Di, ke, dari adalah kata depan. Ada penulisan baku untuk kata ini dalam sebuah kalimat. Kata depan itu harus dipisahkan dari keterangan tempat yang mengikutinya.
Banyak kerancuan yang terjadi antara kata depan dan imbuhan. Banyak yang menulis kata depan disambung dengan keterangan tempat. Yang disambung itu adalah penulisan imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) dituliskan harus menyambung dengan kata kerja.
Bisa melihat bedanya? Tentu saja makna akan berubah bukan?
di rumah dengan dirumahkan
ke samping dengan kesampingkan
Ahaaaaa…ini juga yang suka saya perhatikan dalam membaca sebuah tulisan, mbak…toss dulu dong!
jadi kesindir nih Bun.. hehehe *siap2 introspeksi tulisan*
Insya Allah, pelan-pelan memperbaiki kebiasaan menulis
waduh.. ini inget seh.. tapi masih sering salah nulisnya bun.. hehehe
Hihihi kayak pelajaran Bahasa Indonesia
wah, terimakasih penyegaranya, saya sudah mulai untuk lebih baik menggunakan bahasa Indonesia. Walaupun kenyataannya sampai sekarang belum bagus-bagus amat.
iya ini sering banget dilupakan oleh siswa ketika diajarkan gurunya, saya waktu masih mengajar suka mengulang bagian ini meskipun mereka akan lupa lagi.
saya sering salah tulis.. jadi inget masa sekolah.. sering keluar tuh soalnya di ujian
duh…saya masing sering salah2….harus lebih teliti lagi ah..
yang paling sering kulihat adalah tulisan “di jual”. jadi kadang suka iseng mikir: jual itu tempatnya di mana ya? :p
asyik merefsreh ilmu ya bun, kadang bingung juga saya
jurus sakti waktu sekolah dulu, guru bhs indonesia saya ngingetinnya kaya gini bun:
“Kalau punya istri, meskipun di mall, ya jangan digandeng, di kamar juga ga boleh digandeng, tetap harus dilepaskan”
ampuh juga, jadi mudah malahan untuk menerapkannya.
Wah.. lumayan ada yang mengingatkan kembali tentang ejaan Bahasa Indonesia ini. Masalahnya sudah berapa tahun ya lewat..sejak terakhir kali menerima pelajaran Bahasa Indonesia terakhir kali (ngeles.. jadi punya alasan kalau salah he he). Thanks Mbak
Kapan-kapan pengen juga nulis postingan serupa yang komplit gitu…salam
Saya tiap hari selalu di rumah kalau malam… tapi pernah suatu waktu dulu dirumahkan
Kalau DV kebetulan berkunjung ke Bogor, mampirlah ke rumah saya. Di sini banyak makanan yang dijajakan di pinggir jalan dalam bentuk lapak-lapak yang berderet panjang. Memang sangat potensial membuka bisnis kuliner di kota ini sebab banyak pengunjung yang berdatangan dari Jakarta. Ada yang singgah untuk mencari kesejukan. Ada pula yang berkunjung untuk menyewa ruko yang kebetulan dikontrakkan. Dulu saya pernah tinggal di kontrakan yang dekat dengan ruko-ruko tempat di mana banyak mobil diparkir di parkiran. Salam
“Plak …”
heheheh …
Jujur ini merupakan catatan tersendiri bagi saya …
saya suka kebalik-balik penulisan dan penggunaannya …
Salam saya Kak
Ini dia, banyak kesalahan seperti ini yang bisa masuk ke posting-an “Kesalahan Ejaan” saya…
betul mbak..saya juga sering salah tulis
Betul mbak Monda.
Ke luar dan keluar itu beda
serasa belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar~
Terimakasih Eda diingatkan (benar disambung ya), belajar sepanjang hayat nih. Salam
Sebagai blogger, kayaknya kita mesti sering2 buka EYD yah Mbak Mon, biar nulis blog gak salah-salah eja
setuju Mbak Evi
kekeliruan yang banyak terjadi bahkan di lingkungan akademik sekalipun
Saya acung dua jempol karena Bunda peduli dengan EYD dan tata penulisan bahasa kita. Memang antara preposisi dan prefiks sering kali simpang siur.
Khususnya prefiks ‘di’ dan ‘ke’. Yang benar itu ‘ke sana’ atau ‘kesana’? ‘di sini’ atau ‘disini’? ‘ke mana’ atau ‘kemana’?
Salut buat Bunda Monda
@Mas Budi: setahu saya yg bener adalah ke sana dan di sini. Salam kenal
dirumahkan dan di rumah ‘kan? hehehe
Serupa tapi tak sama
.