Asongan di Bis Kota

Transportasi umum  di Jakarta tidak lepas dari pengamen dan pedagang asongan. Cerita tentang pengamen sudah pernah diposting,  sekarang giliran pedagang asongannya.

Di bis kota ataupun di kereta api pedagang asongan ini bergantian naik turun.  Apa saja yang dijual? Bermacam-macam, sudah seperti pasar.

Ada yang jual makanan dan minuman, buku dan majalah, pernak-pernik seperti senter, test pen, kanebo, payung, sandal refleksi, pisau cukur, pisau pengukir buah (dilengkapi dengan buah dan  didemonstrasikan cara memakainya), pokoknya segala macam barang.

Aku pernah ngomel sama pedagang majalah  karena waktu  itu aku memangku  tanaman yang baru saja diberi oleh teman :

“Bang, hati-hati dong majalahnya jangan dilempar begitu, kena tanaman saya  ”

Katanya : ” Ibu, nggak boleh marah sama orang dagang, namanya juga cari duit “.

Kadang-kadang kita bisa dapat barang yang berguna juga di sana, aku pernah membeli majalah terbitan beberapa bulan lalu  yang masih lengkap dan licin dihargai 5 ribu rupiah yang jauh lebih murah dari harga asli, lampu baca kecil, barang seperti stapler yang fungsinya mirip mesin jahit.

Belum lama ini kubeli benda ini nih, seharga 3 ribu rupiah.

Teman-teman tahu ini benda apa dan fungsinya?

Pernah mengalami kesulitan memasukkan benang jahit ke lubang jarum? Bagiku yang sudah berkaca mata plus pekerjaan ini merepotkan, biarpun keperluannya hanya untuk menjahit kancing lepas saja, perlu waktu cukup lama hanya untuk memasukkan benang.

Nah, alat ini bisa membantu. Alat ini made in China (barang apa sih yang nggak dari China sekarang ini?) seharga 3 ribu rupiah saja.

Cara kerjanya, bagian lubang jarum  dimasukkan ke lubang kecil di pojok alat ini. Tekan bagian berwarna kuning, maka akan keluar kaitan kecil di sebelah kanan, cantolkan benang di situ, lepaskan tombol kuning tadi, tarik jarum,  tarrrraa….benang sudah masuk ke lubang jarum. Cara mudah untuk memasukkan benang ke lubang jarum. Bagian yang berwarna hijau itu untuk memasukkan bengan ke lubang jarum mesin jahit.

Terus terang aku terkagum-kagum, ini teknologi tepat guna namanya, ide bagus untuk masalah sehari-hari.

Iklan

36 thoughts on “Asongan di Bis Kota

  1. Anonim berkata:

    Saya waktu naik bis dari Tanah Abang – Bekasi beli, tapi sayangnya cuma satu. Padahal banyak yang membutuhkan pastinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s