Malaikat Menyamar Jadi Tukang Koran ?

Di perempatan jalan Jakarta pasti saja ada pengasong yang menjajakan dagangannya berkeliling di sela-sela kendaraan yang berhenti ketika lampu lalu lintas berwarna merah. Salah satunya adalah penjual koran di perempatan Universitas Indonesia Salemba.

Kemarin kami membeli koran dari seorang bapak berumur kira-kira 40-an. Koran diberikan dan dibayarkan dengan 2 lembar uang ribuan. Si bapak mengembalikan dengan uang logam 500 rupiah. Saya dan suami terheran-heran setahu kami harga koran itu 2000 rupiah seperti biasa kami beli sebelumnya. Saya coba memeriksa harga koran itu, di halaman depan tertera harga Rp 2500,-.

“Pak, kok uangnya dikembalikan?” , suami memanggil sambil membunyikan klakson mobil, si bapak tukang koran tidak mendengarnya karena ia terus berjalan di antara kendaraan lain. Tak lama kemudian akhirnya lampupun berubah hijau. Yah sudahlah, kamipun melanjutkan perjalanan sambil membahas bahwa bukan niat kami untuk mendiamkan masalah ini, kasihan kan orang kecil, mungkin untungnya cuma sedikit, mungkin dia tidak melihat nominal uang, sehingga keuntungannya hilang.

Pagi ini kami kembali melewati jalan yang sama untuk berangkat ke kantor. Ternyata bertemu lagi dengan si penjual koran. Si bapak dipanggil dan kami memesan koran yang sama seperti kemarin, kali ini suami memberikan uang Rp 3000,- sambil menjelaskan kemarin uang kembaliannya lebih.

Uang diambil oleh bapak itu, tanpa berkata sepatahpun ia menjatuhkan koran lain ke pangkuan suami, diikuti dengan koran berikutnya dan diapun berlalu meninggalkan kami yang terkesima. Total kami menerima 3 jenis koran berbeda, yang jika dilihat dari harga yang tercantum di halaman depan seharusnya harga ketiga koran itu adalah Rp 5500,-. Berapa harga koran itu sebenarnya?

Sekali lagi si penjual koran menjadi perbincangan kami. Mengapa dia tidak mau menerima saja uang Rp 3000,- itu?. Mengapa dia memberikan 2 koran lain. Kesimpulan kami mungkin karena kejujurannya dan ia tidak mau begitu saja menerima pemberian orang karena ia merasa masih mampu bekerja.

Kata suami : ” Mungkin bapak itu malaikat yang nyamar jadi tukang koran buat ngetes kita” …………….sambil tertawa.

Iklan

24 thoughts on “Malaikat Menyamar Jadi Tukang Koran ?

  1. kikakirana berkata:

    wah mungkin belinya kesiangan… jadi harganya dah turun dech dari harga aslinya.. nah berhubung bapak”nya baik hati dan tidak sombong juga suka menolong…jadi bapak” itu gag mau menipu pembelinya dech…
    terbukti kan akhirnya pembeli nya nyari’in dia lagi dah…hehe itu hanya menurut QK wkkwkw

    HIDUP!!! ^_^

  2. edratna berkata:

    Korannya tanggal hari itu? Dan masih pagi?
    Kalau sudah siang atau sore memang dijual dengan harga murah…tapi agak aneh ya, biasanya mereka senang kan mendapat uang lebih

  3. monda berkata:

    @ akin, bunda, darah biroe dan fety : krn penasaran aku coba2 beli koran yg sama di tempat lain, ternyata harga bandrol lebih mahal drpd harga sebenarnya, nggak tau taktik dagang apa nih, untuk memperbanyak keuntungan tukang koran mungkin,
    semuanya itu koran pagi dibeli pagi

  4. fety berkata:

    bunda, atau koran yang ditambahkan itu adalah koran pagi. Kan biasanya ada koran pagi dan koran siang:)

    Atau juga bapaknya mempunyai trik untuk menarik pelanggan.
    moga ada pengganti rejeki untuk si bapak 🙂

  5. darahbiroe berkata:

    wakwkakwa bisa aja nuyy

    saya setelah ngebaca jadi penasaran hayoo tanggung jawab penulis 😀

    berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasih 😀

  6. bundadontworry berkata:

    kita sering menemukan kejadian2 yg gak disangka2 ya Mbak.
    si bapak tukang koran yg baik, juga Mbk dan Mas yg juga baik .Semoga kita semua selalu dianugerahi kebaikan oleh Allah swt ,amin.
    salam.

  7. Pakde Cholik berkata:

    Bapak itu hebat, mbak dan abang juga hebat kok.
    Kadang kita menemui hal2 seperti itu bak.
    Benar, malaikat bisa menyamar sebagai pengemis, sebagai orangtua kita,dll.
    Jadi, kita memang harus berbaik hati kepada siapapun.

    Btw, widget Recent Post kok nggak ada ya mbak, jadi susah kalau mau cari postingan2 yang lain. Tambahi ya mbak, letakkan diatas Recent Comments tuh.

    Untuk menarik pengunjung bisa ditambahkan juga Top Commentators, isi saja 5 orang dan dijadwalkan seminggu sekali.

    Sudah tahu cara pasang widget kan ? Kalau belum :
    Masuk saja ke site admin -klik appearance-klik widget. Nah widget2 yang mau dipasang tinggal di tarik ke posisinya (drag-drop). Kalau sudah tahu ya syokur.

    Terima kasih atas artikelnya yang sarat pelajaran.
    Salam hangat dari Surabaya

    • monda berkata:

      tadinya udah ditampilin Pakde, tp krn takut loadingnya lama dipindah dulu deh, rencananya mau buat halaman arsip sendiri, tp kok belum bisa
      terima kasih sarannya

  8. yani berkata:

    mungkin itu langganan mba monda? biasanya kalo langganan sering dikasih diskon lho.. aku dulu pas kuliah strata 1 juga punya langganan koran dan majalah. seriiing banget di diskon dari harga aslinya. karena mereka sebenarnya belinya harganya lebih murah dr yang tertera di label koran/majalah itu mba..
    tapi itu artinya bapak itu baik, ngga ambil untung besar, yang penting langganan banyak demi kelancaran rezekinya. so, teruslah berlangganan ya mba.. 😉

  9. monda berkata:

    @tary, sunflo & ummukamilah: perbuatan si bapak nggak biasa banget sih ya

    @orange float : kalau lg main ke jkt si bapak masih bisa ditemuin di jalan depan rs carolus arah ke senen

    @astriani : salam kenal juga, trims udah datang

    @kishandono : ya pak, akhirnya kita juga harus instropeksi

  10. kishandono berkata:

    wow, nice story.. mengingatkan kita, untuk selalu berbuat baik… bahkan orang seperti itu aja bisa royal, sedangkan kita lebih sering pelit dan perhitungan…

  11. UmuKamilah berkata:

    Kejadian yang mengherankan juga niy Mbak. Jarang-jarang bertemu dengan penjual koran seperti itu.

    Eh, jangan-jangan pas bayarin kelebihan koran itu besok Mbak dikasih tiga lagi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s