Bukittinggi, Si Sexy Nan Menawan

Posted on Agustus 2, 2012

98


Bukittinggi, kota kelahiran proklamator Bung Hatta   pernah menjadi ibukota pemerintahan darurat Republik Indonesia di tahun  1948.   Bukittinggi berjarak lebih kurang 2 jam perjalanan dari Bandara Internasional Minangkabau di kota Padang.  Dari bandara menuju kota ini bisa memakai taksi sewaan seharga lebih kurang Rp 250.000,- atau bisa dengan mobil travel dengan biaya Rp 45.000,- per orang.

Baru tahu dari artikelnya Nique,  Bukittinggi dapat julukan kota yang sexy dari Gol A Gong. Belum jelas mengapa  disebut sexy.  Mungkinkah karena wisata kulinernya? Atau karena pemandangan alam, atau karena  hasil kerajinannya yang mengundang turis dari negara serumpun datang memborong  songketnya ? Ataukah karena kota ini sangat pas dijadikan basis untuk menjangkau semua lokasi wisata ?  Padahal kota ini tak terlalu luas, dalam sehari bisa hafal seluruh jalan di Bukittinggi, itu katanya.

Kota Bukittinggi dikelilingi oleh dua gunung berapi yaitu, gunung Singgalang dan gunung Merapi. Lokasi ini menjadikan kota  sangat menawan. Tak pelak hal ini menobatkannya sebagai  salah satu kota turis. Tetapi ada yang masih kurang, masyarakat kita belum mengenalnya sebagai tujuan wisata. Ketika kukatakan akan wisata ke Bukittinggi,  pertanyaan yang timbul “ada saudara ya disana?”.  Sangat berbeda jika bertujuan ke Bali yang semua orang mahfum pastilah untuk  berwisata.

Keindahan Bukittinggi digambarkan dengan baik sekali oleh penyair kawakan.  Simak  puisi Taufik Ismail  yang menggambarkan keelokan wilayah  ini. Spanduk sajak Dua Gunung Kepadaku Bicara  ini dipasang di rumah sastrawan yang   ada di kompleks  Rumah Puisi Taufik Ismail di Aia Angek, sedikit di luar kota Bukittinggi.

 

kelanjutan isi puisi selengkapnya :

Kedua gunung tentu saja
Cuaca dingin bahasanya
Kabut putih kosa katanya
Rintik hujan ungkapnnya
Senyap biru bisikannya
Kepada dua gunung kuulang tanya
Berjawab lewat desahan jutaan daun rimba raya
Bergema begitu indahnya lewat margasatwa
Ombak nyanyian insekta betapa merdunya
Bertanyalah pada Yang Di Atas Sana

( Idul Adha, Senin, 8 Desember 2008. Nagari Aie Angek, di seberang Nagari Pandai Sikek)

Gunung Merapi di kejauhan dilihat dari dalam hotel

Gn Merapi dari balik jendela mobil

Pagi berkabut di Bukittinggi

Gunung Singgalang nun di sana

Kedua gunung ini bisa dilihat berdampingan dari Ngarai Sianok  dan Gulai Bancah dua tempat yang cukup tinggi. Tetapi tampaknya harus punya lensa khusus untuk menangkap kedua gunung dalam sebuah frame. Tempat wisata lainnya yang layak dikunjungi selain Jam Gadang dan Ngarai Sianok, ada benteng Fort de Kock yang dihubungkan dengan Taman Puti Bungsu dan Kebun Binatang (sayang, kurang terawat, kolam air minum rusa kering) oleh jembatan Limpapaeh. Wisata sejarah lainnya ada Rumah Kelahiran Bung  Hatta dan Masjid Jamik Taluak.

Bukittinggi yang berhawa sejuk sangat cocok untuk bertanam bunga. Bunga yang menjadi penanda kota ini adalah Dahlia.

Sayangnya semua keindahan itu tak cukup didukung dengan kesiapan kota.  Papan penunjuk tempat wisata sedikit, kebersihan kurang terjaga, fasilitas toiletdi tempat umum  tak memadai ( toilet dijadikan tempat menyimpan kardus bekas oleh para pedagang). Semoga ada perhatian penguasa setempat.

About these ads
Posted in: wisata