Cita-cita Anak (reposting)

Cerita ini sudah pernah diterbitkan, tetapi kali ini sengaja dimunculkan lagi dengan sedikit penambahan di sana sini karena mau belajar reposting, karena  belum tahu bagaimana caranya akhirnya hanya copy paste saja, mungkin ada teman  yang bisa bantu?
Padahal sih alasan sebenarnya karena tidak sanggup menulis, dalam kepala rasanya banyak ide tapi masih susah juga untuk dituliskan. Cara menulis kata per kata terlebih dahulu kemudian  baru dirangkaipun  sudah dicoba.
Ini cerita beberapa tahun lalu, waku Inka si bungsu masih TK.
Topiknya sih tentang cita2 kalau besar nanti.
“Adek, kalau sudah besar mau jadi apa?” tanyaku
“Mau jadi dokter anak”
“Wah, bagus dong, nanti kerjanya di rumah sakit ya?”
“Nggak, adek maunya jadi dokter di rumah aja”
“Kenapa? Dokter itu kan kerjanya di rumah sakit atau di puskesmas”
“Kasihan, kalau anaknya pulang sekolah nggak ada mamanya di rumah” katanya
Waduh, ini nyindir mama ya…(setelah ditanya-tanya ternyata dia melihat mama Fanny temannya yang berpraktek di rumah saja dan bisa mengantar jemput anak ke sekolah, anak kecilpun sudah bisa cemburu dan membuat perbandingan ya)
Setamat TK, dengan mempertimbangkan banyak hal kami memasukkan anak-anak ke sekolah dengan sistim full day school. Di sekolah ini setelah kelas 3 sekolah bubar setelah sholat ashar berjamaah. Pertimbangan kami selain agar anak mendapat pelajaran umum dan agama yang lebih lengkap juga dengan maksud agar anak tidak terlalu lama di tangan pembantu rumah tangga karena kedua orang tuanya bekerja. Terus terang  memang sulit untuk mengatur para pekerja ini jika hanya mereka yang di rumah. Sudah dipesan tidak boleh menonton berita kriminal atau sinetron dan berbagai macam acra televisi yang tak pantas dilihat anak dsbnya jika anak-anak belumtidur, tetap saja hal ini mereka lakukan.
Di sekolah dengan sistimfull day school  seperti ini satu jam pelajaran lebih panjang daripada sekolah umum,  yang dipergunakan oleh guru untuk memperdalam materi pelajaran. Jadi ketika pulang sekolah anak-anak tidak terlalu perlu lagi ikut berbagai macam kursus karena sudah mendapat cukup masukan di sekolah, mengajipun sudah dipelajari di sekolah karena jam pertama setiap hari adalah tadarus. Waktu anak-anak di rumah tanpa kehadiran orang tua hanya sebentar, karena satu atau dua jam kemudian mama sudah di rumah kembali.
Iklan

46 thoughts on “Cita-cita Anak (reposting)

  1. Bibi Titi Teliti berkata:

    memang full day school salah satu solusi untuk ibu bekerja,…betul itu mba…daripada ama pembantu rumah tangga mendingan titipin gurunya aja…

    Inkaaaaa…mudah mudahan tercapai cita citanya jadi guru yaaaa:)

  2. Kakaakin berkata:

    Hehe… saya masih belum meikirkan konsep macam apa yang ‘kelak’ akan saya jalani… Tapi mudah2an tak akan merugikan keluarga… ciee… 🙂

  3. dream lely berkata:

    yang penting di sekolah manapun, anak-anak akan tetap kita didik untuk menjadi seseorang yang sangat berarti bagi negeri ini.

    memberi mimpi yang nyata bagi mereka di usia dini.

  4. fara berkata:

    saya waktu kecil juga cita2 nya jadi dokter bu,,,
    apapun cita citanya, harus bisa diarahkan sesuai dengan bakat dan kemampuan ya bu.. 🙂

  5. edratna berkata:

    Dulu…anak-anak sepulang sekolah ada kegiatan lagi. Saat SD sorenya madrasah, setiap minggu kursus piano, juga ada silat. Semua mereka yang memilih, dengan demikian, risiko terpengaruh tontonan aneh2 berkurang.
    Yang harus disiasati, adalah bagaimana di akhir pekan, acara bersama orangtua menarik, walau terkadang hanya glundungan di tempat tidur sambil saling cerita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s