Lagi, angkutan umum Jakarta

Tadi pagi metromini yang kunaiki masih sedikit penumpangnya, memang sengaja kutunggu yang  sperti ini, yang masih longgar supaya bisa duduk.
Baru saja berjalan kira-kira 500 meter penumpang disuruh pindah ke metromini lain di belakangnya yang sudah penuh. Metro pertama akan  ngetem di stasiun kereta, menunggu KRL tiba beberapa menit lagi, karena biasanya banyak penumpang sehingga metroyang  kosong bisa langsung penuh.

Tentu saja aku tak  rela. Baru saja duduk, jika pindah berarti berdiri sedangkan tujuan masih jauh.
Kudatangi sang kondektur dan langsung saja kuminta kembali ongkosnya.
Tentu saja si kondektur ngomel.

Katanya : “Dasar ibu-ibu pelit. Hitungan banget”

Yah daripada disuruh berdiri…kan…, kasih pelajaran saja kepada mereka,  kebiasaan mereka tak mau rugi. Perjalanan kulanjutkan dengan menaiki bajaj biru.

Iklan

28 thoughts on “Lagi, angkutan umum Jakarta

  1. DM berkata:

    Memang harus diminta ongkosnya. Nggak bisa nggak itu. Kerap kali terjadi yang seperti itu. Kecuali kita belum bayar ongkos, lalu disuruh pindah karena alasan tertentu (meski sebel juga sih disuruh-suruh pindah begitu), lantas melanjutkan perjalanan dengan kendaraan berikutnya, kita hanya bayar ongkos di kendaraan kedua. Masih agak masuk akal.

    Biasanya kalau naik bus luar kota, kerap terjadi hal seperti itu atas beberapa pertimbangan. Ada kerewelan dengan mesin/kondisi bus atau hal-hal urgent lainnya. Umumnya si kondektur bus akan menyetop bus di belakangnya, dan sudah ada hitung-hitungan ongkos. Jadi kita tinggal pindah dan naik saja. Tanpa perlu membayar ongkos lagi.

  2. Lyliana Thia berkata:

    repost yah Mba? KOk thn 2009?
    iya bener Mba, biar dijutekin, diminta aja ongkosnya, kan mereka jg gak ngasih hak qta…
    Anyway… hmm.. pernah ada temenku yg kena jutek sama kenek or sopir angkot tuh Mba…
    dia prinsipnya (yg juga aku amini), adalah orang2 itu cobaan hidupnya lebih berat dr kita…
    jadi omongannya nggak pernah qta dengerin…
    hehehe…

    • monda berkata:

      baru Tia yang nanya he..he…, iya ini cerita jaman dulu

      kalau nggak diminta dia untungnya banyak, dia cuma kasih ke metro satunya 5 ribu perak, padahal penumpang yang diturunin berapa, memang sih kalau kita mau naik ke metro itu tidak bayar lagi, tapi kan berdirinya itu lho

  3. dwiewulan berkata:

    wah sering banget aku gitu mba waktu dulu masih kerja… metromini pasti apalagi kalo dah diatas jam 8 malem… hmm… alih2 memang jd berdiri… tp aku ndak pernah kepikir minta duit lagi… ide bagus tuh…. biar sama2 bete… hehe

    salam silaturahim mba monda

    • monda berkata:

      anakku yang kasihan mbak,
      pulang sekolah kepanasan diturunin dari angkot, karena tinggal dia sendiri,
      eh udah gitu angkot yang lain nggak mau naikin anak sekolah, jadi terpaksa jalan ke rumah

  4. nh18 berkata:

    Saya paling sebal kalau melihat Doktorandus Metromini mengoper penumpang …

    masih jadi sopir aja udah semena-mena seperti itu …
    gimana kalau punya jabatan yang lebih tinggi ?

    Salam saya

  5. bundadontworry berkata:

    wah, sering tuh Mbak Monda , metro mini kelakuannya kayak gituh, aku juga pernah ngalamin.
    tapi, si keneknya baik juga ya, mau ngasih balik ongkosnya .
    kalau aku ,waktu itu si keneknya gak mau balikin duitnya lagi 😦
    salam

  6. mama-nya Kinan berkata:

    Wah mbak monda hebat…:) salut saya, saya pun pasti akan dongkol dengan kejadian itu, tapi karena saya penakut saya pasti saya akan nurut aja..padahal jelas jelas dipecundangi yah mbak kita..tapi insyallah setelah jadi emak emak ini saya lebih berani kok …:) yang penting berada pada jalur yang benar 🙂
    salam

    • monda berkata:

      saya juga nggak selalu berani kok mbak,
      mungkin juga dia mau balikin ongkosnya karena memang baru naik, kalau sduah agak jauh biasanya juga nggak mau

  7. Aubergine berkata:

    nyebelin emang metromini dan kopaja tuh paling doyan begitu. mindah2in penumpang.
    ga kebayang sama penumpang yg lagi hamil atau sudah lansia. 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s