Belanjaanku Mana?

Keluar dari pasar  tradisional dengan tentengan di kedua tangan

“Belanjaan ini berat banget ya, taruh di mana dulu , padahal masih ada lagi yang mau dibeli” (aku berpikir keras).

Ya, panggil tukang ojek sajalah, titip dulu. Jadilah dua tas yang berat kutitip di pak ojek. Sedangkan aku masih membawa satu tas lagi yang lebih ringan dan berjalan ke toko-toko seberang pasar, masih ada 2 toko lagi yang kutuju, biasalah kalau sudah keluar aku lebih  suka sekaligus menuju beberapa tempat, malas kalau harus bolak-balik keluar rumah.

Setelah terjadi transaksi di toko kue, aku bergegas ke toko sebelahnya lagi untuk membeli kecap, minyak goreng dsbnya. “Ya, sudah selesai semua,  barang-barang yang direncanakan sudah terbeli” (sambil melihat catatan belanja. Lalu, aku menghampiri tukang ojek untuk pulang. Tiba-tiba aku teringat rasanya tadi tentenganku banyak kok di tanganku cuma ada segini ya.

Aku turun lagi dari boncengan tukang ojek “Pak,tunggu lagi ya ada barang yang ketinggalan”.

Aku berjalan ke toko kue dan menanyakan kepada si penjaga toko :
“Mbak, tas belanja berisi sayuran ada ketinggalan?”

“Nggak ada bu”

Lalu aku berjalan lagi ke toko kedua : “Mas, ada melihat sekantong sayur ketinggalan di sini?”

“Dari tadi tidak ada barang ketinggalan bu, kalau ada pasti sudah saya simpan”. Aku kembali lagi ke toko kue dan menanyakan kepada penjaga lainnya. Nihil.

Aku berpikir keras, di mana kutinggalkan ya. Sambil bergumam aku berjalan ke arah tukang ojek :”Belanjaanku hilang dan aku tidak mampu mengingat di mana kutaruh, ya sudahlah, pulang saja, malas mau belanja lagi”.

“Ibu cari apa?” tanya pak ojek.

“Belanjaan saya pak. Dua kantong”.

“Yang ini bukan bu, ibu tadi kan sudah titip sama saya. Ibu tidak tanya-tanya saya”

“Ya, pak” aku mengangguk lemas.

Artikel  ini disertakan  dalam acara yang bernama Liga Tertawa Blog Campsiana di blognya PakDhe Cholik.

 

36 thoughts on “Belanjaanku Mana?

  1. wi3nd berkata:

    kyaaaaa..saking banyaknya belanjaan jadi lupa..😀

    nanti klu da dapet inspirasinya,kirim ke kontes fiksi mini ya bun,kami tunggu🙂

    trimakasi🙂

  2. edratna berkata:

    Duhh Monda…sekarang saya juga seperti itu lho..kalau capek mencari barang nggak ketemu, padahal udah didepan mata…
    Yang sering adalah urusan kacamata, udah nempel di kepala masih di cari-cari….hehehe

  3. bintangtimur berkata:

    Hehehehe…tukang ojek yang jujur, mbak😀
    Kalo Tanti bulang itu faktor U, saya bilangnya faktor K…faktor keberuntungan, ketemu tukang ojek yang dititipin barang…😛

  4. sunflo berkata:

    biasanya muter2 pasar tuh bikin cape’ dech, fuyeng, suntuk karena sesak n fanas.. jadilah konsentrasinya buyar ya mbak… ^^

  5. bundadontworry berkata:

    heheheh….. Mbak Monda ……..😀😀😀
    lucu juga ya, kalau dah kecapekan , jadi sama belanjaan sendiri juga lupa🙂
    salam

    Selamat ya Mbak Monda , semoga sukses diacaranya PakDhe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s