Belajar Naik Kereta

Setelah menyelesaikan undangan mengungkap pengalaman bersepeda ternyata album kenangan belum mau ditutup, teringat lagi kejadian lama. Kali ini belajar naik kereta. Kereta adalah sebutan untuk sepeda motor di kota Medan dan sekitarnya, sedangkan motor adalah sebutan untuk mobil.

Sebelumnya tidak ada niat untuk belajar mengemudikan sepeda motor, karena memang nggak punya sarananya. Belajar mengendarainya ini kulakukan terpaksa, ya karena dapat motor dinas, sebuah motor bebek Yamaha Force-1, tahun 1994. Bingung kan, nggak bisa bawanya dan nggak punya SIM. dalam hati aku berniat, ya coba-coba dululah kalau berani diteruskan kalau nggak ya udah. Belajarnya di mana ya, sama siapa? Kalau belajar menyetir mobil sih ada sekolahnya, kalau belajar motor ?

Saudaraku kak Ros bilang : ” Belajar sama Andi aja”

“Sama Andi kak? Memangnya Andi bisa? ” (Andi masih kelas 6 SD).

“Bisa, tapi memang belum dikasih bawa ke jalan”

“Aman nggak kak? Dia kan masih kecil”

Akhirnya suatu sore dengan memakai motor si kakak, aku dibonceng Andi ke halaman parkir kantor gubernuran yang luas sekali.

Kata Andi : ” Bujing bisa naik sepeda kan..bawa motor sama aja seperti bawa sepeda, tinggal ngegas aja yang penting seimbang, sekarang Bujing di depan coba bawa sendiri, Andi di belakang.”

Ternyata benar, lebih susah belajar naik sepeda. Hari itu juga aku sudah berani dilepas sendiri. Setelah lancar dan membuat SIM C motor dinas bisa kubawa pulang.

Tetapi prakteknya bawa motor nggak boleh meleng dan nggak boleh ngerem tiba-tiba. Beberapa kali motorku miring dan hampir jatuh karena ngerem mendadak di lampu merah, padahal aku bawanya pelan banget, maksimal cuma 30 km/ jam.

Kejadian motor terjatuh akhirnya terjadi juga, lokasinya bisa dibayangkan di mana? Di dalam rumah.

Sepulang kerja aku langsung memasukkan motor ke ruang tamu, dan salah pencet injak, bukannya rem yang diinjak, tetapi malah memutar pedal gas. Motor melaju, cepat-cepat aku turun dan memencet rem tangan. Motor oleng dan terjatuh ke lantai menabrak meja TV. Meja terbalik dan TVpun jatuh. Bagian atas TV benjol, tetapi TV tidak ada kerusakan lain dan masih bisa dihidupkan. Sampai sekarang TV itu masih awet dan masih dipergunakan oleh asisten di rumah. Tidak lama aku memakai motor dinas itu, tidak sampai setahun karena kemudian menikah, hamil dan mutasi ke Jakarta mengikuti suami.

 

Iklan

50 thoughts on “Belajar Naik Kereta

  1. mama ina berkata:

    Bu Monda hebat yach..sekali belajar naik motor langsung bisa…..tp itu koq jatuhnya malah didalam rumah hihihi…untung TVnya ngga rusak yachh….

  2. nique berkata:

    kekekeke
    lucu ngebayangin itu motor luncat nabrak tivi xixixi
    tapi top dah si kakak berani naik motor
    daripada aku? ūüėÄ

    *dari tempat dhenok meluncur kemarih*

  3. nh18 berkata:

    Melihat kemacetan Jakarta yang menggila
    Ada terbersit keinginan untuk menggunakan Sepeda Motor kalau ke kantor …
    Namun jujur saya takut

    Saya trauma mengendarai kendaraan roda dua Bu Monda …
    Sebab …
    waktu kecil dulu pernah patah tangan ketika jatuh dari sepeda mini …

    (jatuh dari sepeda mini aja patah tangan … bagaimana kalau naik motor …)

    Salam saya Ibu

    • mama ina berkata:

      sama Om…waktu kecil saya juga pernah kecebur got pas naik sepeda…sejak itu smpe skrang saya trauma…ngga berani naik sepeda lagi dan ngga mau belajar bawa motor….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s