senduduk

Tanaman ini pertama kali kukenal dengan nama senduduk, tetapi teman-teman di Balikpapan mengenalnya dengan nama karamunting. Ada pula sebutan dalam bahasa Sunda, yang sudah tak kuingat lagi.
Tanaman semak ini banyak tumbuh liar dan ditemui hampir di seluruh wilayah Indonesia. Paling tidak aku pernah melihatnya di Sumatra, Kalimantan dan Jawa.
Bunganya indah berwarna ungu dengan benang sari kuning. Daun tebal dan berbulu dan bila dipeganga terasa agak tajam.
Buahnya berbentuk lonceng terbalik, berwana keunguan. Bila telah matang buah akan pecah merekah seperti delima dan daging buahnya sepeti butiran pasir.

Semasa kecil buah ini selalu dicari. Rasanya manis dan menjadikan lidah berwarna ungu.

8 thoughts on “senduduk

  1. Desri berkata:

    oh iya mbak….ini di Bangka juga disebut keramunting…buahnya bisa bikin lidah menjadi biru ungu gitu…
    beda dengan keradudok yang ku maksud loh..karena keradudok tidak pecah seperti keramunting/senduduk
    gitu infonya…

  2. Liem Chan berkata:

    Saya menggunakan daun senduduk ( Minang : Sikaduduak ) untuk obat maag.
    Daunnya yang segar dibersihkan, lalu diekstark / blender dengan air matang dingin. Minum sebelum tidur. Setelah meminum obat ini tidak boleh berkumur-kumur dan atau memakan apapun lagi kecuali setelah bangun.
    Maag kronis InsyaAllah dapat pulih setelah sebulan konsumsi.
    Semoga berguna.
    Liem Chan

    info baru nih, terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s