Semua tulisan dari MS

Untuk Nyonya Besar – Tips Wisata Bersama Anak

Hi Nyah,

Kita kenalan belum lama ya nyah…, jadinya bingung ini mau tulis apa.

Komentar pertamamu di blog ini akhir Februari lalu. Belum ada 2 bulan ya nyah. Komentar di sini pun baru 8 buah. Iya dirimu duluan yang datang ke sini ya. Cukup surprise juga lihat gravatar ini muncul di kolom komentarku. Karena biarpun belum saling mengenal tetapi aku sudah lihat gravatarmu yang unik di blog teman-teman lain.

Baca lebih lanjut

Weekly Photo Challenge : Monument, Monumen Polwan

<!–more–>

Foto Monumen  Polwan ini pernah muncul di  Berbagi Kisahku, tampil lagi karena  mencocokkan dengan tema monument.. Tugu ini kupotret ketika sedang berjalan pagi di jalan raya utama kota Bukittinggi. Komentar dari bang Alris yang kasih saran  cari info lagi, katanya polwan pertama memang dari Bukittinggi.

Dari berbagai sumber begini cerita sejarah lahirnya polisi wanita di Indonesia.

Ingat kan di pelajaran sejarah dulu ada Agresi Militer Belanda II, yang terjadi setelah kita merdeka. Nah, banyak pengungsi di mana-mana. Para pengungsi ini diperiksa oleh polisi takut ada penyusup. Tapi, kaum ibu tidak mau diperiksa oleh polisi pria. Berawal dari kejadian ini pemerintah  darurat Indonesia di Bukittingi  menunjuk SPN (Sekolah Polisi Negara) Bukittinggi membuka pendidikan inspektur polisi wanita pada 1 September 1948.

Dari seleksi itu terpilih  6 orang gadis Minangkabau.  Polwan pertama Indonesia ini adalah  Mariana Saanin Mufti, Nelly Pauna Situmorang, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukotjo, Djasmainar Husein, Rosnalia Taher.  Monumennya sendiri didirikan pada 1993.  Di prasasti tertulis Esthi Bhakti Wirasari. Bangga ya pada mereka yang berani memulai langkah jadi yang pertama.