Salam hormat para bapak dan ibu pencipta lagu anak Indonesia. Bapak dan ibu mungkin akan kaget bila mendengar nyanyian ini,
Anak ayam turun sejuta
Dibom atom mati semua
Astagfirullah, amit-amit jangan sampai ada kejadian itu. Kalimat di atas adalah plesetan dari syair lagu Anak Ayam Turun Sepuluh ( maafkan sampai saat ini masih belum kuketahui penciptanya). Plesetan itu timbul karena tak mengenal makna dari lagu yang seharusnya berbunyi berikut ini
Tek kotek kotek anak ayam turun sepuluh
Anak ayam turun sepuluh, mati satu tinggal sembilan
Tek kotek kotek anak ayam turun sembilan
Anak ayam turun sembilan, mati satu tinggal delapan
………
………
Anak ayam turunlah satu, mati satu tinggal induknya
Bagi saya yang tak mengerti, lagu anak itu sepintas lalu hanya sekedar sebaris kalimat yang gampang dihafal dengan irama sederhana, sehingga anak-anak akan mudah mencernanya. Tetapi jika dilihat lebih seksama dan setelah membaca banyak ulasan dari berbagai orang pintar, ada pengajaran operasi matematika di lagu Anak Ayam, yaitu operasi pengurangan.
Contoh lainnya pada lagu Pelangi ada pengenalan akan adanya Sang Maha Pencipta dan mengenai warna. Demikian pula pada lagu-lagu anak abadi lainnya, selalu ada unsur pembelajaran di dalamnya.
Menurut para ahli, lagu anak yang termasuk dalam bagian sastra anak berperan dalam proses tumbuh kembang kepribadian dan kecerdasan anak. Di tiap keluarga ada kebiasaan untuk mengajarkan lagu anak bahkan sebelum anak bisa berbicara. Nyanyian pengantar tidur untuk si buah hati dan nyanyian yang sekedar menyenangkan anakpun bernilai sopan santun dan berefek baik pada pengenalan nilai kasih sayang dan kejujuran.
Sayangnya, saat ini semakin jarang lagu anak diciptakan. Di televisi tak ada lagi terlihat lagu-lagu anak baru. Lagu anak yang populer masih lagu-lagu yang diciptakan puluhan tahun lalu. Anakpun sekarang terbiasa mendengar lagu dewasa dengan syair seronok, ditambah lagi dengan gerakan badan yang tak layak bagi anak. Benteng terakhir di mana lagu anak terdengar selain di TK hanya tinggal di permainan odong-odong .
Terima kasih bapak AT Mahmud (pengarang Ambilkan Bulan Bu, Pelangi, Amelia, dll), bapak Kasur (pencipta Balonku, Dua Mata Saya, dll) , bapak SM Mochtar (pengarang Kasih Ibu, Ibu Guru Kami) , Ibu Sud (pencipta Hai Becak, Menanam Jadung, dll), ibu Kasur (pengarang Sayang Semua), pak Daljono (pengarang Bintang Kecil, dll), dan banyak lagi. Kalian semua adalah para pahlawan untuk perkembangan hidup seorang anak, semoga akan ada para penerus pencipta lagu anak yang sama pedulinya dengan kalian, demi kebaikan dan kemajuan tumbuh kembang anak.
“Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Dear Pahlawanku yang diselenggarakan oleh Lozz, Iyha dan Puteri”

Sponsored by :
Blogcamp|LittleOstore|Tuptoday|Lozzcorner|Rumahtramoiey
Like this:
2 bloggers like this post.
mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa :’) meski bukan guru, tapi mereka tetap mengajarkan sesuatu kepada anak-anak.
saya miris melihat keadaan sekarang yang ga ada lagu anak-anak yang mendidik lagi. biarpun ada lagu (yang dinyanyikan oleh) anak-anak, tapi isi liriknya kadang suka asal-asalan, ga mendidik lagi. hanya musik dan lirik yang gampang diingat, bukan lirik yang mendidik
permisi Tante saya sewa artikel ini ya buat Give Awaynya
Ya, kita sudah mulai kehilangan pahlawan2 itu, pencipta lagu anak. berganti dengan keong racun, kucing garong dan semacamnya, miris..
surat ini, begitu mengapresiasi para pencipta lagu anak, top mbak Mon..
-artikel sedang dinilai-
Hai..blognya keren lho…saya udah baca beberapa konten…
salam kenal..nama saya Kak Zepe.
Saya juga punya sebuah blog yang membahasa segala sesuatu tentang dunia anak.
Khususnya tentang lagu anak-anal..
Kalau mau tahu lebih lengkap, silakan bergabung di blog saya.
Ada di
http://lagu2anak.blogspot.com
Sekalian ikut serta dalam mengembangkan lagu anak di tanah air yang kian merosot…
Mohon dukungannya untuk mensukseskan gerakan ini.
Salam cinta lagu2anak…
Lagu-lagu anak yang baru sudah tak ada yang menciptakan lagi. Yang sangat memprihatinkan lagi, penyanyi-penyanyinya yang dulu sudah pada besar semua, dan tak ada generasi penerusnya. Dan lagi anak-anak kecil jaman sekarang tak lagi suka dengan lagu anak-anak pada umumnya, malah mereka suka dengan lagu-lagu orang dewasa yang lagi populer saat ini.
Sungguh memprihatinkan….
Setuju banget Bun,..
Mereka layak jadi pahlawan..
Jaman sekarang ini,ga ada pencipta lagu anak2 yang abadi dan fenomenal..