Halte Gayus di Ladang Jiwa

Alhamdulillah artikelku sudah diterima dan sudah diterbitkan oleh sang pemilik Ladang Jiwa.  Ini adalah pertama kalinya aku menulis di blog sahabat, ternyata banyak ya cara untuk menjalin silaturahmi di dunia maya.

Yang paling utama kurasa  adalah blogwalking, tetapi sayangnya cara ini belakangan ini sulit kulakukan karena sempitnya waktu di sela-sela tugas ibu rumah tangga dan bekerja di luar rumah. Mohon maaf kepada para sahabat yang belum sempat kubalas kunjungannya. Insya Allah satu demi satu bergantian akan kukunjungi.  Silaturahmi cara lain yaitu dengan mengikuti kompetisi atau lomba yang diadakan sahabat, inipun sudah beberapa kali kuikuti.

Cara lain lagi adalah saling berkirim award. Award yang kuterima sudah ada beberapa. Kali ini aku dapat lagi award dari dinda27 dan cempaka. Terima kasih ya sahabat atas kepercayaannya dan kesediaannya memilih aku untuk menerima award2 cantik ini.

Nah inilah award dari dinda

Dan yang ini award dari cempaka

Award ini kupersembahkan untuk semua teman yang datang berkunjyng kemari. Silahkan dipetik dan dibawa pulang.

Dan ini artikel yang kukirimkan ke Ladang Jiwa

Halte Gayus

Sebagai pengguna angkutan umum kita seharusnya   naik atau turun di halte atau tempat pemberhentian  yang telah disediakan. Halte ini biasanya sudah diberi nama oleh dinas perhubungan dan tertulis di masing-masing halte.  Penumpang angkutan umum pasti hafal dengan nama-nama halte yang dilalui bis yang dinaikinya jika tidak ingin kesasar.

Penamaan halte ini biasanya disesuaikan dengan nama daerah atau gedung yang ada di dekatnya. Di Jakarta misalnya ada halte yang bernama bendungan hilir disingkat benhil, karet, komdak,dll. “Yang makmur … yang makmur …ada turun…” itu artinya sudah sampai di jalan Kemakmuran.

Kadang-kadang kondektur bis meneriakkan halte sesuai kebiasaan saja, tidak mengikuti nama halte yang sudah tertulis. Halte Penas di wilayah Jakarta Timur dan Rivoli di Jakarta Pusat asal namanya adalah nama bioskop yang sudah almarhum bertahun-tahun lamanya..Jika mau turun di kawasan Roxy Mas kondektur akan menyebut dengan  “asrama”, padahal hanya ada tanah kosong di lokasi itu sebelum akhirnya dibangun pertokoan, ternyata dilacak jauh ke belakang di lokasi itu adalah bekas asrama tentara. Halte berikut setelah asrama adalah  di depan Rumah Sakit Sumber Waras ” yang waras yang waras turun ” (yang masih dalam bis nggak  waras dong..).  Wilayah Departemen Keuangan masih disebut Lapangan Banteng meskipun nama itu berasal dari jaman Belanda.

Selain yang bertahan dengan nama lama, ada juga halte yang berubah nama. Seperti salah satu halte di wilayah Tomang, Jakarta Barat, dahulu disebut Pajak karena berdekatan dengan kantor Pajak. Belum lama ini nama itu berubah.  Maraknya pemberitaan mengenai markus yang melibatkan banyak orang termasuk salah satu pegawai kantor pajak  yang sangat terkenal karena masih muda sudah memiliki rekening dengan jumlah nominal yang fantastis memberi inspirasi kepada para kondektur bis. Bila sudah mendekati wilayah itu si abang kondektur berteriak : ” GAYUS…..GAYUS….”

23 thoughts on “Halte Gayus di Ladang Jiwa

  1. Ping-balik: Karsini « Kisahku
  2. uni berkata:

    assalamu’alaikum bunda, salam knel, wah baru pertama ke rumah indah ini, langsung dapet award, senangnya😀

  3. elmoudy berkata:

    Mbak Monda… salam kenal.
    Gayus ini kuketemukan di ladangnya Nakjadimande..
    dan ternyata sangat lucu tukang angkot itu wkwkww

  4. yani berkata:

    selamat untuk awardnya mba monda..🙂
    maafkan juga diriku yg jarang blogwalking, karena waktu tak seluang dulu..

  5. ningrum berkata:

    assalamu’alaykum bu Monda🙂
    kemaren udah sempet singgah tempat Bundo, tapi belum sempat baca artikelnya😀
    salam kenal dulu ya😉

  6. Mamah Aline berkata:

    siang mba Monda… luar biasa, kreatif menulis, bekerja di luar rumah, ibu dari dua putri… salut sekali.. salam sukses dan hangat selalu

    oh ya, dulu saya terima award tapi belum diposting, keburu blog saya error waktu itu. Insyaallah pada waktu yang tak lama

    • monda berkata:

      maaf ya mah, jarang silaturahmi

      si mamah lebih kreatif lagi, aku inget cahcum capenya, kreatif nih mamah buat judul, aku paling nggak bisa deh buat judul menarik

  7. bundadontworry berkata:

    Selamat Pagi,Mbak Monda.
    Selamat berakhir pekan bersama keluarga.
    bunda dah baca tulisannya di Ladang Jiwa.
    hmmm…….. gara2 kenek, gayus idi tambah top ya😀😀
    Selamat atas award dr sahabatnya,
    semoga menambah erat silaturahim,amin

    bunda bawa ya awardnya, nanti sekalian dipajang di lemari award dirumah.
    terimakasih Mbak Monda
    salam hangat utk keluarga
    semoga selalu sehat
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s