Pangupaan untuk ananda

Untuk acara syukuran biasanya masyarakat kita memakai nasi tumpeng. Ada jenis hidangan lain seperti tumpeng yang biasa dipakai masyarakat Tapanuli untuk upacara syukuran yang disebut pangupaan.   Acaranya sendiri disebut mangupa. Kali ini keluarga kami membuat pangupaan untuk ananda dan keponakan yang telah berhasil lulus UN SMP.  Keponakan ini mengikuti UN di sebuah sekolah di salah satu daerah di Kalimantan Timur. Karena ayahnya bekerja di lapangan dan di sana tidak ada SMAnya, jadilah ia akan melanjutkan di Jakarta bersama Opung.

Mangupa ini acara berisi nasihat dan selamat atas keberhasilan dari pihak yang memberikan dan nanti akan dibalas oleh pihak yang menerima pangupaan dalam hal ini  kedua anak tersebut. Tujuannya aso mulak tondi tu badan, yaitu agar kesehatan kembali pulih setelah berlelah-lelah mempersiapkan ujian.

Kelengkapan pangupaan adalah nasi putih biasa, diletakkan di atasnya segala macam protein hewani , ada rendang, udang, ayam, telur  dan ikan.  Semuanya mempunyai perlambang, tiga buah telur rebus melambangkan dalihan na tolu, yaitu 3 unsur keluarga yang harus ada dalam upaca adat,  daging ayam karena ayam adalah binatang yang paling rajin, hari masih gelap ayam sudah berkokok,  udang karena hewan ini tak pernah sendirian jadi maksudnya supaya kitapun bisa hidup bersama-sama dengan orang lain, dan seterusnya. Pangupaan ditutup dengan lapisan daun pisang dan sarung Bugis. Sarung  dalam acara adat memiliki nilai yang tinggi karena dapat dipakai untuk sholat. Lebih berharga memberikan sarung daripada uang kepada seseorang walaupun jumlah uang lebih banyak daripada harga sarung, dan sarung Bugis adalah sarung yang bernilai adat paling tinggi.

Agak berbeda sedikit yaitu syukuran untuk pengantin atau acara adat yang lebih besar lainnya ,  pangupaan  ditambah dengan kepala kambing,  namanyapun khusus yaitu indahan toppu robu dan diletakkan di atas tampah. Ditutup dengan 2 lapis pembungkus juga yaitu daun pisang dan sarung Bugis  dibentuk menyerupai kerucut diikat dan ditambah beberapa macam tumbuhan yang masing-masing juga memiliki perlambang. Pemberian hidangan inipun disertai dengan berbalas nasihat.

58 respons untuk ‘Pangupaan untuk ananda

  1. Ping-balik: Mebat « Kisahku
  2. bintangtimur berkata:

    Mbak, waktu tinggal di Medan dulu saya pernah makan nasi upa-upa ini…rasanya enak banget, sarat dengan bumbu dan…makna mangupa itu ternyata luar biasa!
    Semoga anak-anak bisa meneruskan sekolah dengan lancar 🙂

  3. Ceritaeka berkata:

    aku koq ndak pernah ya dapat pengupaan ini dari mamak sama bapak?

    *bingung.. garuk2 kepala 😀

    biasanya syukuran ya biasa aja… makan2 gitu, gak pernah pake makanan tradisional gitu bun.. hehehe

  4. lyna riyanto berkata:

    Indonesia memang sangat kaya dengan adat dan budaya, pada akhirnya adat dan budaya itu bermuara kepada satu hal yaitu mensyukuri nikmat dan karunia dari Yang Maha Kuasa

    Semoga ananda berdua yg di selamati berhasil mencapai cita2nya kelak.

    Amiin.

  5. yani berkata:

    tambah lagi kosakata bhs daerah 🙂 makasih mba monda.. btw, ini blog ganti cat ya? samaan kayak punya bunda Lily dan mas Ifan 😀

  6. yanrmhd berkata:

    wah, selamat buat yang udah lulus ujiannya 😀
    semoga dengan pangupaan nie jadi lebih semangat
    dan lebih berprestasi lagi…

    🙂

  7. ceuceu berkata:

    indah sekali..saya senang membaca tulisan2 seperti ini..tentang keindahan dan kekayaan budaya negeri …

  8. Oyen berkata:

    Selamat ya, semoga tercapai cita-citanya 😀

    Ingat!!! Keberhasilan hari ini bukan keberhasilan esok hari, jadi teruslah berjuang,karena hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti…walah, sotoy banget seh Oyen 😀

  9. sunflo berkata:

    semoga ananda sukses selalu mbak… kek syukuran di jawa yaa’.. wah kebetulan aq blom sarapan jadii liat makanan langsung deh berkokok nie ferut.. :mrgreen:

  10. Abu Ghalib berkata:

    selamat buat ananda, semoga sukses selalu
    kain bugis memang bagus, begitu juga dengan ulos 😀

  11. fety berkata:

    jadi tahu tentang mangupa..
    btw, mbak monda hebat euy, orang tapanuli tapi bisa berbahasa bengkulu dengan lancar di blog sebelah he..he..

