UI…
Nggak nyangka projectnya dia jadi besar juga sekarang, ya… Kita masih juga kontak from one side to the other side of the world kalo kita ada waktu…
Pernah mengujungi historic sites yg lain nggak? Kamu lulusan UI juga?
Nice pictures, BTW. Keep up the good blog!
Happy Monday ya’ll
arsitektur Museum Bank Indonesia keren ya Bun…
segalanya di kota tua emang keliatan beda.. kayak di negeri antah berantah gitu klo jalan2 kesana… auranya beda jg.. hehehe…
jendela di kota tua , keren2 ya BuMon…………………..
itu yg paling atas, mirip kayak di lawang sewu semarang
dan, yg kedua kesannya bener2 kuno dan misterius ya BuMon
salam
Bgus sekali fotonya. Makasih ya.
Emang benar kalau kita perhatiin bangunan di Kota Tua sangat mengsankan, itu disebabkan oleh arsitektur bangunan itu yang seolah hidup atau berjiwa. Coba kita lihat bangunan2 baru yang kadang tidak ada jiwanya sama sekali. Sayangnya banyak bangunan di sana yang dibiarkan hancur. Sudah melihat atap gedung Dasaad Musin di samping Cafe Batavia. Sayang atapnya runtuh? Untung sebelumnya saya sudah abadikan ketika masih beratap. Ketika saya tunjukkan foto itu ke tamu-tamu asing mereka berdecak kqgum, eh ketika kami sampai di sana ga taunya sudah runtuh. Jangan nanti nasipnya sama demgan rumah akar di samping Museum Wayang di sebelah rumah makan Mega Rasa itu.
Terima kasih pak Lilie, senang sekali bapak berkomentar di sini.
Semoga Kota Tua yg kita cintai tetap bertahan ya.
sukaaaaaaaaaaaa banget sama foto fotonya
Dulu saya sempat mengambil kelas yg diajar sama Mas Lilie Suratminto di UI…
Nggak nyangka projectnya dia jadi besar juga sekarang, ya… Kita masih juga kontak from one side to the other side of the world kalo kita ada waktu…
Pernah mengujungi historic sites yg lain nggak? Kamu lulusan UI juga?
Nice pictures, BTW. Keep up the good blog!
Happy Monday ya’ll
terima kasih bu sudah mau meninggalkan pesan
Saya bukan dari UI, hanya sangat senang dengan sejarah.
Catatan kunjungan ke tempat bersejarah lainnya ada di kategori sejarah dan museum.
fotonya cantik cantik mbak
Yeee aku pernah kesini.. *halah
Wah… jendelanya bagus. Kaca patri ya, namanya?
Mbaaaak, maaf ya baru berkunjung lagi…biasa deh, alesannya banyak…hehehe
Nggak apa kok mbak
Eksterior gedung BI selalu membuat saya jatuh cinta, mbak…sama dengan jendela yang ada di foto ini, bagus banget!
Indah ya mbak, orang dulu suka dengan detail ya? Kita tinggal menikmati
Eksterior gedung BI selalu membuat saya jatuh cinta, mbak…sama dengan jendela yang ada di foto ini, bagus banget!
saya suka foto ke dua, terkesan magis dan gimana gitu
umpama di blogspot ada weekly photo challenge juga mungkin saya mau motret jendela saya yang kecil dan unik di sini
Biarpun nggak di wp tapi boleh dong tetap tampilkan foto jendela itu
berkunjung untuk persahabatan . . .
salam kenal . . .
kalau dilihat fotonya seperti bukan di indonesia ya bun,padahal sih asli bgt di indonesia
Iya mbak, bangunan ini memang bergaya Eropa
hanya ingin mengikuti postingan agan .
postingan yang menarik
nice gan .
sempatkan mampir ke website kami
http://www.hajarabis.com
ah iya, jadi inget.. pas ke museum BI, saya lama di sananya justru merhatiin lukisan di jendelanya.. menebak2 kira-kira siapa modelnya..
Keren bunda fotonya,,
pengen beljar jepret juga nih
arsitektur Museum Bank Indonesia keren ya Bun…
segalanya di kota tua emang keliatan beda.. kayak di negeri antah berantah gitu klo jalan2 kesana… auranya beda jg.. hehehe…
Iya ya serasa di luar negri
Kalau Bank Indonesia saya pernah ke sana tapi kalau reruntuhannya itu saya belum pernahh kesitu, hehhee
Runtuhan itu ada di jl Tongkol Dalam , Pademangan.
Ceritanya ada di artikel ini
http://mondasiregar.wordpress.com/2010/08/03/di-manakah-kantor-jan-pieterszoon-coen/
Jendela jiwa Jeng Monda mampu menangkap dan mengungkap keindahan jendela tua, wuih cantiknya.
Salam
jendela di kota tua , keren2 ya BuMon…………………..
itu yg paling atas, mirip kayak di lawang sewu semarang
dan, yg kedua kesannya bener2 kuno dan misterius ya BuMon
salam
yg pertama luar biasa bun,,,,
discroll ke bawah, jadi semakin lebar,,jadi asik mainin scrollnya…
Setuju…
Yang atas mirip banget sama Lawang Sewu Semarang
Di bagian mana ya? Kog ga pernah liat *tuk tuk tuk*
ibu yang satu ini jelas tak lepas dari museum, hihi
Salahin wp Ri, kasih tema kok ya bisa diambil dati museum semua, he..he..
ternyata kota tua menyimpan banyak jendela indah dan penuh misteri
keren kak!
Iya mak, nggak bosen2 nya ya aku tampilkan Kota Tua, he..he..
weh guedeee banget pictnya. Sesuai dengan judulnya, gambar mampu bercerita dirinya
Bikin berat loading ya pak? Pengen kasih lihat detil lukisan kaca patrinya
Sudah diedit sedikit
hoh, yang atas kirain di dalem lawang sewu.
ternyata bukan
Sayang, pas ke Semarang tak bisa masuk Lawang Sewu karena lagi renovasi . Banyak jendela cantik seperti ini ya?