Tahun Kunjungan Museum

Di akhir tahun lalu pemerintah melalui Departemen Kebudayaan dan Pariwisata menetapkan 2010 sebagai Tahun Kunjungan Museum.
Menurut Jero Wacik (Menbudpar) “Tahun Kunjung Museum 2010 mengawali Gerakan Nasional Cinta Museum yang akan kita gelar sampai 2014,” tandasnya akhir pekan lalu. Kegiatan ini, prinsipnya, dilaksanakan di semua museum yang ada di seantero Indonesia namun ada tujuh provinsi yang menjadi prioritas. Mereka adalah Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, dan DKI Jakarta. “Ini harus dilakukan bersama antara pusat, daerah, asosiasi museum, komunitas pecinta pusaka budaya dalam hal ini pecinta museum, swasta, dan tentu masyarakat secara luas”.

Perlu diketahui hari Senin adalah hari libur museum seluruh dunia, tentu saja termasuk di Indonesia.  Harga tiket masuk museum sangat murah, sampai saat ini masih di bawah Rp 1000,- ., jadi tunggu apa lagi mari ramaikan museum kita.

Untuk wilayah Jakarta ada Museum Tekstil, Museum Sumpah Pemuda dan Museum Kebangkitan Nasional  yang bisa dicapai dengan Trans Jakarta rute Jatinegara-Ancol,  dengan bus rute Blok M – Kota lebih banyak lagi museum yang bisa dikunjungi ada Museum Nasional, Museum Prasasti, Gedung Arsip dan museum lain di Kota Tua, dan di kompleks Taman Mini Indonesia Indah da museum perangko, iptek, dll.

Iklan

26 thoughts on “Tahun Kunjungan Museum

  1. mei berkata:

    ya sy jg br “ngeh” waktu berkunjung ke bali blm lama ini kl thn ini adalah thn mengunjungi museum. gerakan yg bagus sekali, sdh saatnya kita menganggap sesuatu yg bersifat edukasi adalah jg sangat menghibur. semoga juga museum2 kita mengolah dirinya shg lbh menarik, up-to-date, menggelar byk exposition, berkolaborasi dgn museum2 lain dsb.

  2. UmmuKamilah berkata:

    Iya niy, jadi ingat kalau aku sudah lama nggak masuk museum. Pertama ke museum dulu pas masih kecil. kelas 4 sd. Sekarang 28 thn, berpuluh tahun lamanya.
    Museum terdekat dari tempatku ada di kota Tenggarong, Museum Mulawarman.
    Makasih, Mbak..
    postingannya mengingatkan untuk menengok lagi peninggalan sejarah kerajaan kutai di sana.

  3. hak1m berkata:

    yang paling mengejutkan adalah ketika saiyah mau ke sonobudoyo yang konon menjadi salah satu museum yang terlengkap di Indonesia (lagian deket tempat tinggal) eh… lebih banyak tutupnya… apa ane salah waktu ya.. ato ini memang menunjukan budaya yang mengakar… ngeri juga kalao sudah lupa dengan sejarah, bagaimana membangun sejarah?

    • monda berkata:

      iya dong, TMII itu kan seperti museum yang sangat besar, dengan rumah2 adat sebagai pengisinya, selain itu kan juga ada beberapa museum lain

    • monda berkata:

      Eh iya bunda, trims ya,
      saya juga mengucapkan selamat tahun baru buat bunda, setiap posting bunda selalu kutunggu,biarpun kadang2 nggak sempat komen, he..he..maaf ya bun, soalnya nggak setiap hari ol, anak2 suka ngiri kalau mamanya ol terus, krn mrk kubatasi hanya akhir minggu saja

  4. bundadontworry berkata:

    dulu waktu masih sekolah, bunda rajin mengunjungi museum,
    alhamdulillah anak2 sewaktu masih sekolah juga senang2 saja diajak kesana.
    mungkin hrs lebih disosialisasikan lagi, agar kita mau mengunjungi museum sebagai salah satu obyek kunjungan wisata pengetahuan.
    salam.

    • monda berkata:

      alhamdulillah bun, dlm bbrp kunjungan terakhir ke museum sy sudah banyak bertemu anak2 muda yang bukan rombongan sekolah, artinya atas inisiatif mereka sendiri, sayapun masih terus membujuk para putriku untuk setiap kunjungan, jadi pilih dulu museum yg bakal menyenangkan mereka., ke museum tekstil mereka suka karena banyak baju2 bagus, ke museum nasional suka karena tempatnya berAC, dan ke museum kebangkitan nasional karena halaman hijaunya yang luas.

  5. Sugeng berkata:

    Kalu disini (Bali) banyak usium tapi kebanyakan untuk masuknya berbayar 😦 karena memang banyak yang diperuntukan bagi turis2. Salam kenal & jabat erat selalu dari Tabanan.

    • monda berkata:

      trims infonya fiya, bunda langsung ngegoogle, bener kata fiya ya, ini museum baru, ceritain dong, di jogja banyak museum bagus, kepengen juga ke ullen sentalu, fiya udah pernah ke sana?

  6. Kakaakin berkata:

    Wah…saya senang banget mengunjungi museum, walopun museum yang ada di dekat Samarinda cuma Museum Mulawarman di Tenggarong 🙂 Oh iya, museum kayu juga ada di Tenggarong, yang menyimpan awetan buaya Sangatta yang pernah menerkam manusia…

    • monda berkata:

      ya, pernah juga dulu ke museum Mulawarman, dan sempat melihat pertunjukan tari, mudah2an skrg koleksinya makin lengkap ya, museum kayu belum pernah

  7. bayu putra berkata:

    wah pasti rame kunjungannya ke museum saya di tempat saya tidak ada museum…
    apalagi biaya masuknya hanya Rp.1.000,- wah murah sekali…jadi pengen juga…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s