Melepas Anak Naik Angkot

Hari ini, kusempatkan mampir ke sekolah untuk menjemput anak-anak.
Sambil menunggu pikiranku melayang ke saat pertama kali melepas si sulung naik angkot sepulang sekolah. Semasih sekolah dasar dia diikutkan ke jemputan sekolah, tetapi karena di smp tidak ada jemputan maka mesti naik angkutan umum. Selama ini dia tidak pernah naik angkutan umum sendiri.

Sebagai orang tua rupanya merasa khawatir juga melepas anak naik angkot sendiri untuk pertama kali. Berulang-ulang kusampaikan pesan : jangan naik angkot yang kosong, pilih angkot yang banyak penumpang perempuan, pilih angkot yang masih bagus, dan lain-lain, termasuk jumlah ongkosnya dan turunnya di mana.
Si anak sudah mengerti dan menyatakan sanggup. Kuulang lagi prosedurnya dan minta dia mengulanginya seperti hafalan….ha…ha..ha…

Saat mendekati jam pulang sekolah, kami berdua orang tuanya ternyata punya pikiran yang sama, ingin ngecek apakah si sulung mampu .
Kami lalu datang ke sekolah dan menunggu agak jauh dari gerbang, tetapi masih dapat mengamati orang-orang yang keluar masuk.
Ketika si anak muncul, dia menunggu dulu sampai beberapa angkot lewat sampai akhirnya naik. Tetapi baru beberapa meter berjalan, angkot berhenti….eh …dia turun lagi.
Ada apa ya….?
Kami masih terus menunggu sampai dia naik angkot yang lain lagi.
Kami mengikuti agak jauh di belakang…….pelan-pelan menjaga jarak agar tidak terlihat, sampai akhirnya angkot berhenti di dekat rumah.
Si sulung turun dan menyebrang jalan. Alhamdulillah…hari pertama berhasil…..

37 thoughts on “Melepas Anak Naik Angkot

  1. Messa berkata:

    jadi teringat, dulu aku sudah naik angkot sendirian sekitar SD kelas 2 kak😀 pesan ortu yang kuingat jelas sampai sekarang ketika mereka melepasku naik kendaraan umum sendirian: “kalau menyeberang jalan jangan ragu-ragu, lihat kiri-kanan, fokus, jangan sambil ngobrol atau makan-makan. tunggu angkotnya berhenti dulu barulah kau turun. hati-hati.” dan terakhir sama dengan pesan kakak, supaya jangan naik angkot yang kosong… tapi kalau jam masuk sekolah sudah hampir telat, ya aku nekat aja naik hahah😀 sukses buat si sulung deh ya kak🙂

  2. edratna berkata:

    Mengingatkan saya saat anak-anak kecil, kita memang harus melatih kemandirian.
    Ssssst…bahkan saya masih suka ngintip kegiatan anak-anak saat dia menjadi mahasiswa, si sulung di Fasilkom UI dan si bungsu di Elektro ITB.
    Ngintipnya harus sembunyi…walau akhirnya ketahuan pula…..:)

  3. elmoudy berkata:

    Baca judulnya….serasa melepas anak macan dari kandangnya…pelan-pelan…dan diawasi dg seksama dari kejauhan…eh ternyata melepas anak naik angkot heheheee

  4. Enny Mamito berkata:

    kyknya sebentar lagu aku akan mengalami hal seperti mb monda..skrg Zidan sudah mulai besar kemana-mana mulai gak mau dianter..
    rasa was-was dan khawatir melepasnya berangkat keluar rumah sendirian di dunia asing..ah lebay aku ya mb hehehe…

  5. bintangtimur berkata:

    Mbaaaak, melepas anak melakukan hal yang belum pernah dia lakukan itu deg-degannya setengah mati ya!
    Kebayang deh disuruh ngafalin syarat-syarat angkot yang boleh dinaiki, hehe, sama mbak…saya juga kalo menasihati hal yang belum pernah dia lakukan suka berulangkali…😀

  6. SITI FATIMAH AHMAD berkata:

    Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Monda… Lucu membaca kisah mbak dan anak yang pertama kali naik angkot. Memang rasa bimbang pasti wujud di hati orang tua akan keselamatan anaknya. tentu si kakak turut bimbang saat mbak memberi pelbagai tips padanya. Alhamdulillah, pengalaman pertama sangat berharga untuk meneruskan pengalaman yang lebih besar nanti seperti naik pesawat seorang diri.😀 Salam manis dari Sarikei, Sarawak.

  7. Zizy Damanik berkata:

    Jadi ingat dulu waktu SMP coba naik angkot saat sore2 mau latihan basket, rasanya deg-degan banget. Karena gak biasa sih, ya. Setelah itu sama ayah saya disuruh nyetir sendiri saja, pakai mobil kijang kotak bekas mobil dinas. Biar aman katanya, takut juga kalau anak perempuan naik angkot kali ya.

  8. ditter berkata:

    Dulu saya pertama kali naik angkot deg-degan banget mbak. Takut nggak nyampe rumah, hehe… Pas itu masih kelas 5 SD kalau nggak salah….

  9. wi3nd berkata:

    sejak angkot tak seperti dulu karna sekarang rawan perasaan kuatir itu pasti ya bu..

    crita ga bu gimana pengalaman pertama naek angkotnya kakak?

  10. Pendar Bintang berkata:

    Dulu Kelas 1 dan 2 SMU Hani juga naik bus ke sekolah, pasti Papa nunggu sampai Hani naik atau dapatin Bus. Kalau pulang sore pasti deh sama dengan Bunda Monda pesennya macem-macem yang masih diinget sih “jangan bicara sama orang asing ya” he he he

  11. idang berkata:

    Jd inget masa2 sekolah naik angkot dl, seru dan ramai bareng temen2, kalo anak jaman skrg mah udah bnyk yg bawa sendiri ke sekolah tuh Bu🙂

    • monda berkata:

      iya, di sekolah anak2 juga banyak yang sudah bawa kendaraan sendiri, ada yang bawa motor, bahkan mobil.
      kalau aku sih belum mau melepas mereka yang masih di bawah umur buat bawa sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s