Batik Indonesia



Alhamdulillah, akhirnya batik Indonesia disetujui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
Inilah efek samping menyenangkan dari ribut-ribut klaim negara lain atas batik.
Bangsa Indonesia terbangun, nasionalisme bangkit. Karena tidak rela batik diakui orang lain sebagai karyanya, mulai banyak lagi orang yang memakai batik.

Hari ini sesuai imbauan bapak Presiden untuk memakai batik, di berbagai tempat terlihat masyarakat berbatik, baik di kantor ataupun di jalan raya dari balik jaket pengendara motorpun terlihat menyembul kemeja batiknya.
Presidenpun menetapkan setiap tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional.

Batik yang berarti membuat titik ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Di Jawa saja motif batik berbeda-beda  sesuai daerahnya , ada batik pesisiran yang berwarna cerah atau yang klasik berwarna coklat sogan.
Ada batik Jogja, Solo, Banyumas, Cirebon, Madura, Garut, Betawi, Banten, dll.
Di Sumatrapun ada batik Jambi, batik Palembang, dan batik besurek dari Bengkulu yang coraknya berupa huruf2 hijaiyah yang dikombinasikan dengan motif bunga Raflesia Arnoldi, maskot Bengkulu.
Bahkan di Kalimantan dan Papua pun ada juga.

Semoga minat kita akan batik terus berkembang, tidak memudar seiring waktu. Begitu pula dengan berbagai tekstil asli Indonesia lainnya, bisa berkembang dan semakin dicintai.

Iklan

16 thoughts on “Batik Indonesia

  1. bintangtimur berkata:

    Saya baru tau kalau Papua juga punya motif batik setelah dikirim sama seorang teman yang pernah dinas disana. Ternyata motifnya unik, biarpun disebut batik, tapi ciri khas motif Papua-nya tidak hilang.

    Mari kita cintai batik Indonesia, salah satu warisan budaya dari nenek moyang kita…

  2. alkahfi77 berkata:

    knapa ya kalo kita pake baju batik mengindentikkan sesuatu yg kliata resmi ya.. bukannya jaman dulu, batik adalah pakaian sehari2 ya, eh atau sy yg salah,, ntahlah,, salam kenal aja ya

  3. meidy berkata:

    saya suka batik… apalagi stlh ada suramadu jd sering dinas ke madura plus ga lupa beli batik.. skr batik numpuk blom sempet njahitin 😀

  4. Susindra berkata:

    Hampir setiap kota mempunyai batik dengan motif atau ciri khas beda. Syukurlah sudah resmi dimiliki Indonesia.
    Di Jepara juga ada batik khas-nya tapi sayang saya pribadi belum pernah melihat seperti apa. Kemungkinan sih seperti batik khas pesisiran yang banyak dipengaruhi budaya Cina.

  5. mei berkata:

    uuuh… i LOVE batik!! sejak dulu waktu msh agak dianggap aneh waktu pake batik dan jean ke kampus, sampe skrg saat semua org bangga berbatik, gak pernah bosen deh…

    ya batik mmg ada di mana2. mnrt buku ttg batik, batik itu sndr ada di berbagai negara, dr peru sampai indonesia, dari turkey sampai cina. tp mmg dalam perjalanan sejarah batik, hanya indonesia yg mendalami proses pembuatan batik sedemikian rupa, dr sudut teknik, elaborasi motif, detil, shg sebagian besar org percaya bhw di indonesia lah keterampilan membuat batik mencapai tingkat artistik yg tertinggi. makanya Unesco menentukan batik sbg intangible world heritage dr indonesia, yg tentu sangat membanggakan dan patut kita jaga kelangsungannya.

    • monda berkata:

      hai mei, trims udah mampir ya,
      aku juga dr dulu udah didandani ibuku dgn batik, soalnya banyak temannya yg dagang batik,
      akhirnya jatuh cinta deh, kepengen rasanya mengoleksi batik dari seluruh Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s