Kriuk-kriuk Enak

“Bang, kerupuknya bungkusin dua”

Kata-kata ini selalu kudengar dari bibir salah seorang temanku ketika membeli makan siang. Katanya tidak afdol makan tanpa kerupuk. Kerupuk kesukaannya adalah kerupuk kampung, begitu dia menyebutnya, untuk jenis kerupuk putih keriting. Sebagian lagi menyebutnya kerupuk melarat.:p Berlainan denganku yang makan tidak harus ada kerupuk atau cemilan kriuk-kriuk lainnya.

Kerupuk biasanya terbuat dari adonan tepung yang ditambah bahan perasa seperti bawang, ikan atau udang.  Adonan diiris tipis dan dijemur.  Biasanya kerupuk harus dijemur dulu sebelum digoreng agar mengembang, kadang-kadang ada jenis kerupuk yang menggorengnya khusus seperti kerupuk ikan  Palembang, memakai 2 macam minyak, minyak dingin dan minyak panas.

Diingat-ingat banyak sekali jenis kerupuk di tanah air.

Ada kerupuk yang di pasar tradisional disebut kerupuk tersanjung, kerupuk kecil berbentuk bunga dengan pinggiran berwarna-warni.

Ada kerupuk berwarna merah, biasanya untuk taburan makanan dari Sumatera Barat, soto Padang dan lontong sayur Padang,  Asinan  ditaburi  kerupuk keriting berwarna kuning. Ada kerupuk kemplang asal Sumatera bagian selatan yang harus dibakar dan dimakan dengan sambal, kerupuk sanjay yang berwarna merah menyala oleh-oleh khas dari tanah Minang.

Selain kerupuk dari tepung tapioka ada kerupuk jangek  yang terbuat dari kulit sapi,  ada kerupuk gendar, ada pilus, ada kuku macan dari Kalimantan. Ada lagi  rempeyek,  emping, dan keripik, semuanya serba kriuk-kriuk.

Adakah kerupuk spesial di daerah asal teman-teman?

Lalu apa bedanya kerupuk dan keripik?

Apa yang menyebabkan seseorang ketagihan makan kerupuk? Sukakah anda dengan kerupuk?