Di mana-mana pasta

fettucini dgn sosis Malam sebelum tidur anak-anak pesan minta dibuatkan bekal makan siang untuk di sekolah,  yaitu makanan kesukaan mereka, spaghetti.

Tapi sayangnya tidak ada lagi persediaan spaghetti di lemari, hanya tinggal fettucini,  lasagna dan makaroni. Berbagai jenis pasta ini memang kesukaan mereka, terutama si kakak. Sengaja kusiapkan bahan-bahan ini karena si kakak  agak susah makan, maunya ya makanan import seperti ini. Biasanya kelengkapan pasta ini adalah daging giling, tetapi mana sempat pagi-pagi mencairkan daging dari freezer. Akhirnya kupilih fettucini dan sosis sapi.

Membuat saus pastanya standard sekali, bukannya saus krim yang biasa dipasangkan dengan fettucini, karena masalah waktu tadi, kan mama mesti siap-siap ke kantor juga.  Cara membuatnya bawang bombay ditumis sampai harum kemudian masukkan sosis, saus tomat kesukaan, diikuti dengan sedikit oregano dan selembar daun basil kering. Sebentar saja sudah jadi dan siap dimasukkan ke kotak bekal. Sedikit deg2an karena belum pernah buat kombinasi seperti ini, mudah2an mereka doyan. Ternyata, sorenya si kakak menghabiskan sisa pasta itu dan bilang enak. Lega…. (di foto saus sosisnya tinggal sedikit karena lupa buat foto saus setelah selesai masak, ingatnya sudah sore he..he..)

Terus terang cara masakku ini bukan resep pasta yang tepat. Seperti dimuat di Nova24  Mei 2009 ada 10 pantangan seputar masakan Italia. Kukutip ringkasnya ya.

Pasta kering tidak boleh dipatahkan, karena nanti nggak ada yang tertarik dengan masakan anda.

Air rebusan pasta jangan ditambahi minyak karena saus jadi sulit meresap (aku masih pakai cara ini supaya pasta tidak lengket).

Kalau mau pakai bawang putih,  diiris saja jangan dimemarkan karena akan merusak rasa.

Minyak zaitun yang dipakai cukup yang biasa saja jangan supermurni.

Orang Italia tak memakai oregano kering dalam saus, biasanya yang segar (padahal oregano itu buat saus jadi wangi dan krenyes2, biarin tetap pakai saja, sesuai selera), katanya nggak dipakai dalam sembarang sajian kecuali tertulis dalam resep.

Sudah berapa pantangan tuh? Pantangan keenam bawang putih dan bawang bombay jangan ditumis sampai coklat, cukup kekuningan aja.

Jangan pakai daun seledri keriting.

Daun seledri segar hanya diletakkan di atas sajian sebelum dihidangkan, bukan dimasak.

Bawang putih dan bombay jangan dicampurkan dalam masakan yang sama karena merusak citarasa keduanya.

Jangan gunakan keju di atas sajian seafood, biasanya di Italia keju diletakkan di wadah terpisah.

Mau memasak cara Italia atau cara sendiri, it is up to you. Di Italia juga tidak ada saus sambal. Seorang temanku makan pasta di negeri asalnya, karena terbiasa makan pasta pedas dia minta chili sauce, karena nggak ada, akhirnya yang diberikan acar cabe. Kata temanku itu makan pasta di sana nggak nendang banget.

39 thoughts on “Di mana-mana pasta

  1. Ping-balik: Aglio e Olio «
  2. Budi Mulyono berkata:

    Wah ternyata suka pasta juga ya… keluarga kita-kita juga sama kak… terutama fetucini… kalo henny buat sphagetti goreng… ayah suka yang arabieta (cuman ditumis aja ma bawang bombay, cabe merah besar, dan bawang daun). sebnarnya banyak sih saos untuk pasta, cuman di Indonesia yang terkenal bolognaise (daging cincang).

    Salam hangat dari Balikappan…

  3. nakjaDimande berkata:

    waahhh si kakak mirip sama aku tuh pengennya makanan Impor..

    bedanya aku suka yang diimpor dari sunda, hyahahha.. sambel dadak, pepes, karedok leunca.😀

    klo aku bikin pasta suka2 aja mba, sausnya pake bumbu sambal goreng atau pake bumbu rendang juga boleh **dasar lidah lokal.

  4. Ossy berkata:

    wiih sm2 penggemar pasta nih.. kalo saya sih judulnya aja pasta, soal citarasa tetep lidah orang Indonesia, hajar bleh, bodoamat sm tatacara n pantangan, hehehe

  5. wi3nd berkata:

    banyakan “jan9an”nya yah kak😀

    tapi aku campur bombay ma bawan9 puteh enak enak ajah he he…

    hemm lidah anak anaknya kakak pada italiano semua neeh,sukanya pasta..🙂

  6. anfit berkata:

    mmmhh…kalau bekal sekolahnya dibuatkan ama mama spt ini, meskipun cara masaknya ga sesuai yg dianjurkan, buatku juga enak enak saja…hehe..😀

  7. sunflo berkata:

    hehehe… ribetnya nyiapin hidangan pasta ya mbak… kalau aq di sana sekarang, pasta2 kek gtu kumasak praktis ajah ala indonesia… dengan ditumis gtu kek masak mie… ^^

  8. nanaharmanto berkata:

    Saya nggak pernah tuh masak pasta sendiri…kalau lagi pengen beli jadi, langsung enak, nggak repot bersihin alat-alatnya hehehe…
    salut, Mbak, demi anak-anak tercinta mau repot membuat bekal untuk mereka…🙂

  9. Tanti berkata:

    Asyik nih, lain kali mo makan bareng si kakak ah… biar kebagian pasta mami monda hehee.
    Wah aku juga bikin spageti gak pake aturan, sing penting mak nyoosss paduan cita rasa Indonesia

  10. Abu Ghalib berkata:

    masakan impor dengan sentuhan lokal
    saya rasa seperti ini lebih baik ketimbang kita memaksa lidah ikut2an lidah org asing🙂

  11. Andan Firmansyah berkata:

    boleh di coba tuh..🙂
    kan pasti sehat kalo makanan buatan rumah, karena kita sendiri yang menjamin..
    gak seperti jajanan di pingir jalan, kita gak tau kalo makanan yang di jual mengandung banyak zat berbahaya…

  12. edratna berkata:

    Pasta buatan mbak disukai anak-anak karena sesuai selera…dan tak mengikuti aturan standar…hahaha…yang penting dimakan sendiri kan, tak dijual….

  13. nh18 berkata:

    Saya tersenyum membaca paragraf terakhir …
    mungkin Hanya ada di Indonesia ya Kak …
    Makan pasta pake Saus Sambal …

    Dikasih Tabasco … kelihatannya kurang mak nyus …
    mesti pake sambal beneran Made In Indonesia

    hehehe

    Salam saya Kak

  14. Nia berkata:

    huwaa..malem malem jadi laper liat pastanya :ngilerr:
    nia juga selalu kasih minyak di air rebusannya:)
    wah, padahal nia hobi nyampur bawang putih dan bawang bombay, ternyata merusak citarasa to..
    hmmm..
    makasih bunda infonya ^^

  15. Deka berkata:

    Jangan kan memasaknya. Pasta, spaghetti, fettucini, lasagna, dkk seperjuangannya aja belum pernah makannya perasaan saya mah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s