Anak SMA Jalan-jalan

Posted on Agustus 8, 2012

61


Ada dua  anak SMA dan satu anak SMP yang ikut serta jalan-jalan ke Sawahlunto, Sumatera Barat  untuk  menemani duo  emak-emak mantan anak SMA puluhan  tahun lalu yang meminati  wisata sejarah. Mantan anak SMA (seperti kata eMak),  adalah kakak Cupid Melinda  gadis yang terlihat lebih cantik aslinya, dan anak SMA dan anak SMP sudah pasti si sulung dan bungsu.

Di Sumatera Barat ada sebuah kota yang  bisa disebut Kota Tua, yaitu Sawahlunto yang berada lebih kurang 2 jam perjalanan ke arah timur dari kota Padang. Kota ini  masih dengan apiknya memelihara  bangunan tua bersejarah. Kata eMak LJ tak usah pergi jauh ke Jakarta untuk menikmati Kota Tua, di Sumatera Barat juga ada.

Kota yang dijuluki Kota Tambang Berbudaya  ini dahulu adalah wilayah penghasil batubara berkualitas. Sudah ratusan  juta ton batubara yang diambil dari perutnya sejak tahun 1892. Batubara di sini pertama ditemukan oleh ahli geologi dari Belanda. Kini masih  ada tersisa 100 jutaan ton lagi berupa tambang dalam, yang memerlukan biaya investasi tinggi, sehingga kegiatan pertambangan sudah berkurang.

Keinginanku berkunjung ke kota ini semakin tinggi setelah berteman dengan mantan anak SMA, kakak Cupid yang bermukim di wilayah itu, apalagi setelah di blognya tampil  foto-foto cantiknya  berlatar aneka gedung tua dan wisata petualangan alam di sana. Maka aku bertekad akan ke Sawahlunto suatu hari.

Kota Sawahlunto juga mendapat julukan Kota Kuali, karena terletak di dasar lembah dari bukit-bukit yang mengelilinginya.  Ketika sampai  di pinggir kota, langsung takjub dengan indahnya gedung-gedung tua yang sepintas lalupun  terlihat dirawat dengan baik. Latar belakang  aku dan Cupit di foto ini adalah bukit yang mengawal kota Sawahlunto. Kata Cupid dari puncaknya dapat memandang pemandangan cantik kota. Samar-samar warna kekuningan itu terlihat barisan huruf  membentuk “Sawahlunto” di bukit, jadi mirip dengan Hollywood lho.

Gedung-gedung tua ini  apik dan masih difungsikan. Ada yang masih dipakai  sebagai kantor, gedung pertemuan, rumah ibadah dan museum. Gedung kantor PT Tambang Bukit Asam yang sering dipakai sebagai ikon Sawahlunto dibangun pada 1916 dengan nama Ombilin Meinen.

Mantan Anak SMA di depan Gedung Kantor PTBA

Gedung Ombilin Meinen yang kini menjadi kantor Perusahaan Tambang Bukit Asam

Pada foto ini di sebelah kiri adalah Gedung Pusat Kebudayaan  Sawahlunto yang berdiri  pada tahun 1910 dahulu bernama Gluck Auf  dan digunakan sebagai Gedung Pertemuan (Societeit)  yang menjadi tempat berkumpul dan berpesta. Foto di sebelahnya kini sebagai Gedung Pegadaian Sawahlunto , dibangun pada 1917  dahulu adalah gedung drama.

Silo

Yang mengagetkan adalah bekas  cerobong setinggi 80 meter yang tegak dari dasar lembah, terlihat menonjol karena ketinggiannya itu, kini dijadikan menara masjid raya. Gedung lainnya yang  juga indah  seperti gereja Katolik, gedung Koperasi dan wisma yang dijadikan penginapan, sayang kurang cukup waktu untuk menikmati dan mengambil foto  semuanya. Ingin sekali kembali  lagi untuk menginap dan mengamatinya satu persatu, dan duduk di  teras Societeit menyerap suasana kota.  Sekali lagi kami sangat salut dengan  kesungguhan pemerintah daerah setempat yang serius menangani  peninggalan tua ini menjadi aset wisata.

Peninggalan lainnya di sini Lubang Suro, Museum Kereta Api dan Museum Gudang Ransoem yang akan kutulis belakangan.

About these ads
Posted in: wisata