  12. Ifan Jayadi berkata:

    Ternyata beragam sekali kebudayaan Indonesia yang belum saya ketahui, seperti pangupaaan ini. Tapi saya juga agak bingung pangupaan ini kan adat tapanuli sumut, tetapi kok ada kain bugis segala. Apa hubungannya ya? Pertanyaan saya ini sama seperti pertanyaan komentar yang nomor 1

  13. Mamah Aline berkata:

    maap OOT kenapa pakai sarung bugis mba Monda, kan adatnya Tapanuli, biar di artikel udah dijelasin juga saya masih heran apa gak ada sarung daerah tapanuli untuk dipakai pangupaan, salam hangat

    • monda berkata:

      @ mamah dan ifan :agak beda sedikit dgn tapanuli utara, di selatan memang ulosnya juga beda dan tidak terlalu banyak dipakai sehari2, paling2 parompa sadun sejenis ulos untuk menggendong bayi

      sarung tidak ada yang buat di tempatku, dan krn mayoritas penduduknya muslim sarung ini lebih bermanfaat , org tapanuli tdk masalah pake sarung bugis krn ktnya menurut cerita org batak dan bugis dan lampung itu kakak beradik (legenda batak, nggak tau deh pendapat org bugis)

      • monda berkata:

        oh ya, ulosnya dipakai sebagai alas tampah dulu baru di atasnya diletakkan pangupaan yg dibungkus sarung bugis
        di foto keliatan dikit tuh,
        sorry ya fotonya mungkin agak kurang jelas

  14. ardee berkata:

    karena banyaknya kata2 sarung bugis, saya pikir tadi ini acara budaya bugis, pas baca sekali lagi baru tahu kalo ini ternyata budaya tapanuli…

    • monda berkata:

      sarung bugis paling bernilai, krn memang mutunya bagus, dulu sulit didapat di daerahku dan lumayan mahal, di temaptku sendiri juga nggak ada yang tenun sarung adanya ulos dan parompa

  15. melly berkata:

    Selamat yah buat Ananda.. Semoga di sekolah barunya nanti lancar..

    aku baru tau, ada acara pengupaan 🙂
    Indonesia memang unik ya

  16. alisnaik berkata:

    selamat pagi.

    info baru nih. pangupaan. budaya Indonesia.
    selain ayam,udang, dan kepala kambing, ada apa lagi ?

    terima kasih dan mohon maaf 😮

  17. bundadontworry berkata:

    Sekali lagi selamat utk ananda yg telah berhasil lulus UN.
    upacara adat pangupaan ini, memang sarat makna ya Mbak.
    semoga Ananda bisa menjalani kehidupan seperti perlambang2 yg ada di acara ini,amin
    salam

  18. delia4ever berkata:

    Sekali lagi selamat untuk si adek.. 🙂

    Oh ya bu, dulu waktu lia lulus kuliah , abah ngadain acara yg sama.. makanannya anyang ayam, pulut kuning, telur yg diletakkan dalam dulang… namanya Upa2…. hehehhe …
    agak mirip ya bu …..

    • monda berkata:

      sehari2 emang kita nyebutnya upa2, kok sama ya
      yang serunya setelah orang yang diupa2 ngambil makanannya,
      yang lain boleh rebutan

      • delia4ever berkata:

        Iya bu monda…
        lia selalu mantau paha ayamnya.. ehhehe..
        ama telur nya juga…

        Kalo lia mau jujur pasti sama ko bu monda.. karena nenek lia marganya sama dengan bu monda.. 🙂

          • Delia berkata:

            Iya bu..sodara…hehehe..
            anyang ayam itu kayak anyang pakis
            tapi kalo nggak salah ada pake batang pisang muda (klo tidak salah)…jadi rasanya kesat2 pedas tapi enak.. . makanan tradisi keluarga langkat bu..
            sekarang aja yg bisa dlm keluarga alm nenek cuma dua orang, ibu lia ama uwak dimedan 🙂
            Lia mau belajar nanti hehheeh

  19. nakjaDimande berkata:

    Senang pastinya mereka berdua dengan diadakannya acara pangupaan ini 😀 jadi raja sehari, hhehe..

    sarung bugis, disini juga acara adat biasa menggunakan sarung bugis sbg kelengkapan pakaian pria, di lapisi di bagian luar celana panjang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s