Museum Kebangkitan Nasional

Gedung Kebangkitan Nasional (Ex Stovia) bergaya arsitektur neo klasik terletak di jl Abdul Rahman Saleh 26 di bilangan Senen, Jakarta Pusat,  dibangun   1899 –  1901.  Tahun 1902 diresmikan pemakaiannya untuk Stovia (School Tot Opleiding Van Inlandsche Arsten), yakni sekolah Kedokteran untuk orang-orang bumi putera yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, maka sekolah ini dikenal juga dengan sebutan sekolah dokter pribumi.  Para pelajar STOVIA sebagian mondok di sebuah rumah yang sekarang menjadi  Museum Sumpah Pemuda, terletak di jalan Kramat Raya, bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari Stovia.

Gedung ini hanya dipakai Stovia sampai  1920 karena pendidikan kemudian  dipindahkan ke  Jl. Salemba No. 6, karena gedung lama tidak memenuhi syarat lagi untuk pendidikan kedokteran. Setelah kepindahan ke Salemba gedung ini dipakai untuk MULO (SMP), AMS (SMA) dan Sekolah Asisten Apoteker dan tahun 1942  digunakan untuk tempat penampungan bekas tentara Belanda (sebagai tawanan perang).

Karena  pada tanggal 20 Mei 1908 sebagai tempat lahir organisasi pergerakan nasional pertama, yakni Budi Utomo, maka pada April 1973 Pemerintah DKI Jakarta melakukan pemugaran gedung tersebut, dan setelah pemugaran selesai, gedung ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 Mei 1974 dengan nama  “Gedung Kebangkitan Nasional.

Di museum itu sendiri terdiri dari empat ruang utama dan ruang lainnya yang berada dalam museum yang memiliki luas  Tanah / Luas Bangunan :  14.625 m2 / 5.294 m2 yang dibuka untuk umum sejak tahun 1982 ini.

Keempat ruang itu adalah, Ruang Pengenalan, Ruang Sebelum Pergerakan Nasional, Ruang Awal Kesadaran Nasional serta Ruang Pergerakan Nasional.Sejumlah ruang pendukung lainya adalah Ruang Memorial Budi Utomo, Ruang Peragaan Persidangan Pembelaan Dr H.F Roll, Ruang Peragaan Kelas Stovia dan Ruang Peragaan Kelas Kartini.

Koleksi  di Museum Kebangkitan Nasional berupa : Bangunan, Mebel, Jam dinding, Lampu Klas, Gantungan Lonceng, perlengkapan kesehatan, Pakaian, Senjata, Foto, Lukisan, Patung, Diorama, Peta/Maket/Sketsa, Miniatur.

Di bagian dalam museum ini terdapat lahan terbuka yang terawat baik dan ditanami rumput dan pohon-pohon peneduh yang menyejukkan mata. Untuk memperingati hari kebangkitan nasional tahun ini pihak museum menggratiskan karcis masuk selama sepekan mulai hari ini sampai 27 Mei 2010.

Angkutan umum yang melewati museum ini adalah busway Trans Jakarta rute Harmoni Pulogadung ,  turun  di pemberhentian Kwitang dan jalan beberapa meter ke sebelah kiri  memasuki jalan Abdul Rahman Saleh.  Jika dengan busway Pulogadung  – Harmoni, pemberhentiannya di  halte Senen.

 

40 thoughts on “Museum Kebangkitan Nasional

  1. bintangtimur berkata:

    Mbak Mondaaaa….jadi inget pertemuan kita di Kwini dulu!
    Kebetulan, tanggal 20 Mei juga tanggal pernikahan saya dengan mas Budi, jadilah posting ini berasa ditulis khusus buat saya…hehehe…😀

  2. Idah Ceris berkata:

    Paling suka ke tempat2 seperi ini, sayang saya belum pernah ke Museum ini.
    Tapi, dilihat sekilas mirip museum vredeburg.🙂

    Oiya, Lagu gomblohnya koq ilang, Bun?

    • monda berkata:

      mirip dengan benteng Vredeburg mungkin karena gaya arsitekturnya sama ya
      lagu Gomblohnya itu sebetulnya pengen didelete malah kepublish he..he..

  3. bundadontworry berkata:

    bunda kesana sekitar thn 70an sewaktu karya wisata dr sekolah,sudah lama banget ya.
    sejak itu belum lagi jalan2 ke museum atau gedung bersejarah lainnya.
    tulisan yg lengkap sekali Mbak Monda🙂
    salam

  4. fara berkata:

    wahhh
    lama ndak berkunjung kesini, rumahnya sudah banyak yang diganti..

    nice info bun, saya juga hobi nya suka ke museum, di surabaya lumayan banyak museum bu. kalo k sby nanti saya anterin deh😀

    • monda berkata:

      museum yg dr salah satu produsen rokok itu katanya keren ya
      nelum pernah main ke surabaya, fara
      mudah2an ada rejeki bisa ke sana ya

  5. Tanti berkata:

    Belum pernah kesana… pingin bawa Adi ke museum2, tapi dianya belon ngerti. Ntar mo tunggu dia rada gedean baru keliling museum.. sekalian emaknya belajar lagih:mrgreen:

  6. AuVi berkata:

    Mengenal sejarah perjuangan bangsa…., bagus juga untuk jalan-jalan (dapat 2 manfaat).
    salam kenal…, kunjungi kami juga ya…..?

  7. kyaine berkata:

    sejak tahun kunjungan musium 2010 yg dicanangkan pemerintah, hingga kini saya blm mengunjungi museum sama sekali. mdh2n liburan kenaikan kelas keinginan itu bisa terlaksana, syukur2 kunjungi semua 47 museum yg ada di jakarta🙂

  8. Ifan Jayadi berkata:

    Wah, museum memang menyimpan sejuta kenangan yang takkan dilekang waktu. Dengan adanya museum kita menjadi tahu hal2 bersejarah yang pernah terjadi di negeri ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s