Dari Candi ke Candi

Jangan bosan ya teman, kisahku masih tentang Jogja. Blog ini memang ditujukan supaya kelak anak-anak punya kenangan masa kecil, jadi mumpung masih segar dalam ingatan kulanjutkan kisah ini. Tujuan utama libur kali ini Borobudur dan Prambanan tentu saja, sesuai permintaan mereka.

Dengan menyewa avanza berikut supir kami menuju Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Borobudur penuh sesak dengan rombongan anak sekolah dan keluarga. Sinar matahari jam 11 sangat terik, terpaksa kami menyewa payung.

Petugas pemelihara candi in action

Borobudur sekarang sudah menjadi taman dilengkapi museum dan beberapa bangunan penunjang, ada hotel Manohara,  arena outbound,  penyewaan kuda,  dan kios-kios souvenir.  Sisa-sisa pengaruh gempa bumi tahun 2006 lalu masih ada berupa gundukan batu yang belum tersusun (foto tenga).  Tidak lama di sini karena khawatir anak-anak kepanasan dan kelelahan.

Setelah itu mampir sebentar ke candi Mendut, candi kecil yang tidak jauh dari Borobudur , dari arah Jogja sebetulnya candi ini yang tampak lebih dulu. Candi ini   dalam beberapa kali  perjalananku sebelumnya tidak dimampiri.  Anak-anak sudah capek maka hanya aku sendiri yang berjalan ke sana. Candi ini kecil sekali hanya satu ruangan, dikelilingi teras dan bagian atasnya belum selesai rekonstruksi, karena banyak bagian yang hilang. Di samping kanannya masih teronggok  sekumpulan batu yang belum bisa disatukan. Di dalam  satu-satunya ruangan  ada tiga arca yang tampaknya baru saja didatangi peziarah, karena hionya masih berasap.

Di depan candi ada yang menjual tanaman bodhi, yang katanya  di bawah pohon inilah  Sang Budha mendapat pencerahan.

Candi Mendut dari samping.

Dari Mendut mengarah ke  Candi Prambanan, kompleks candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Tiga orang di latar depan adalah keluargaku.

Candi Prambanan adalah sebuah kompleks yang terdiri dari 4 candi, candi Lumbung, Bubrah dan Sewu, ketiganya candi Budha.

Candi Lumbung

Candi Bubrah

Candi Sewu adalah kompleks candi Budha terbesar kedua setelah Borobudur. Penamaan Sewu (seribu) berdasarkan cerita Loro Jonggrang.

Candi Sewu dari udara (wikipedia)

Ke ketiga candi inipun anak-anak tidak ikut lagi, hanya menunggu di dekat pintu keluar. Alhasil hanya aku sendiri yang sampai ke candi Sewu, lumayan jauh, tapi karena belum pernah melihat ke3 candi ini kuteruskan saja  berjalan kaki. Sebetulnya sudah ada kereta yang mengelilingi kompleks, sayangnya aku baru tahu setelah sampai di Candi Sewu.  Candi Sewu masih dalam tahap perbaikan, jika sudah jadi kurasa akan semegah Prambanan juga karena di sini ada 257 candi. Kompleks inipun sudah dipercantik menjadi taman, dilengkapi dengan arena permainan anak dan ada rusa totolnya pula.

Di loket masuk ditawarkan tiket terusan ke candi Ratu Boko, diskon 5.000, jadi 2 candi hanya membayar Rp 25.000,- disertai angkutan gratis ke candi ratu Boko. Tapi karena sudah sore kami tidak ke sana.

Sayang sekali waktunya singkat, padahal aku melihat penunjuk arah  ke utara candi Sewu ada candi Plaosan,  di jalan masih ada lagi petunjuk ke Candi Sambisari, Candi Ijo, wilayah Lembah Prambanan di antara kota Jogja dan Solo ini memang ditemukan banyak candi, belum lagi temuan baru di halaman kampus sebuah universitas terkenal di Yogyakarta.  Obsesiku ingin melihat semua candi, ( maklum arkeolog gagal alias pernah pengen jadi arkeolog), he..he..he..mudah-mudahan bisa berkunjung kembali.

Iklan

20 thoughts on “Dari Candi ke Candi

  1. Lyliana Thia berkata:

    Hahaa… mau jd arkeolog nggak kesampaian ternyata… hihihi

    cita2ku lebih gila lg Mbak, pengen jd astronot.. *GuBraAK!!* kapan2 cerita ttg JFK Space Center ah… hihihi… emang penting dokumentasi ortunya utk anak2nya Mbak…

    Kalo ke candi kebanyakan org terburu2 yah, kayak kami sekeluarga dulu jg… padahal byk bgt yg hrs dilihat… 😀

    makasih ceritanya Mba Monda… inspiratif bgt…

  2. arman berkata:

    nah kalo borobudur saya udah pernah nih… hehe 😛
    tapi sayangnya waktu itu gak sempet ke prambanan padahal pengen liat juga.

  3. nh18 berkata:

    Saya baru ke Candi Borobudur, Mendut dan Prambanan saja …

    Belum sempat melihat ke candi yang kecil-kecil …

    BTW
    Brazil juga pulang kak …
    Sedih byanger sayah …

    😦

    • nh18 berkata:

      saya baru tau kalau di kompleks itu ada juga nama-nama candi yang lain …
      waktu ke Prambanan …
      saya hanya masuk ke candi yang paling tinggi itu …

      • monda berkata:

        candi yg palin tinggi itu candi syiwa, masih belum boleh dikunjungi masih tahap restorasi,rusak akibat gempa,
        sayapun baru kali ini masuk ke candi2 di utara prambanan itu, makin cantik sesudah restorasi,

  4. Cahya berkata:

    Selama di Yogya, saya hanya pernah mengunjungi Borobudur dan Prambanan, yang lainnya paling hanya sempat melirik sambil lewat, padahal sebenarnya ingin juga berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s