Tour de Ranah Minang : Wisata Danau

Alhamdulillah, 4 danau besar di Sumatera Barat  semuanya  sudah dikunjungi.  Yang pertama didatangi danau Singkarak. Danau Singkarak ini adalah danau terbesar di Sumatera Barat, dan nomor dua terluas setelah danau Toba.  Panjang danau ini maksimal 20 kilometer dengan  lebar maksimal 6 kilometer.

danau Singkarak

Dari Bukittingi  mengarah ke selatan itu jalan mulai menurun, sampai tak disadari tiba-tiba di sebelah kanan jalan menyeruak  hamparan pemandangan air biru danau Singkarak   yang muncul dari balik pepohonan.  Indah sekali, mata terus saja memandang ke luar jendela mobil, terkadang terlihat gradasi warna biru yang cantik, dari air danau, gunung di kejauhan dan langit cerah ditambah susunan awan yang memutih. Tanpa terasa akhirnya kami bisa menyusuri tepian danau yang terasa sangat lama  karena luasnya danau ini.

Di tepi danau ada rel, kubayangkan pastilah asyik sekali memandang danau dari atas kereta api yang melaju kencang. Tapi sayangnya jalur kereta  api di Minangkabau sudah tak terpakai lagi untuk angkutan umum,  hanya sesekali dipakai untuk wisata saja, seperti saat Tour de Singkarak yang membawa rombongan atlit sepeda dengan menumpang kereta uap kuno,  Mak Itam.  Siang hari , air danau terlihat berombak kecil dan airnya seperti berwarna keperakan. Cantik sekali, sehingga kamera pun disiagakan menempel di jendela mobil siap membidik momen indah.  Foto kolase di bawah inilah  hasilnya.

 

Air danau Singkarak ini digunakan sebagai bahan untuk PLTA. Selain itu di dalam danau itu ada beberapa jenis ikan endemis yang tak bisa hidup di luar danau.  Melewati danau Singkarak jangan lupa mampir di kios tepi danau untuk membeli  ikan bilih  (Mystacoleucus padangensis) yang telah dikeringkan atau digoreng setengah matang   Ikan bilih ini garing, enak sekali bila dimasak sambal lado, dan cocok untuk oleh-oleh.   Melalui banyak percobaan ikan bilih belum berhasil dibiakkan di luar danau, tetapi ketika dicoba  ditangkarkan di Danau Toba, ikan bilih ini bisa  berkembang.  Di sana disebut    ikan pora-pora.  Dan kini, sedang diupayakan   cara yang sama di danau Singkarak.

Di hari yang sama kami terus melanjutkan perjalanan ke selatan  mengarah ke Alahan Panjang, kabupaten Solok  di wilayah Gunung Talang. Yang dituju adalah dua danau kembar yang letaknya berdekatan dan dinamakan Danau Di Atas dan Danau di Bawah.   Di sebuah  bukit dapat memandang kedua buah danau.  Yang bisa dihampiri sampai ke tepinya dari jalan raya adalah Danau di Atas,  bisa berperahu juga di sini. Hawa udara yang dingin  membuat wilayah ini cocok untuk berbagai jenis sayur dan buah-buahan seperti markisa dan terong Belanda (di  Sumbar namanya beda lho,  nanti tanya eMak dulu ya ).  Kurang lebih 4,5 km dari sini ada danau Talang,  tetapi tak kami kunjungi.

Danau Di Bawah

Satu  keindahan lagi di wilayah pegunungan ini adalah kebun teh Kayu Aro. PTPN VI yang memiliki lahan ini.  Seluas mata memandang di kiri dan kanan jalan yang tampak hanyalah kehijauan beralur yang terbentang dari bukit ke bukit , sangat luas , dan  kebun ini merupakan perluasan dari kebun teh di  wilayah Kerinci, propinsi Jambi. Patut dibanggakan, daun teh dengan Grade I diekspor ke Eropa yang lebih dikenal dengan teh Kayu Aro,  tentu dengan merk internasional. Teh ini   jadi hidangan kesukaan keluarga kerajaan Belanda.  Kita di Indonesia tak bisa mencicipi daun teh Grade I, yang diedarkan di dalam negeri hanya Grade di bawahnya.

Danau Maninjau, yang terindah menurutku. dikunjungi keesokan harinya.  Dari Bukittinggi hanya sekitar satu jam perjalanan, berjarak 36 km,  melewati kelok 44, yaitu 44 tikungan tajam ekstrim yang terkenal itu.  Harus kuat mental kalau melewati tempat ini, karena bisa membuat pusing. Untunglah para peserta tour  bisa melalui dengan aman.  Sepanjang perjalanan bisa menikmati hamparan sawah dengan padi yang hijau dan sebagian mulai menguning, kadang berpapasan dengan kera yang turun bermain ke jalan  (kata uni Evi “teman-temanku” he..he….).

Menikmati  Maninjau si jelita ini yang terbaik adalah dari titik tertinggi di sekitar itu, Puncak Lawang, puncak dengan banyak pohon pinus tinggi melambai.  Dari sini dapat dipandang air danau yang tenang,  sampai bayangan gunung dan awanpun terlihat jelas, serasa  ada cerminnya. Bisa juga memandang ke pedesaan hijau  yang nun jauh di bawah  sana.

Puncak Lawang ini sepi, selain kami hanya 3 orang pengunjung muda yang ada di sana. Rupanya  titik yang kami kunjungi ini merupakan properti pribadi, sehingga dimintai tiket tak resmi 5 ribu rupiah seorang oleh anak muda yang tampaknya berdiam di situ. Olahraga paralayang sering dimainkan dari sini, dan pernah menjadi tuan rumah kejuaraan paralayang internasional.

Si papa berkomentar, kalau sudah ditulis mama mudah-mudahan makin banyak orang datang ke bukit ini.  Tapi, adek menolak : “jangan banyak orang yang tahu, nanti jadi kotor dan tak cantik lagi,  biar begini saja sudah bagus, terasa seperti di luar negeri”.

About these ads

84 thoughts on “Tour de Ranah Minang : Wisata Danau

  1. Waaaahhh.. maninjaunya cantik banget bunda.. suka deh :D

    btw.. indonesia suka gt yak.. punya teh terbaik tp rakyatnya gak bs merasakan teh nya.. sama aja dengan di pontianak soal.jeruk.. mau merasakan jeruk pontianak yg kualitas satu, silahkan ke singapur aja ~_~

  2. wah, sayang ya jalur kereta apinya sudah tidak dipakai. kalau masih ada, pasti asyik banget. aku jadi penasaran dengan danau ini. danau terbesar kedua setelah toba dan masih sepi? wah! pasti masih cantik :)

  3. whuaaaa……….foto2nya kewwrreeeenn semuaaaaahnya…….. :)

    bingung milihnya ( emang disuruh milih??) hahaha…. :P

    pokoknya satu kata : AMAZING…….

    salam

  4. Subhanallah, indah sekali kak. Tanah Sumatera yang pernah saya injak cuma Pekanbaru (transit doang) dan padangsidempuan. Pengin juga ke SumBar. Thanks reportase nya, selalu indah kakak menuliskannya :-)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s