Hari Anak Nasional

Tanggal 23 Juli adalah Hari Anak Nasional.  Tidak mudah untuk menjadi orang tua sukses yang mampu membimbing anak hingga dewasa.  Setiap orang tua perlu belajar, dari manapun, karena setiap individu adalah unik, tak ada 2 orang yang persis sama.

Teringat aku pernah mengikuti pelatihan beberapa tahun lalu. Pelatihan ini unik, karena tidak ada tutor yang memberikan materi. Yang ada hanyalah kita peserta sekelompok berkumpul dan berbicara, apa saja. Tutor hanya sekadar mengarahkan.

Tujuan pelatihan ini sebenarnya hanyalah untuk menjadikan kita sebagai pribadi lebih baik yang nantinya bermanfaat dalam kapasitas kita sebagai karyawan. Ganjalan di hati diharapkan sirna sehingga ia mampu berprestasi lebih baik.

Akhirnya  sedikit demi sedikit para peserta membuka ganjalan di hati yang selama ini menghambat dirinya. Banyak masalah yang ternyata bersumber dari masa kecil, masa kanak-kanak. Ada orang yang merasa sakit  karena ia merasa jadi seperti anak yang tidak diinginkan, karena sang ibu selalu menceritakan bahwa anak ini lahir karena KB gagal. Ada pula yang merasa dikucilkan karena sejak kecil dititipkan pada nenek atau keluarga lainnya, ia merasa iri dengan saudaranya yang lain yang tinggal bersama ayah ibu. Salah seorang peserta merasa dilecehkan orang tua karena selalu membandingkan dan harus mencontoh kakaknya yang lebih pintar.

Jadi, sebagai orang tua, berhati-hatilah dalam ucapan, karena ternyata hal itu bisa sangat membekas sampai si anak kelak dewasa.

Artikel ini turut serta dalam Posting Kolaborasi  Bang Iwan

18 thoughts on “Hari Anak Nasional

  1. tutinonka berkata:

    Mendidik anak memang tidak mudah. Apa yang dilakukan orang tua terhadap anaknya, seringkali baru kelihatan hasilnya jauh di belakang hari, sehingga menjadi terlambat untuk memperbaikinya.

    Mendidik dengan kasih sayang tapi tidak memanjakan, mendidik disiplin tapi tidak otoriter, itu bukan hal yang mudah …

  2. Surya berkata:

    Anak adalah titipan, dan setiap titipan haruslah dijaga.. Semoga Indonesia menjadi bangsa yang kuat dimulai dari rumah2 kita… Artikel yang luar biasa dan salam kenal Mbak

  3. tikno berkata:

    Sayangnya potret anak jalanan yang bertaburan di mana-mana tidak seindah perayaan Hari Anak Nasional. Jangankan mengingat tanggal Hari Anak Nasional, bahkan tanggal hari ulang tahun mereka sendiri sering nggak ingat.

  4. ysalma berkata:

    anak adalah titipan yaa,, kita orang tua hanya mengarahkan, mereka mempunyai masa dan langkahnya sendiri yang sudah pasti berbeda dengan ortunya..

  5. didot berkata:

    gak boleh membandingkan seseorang dengan orang lain,hanya boleh dengan dirinya sendiri saja.hal2 seperti itu memang akan merusak mental anak2 tentunya ya mbak monda😯

  6. Bundanya Dita berkata:

    Wah..makasih tulisannya Bun. Mengingatkan saya yang baru 2 tahun lebih jadi orang tua. Orangtua memang panutan anak2, jadi ya memang harus hati2 saat bertutur dengan anak. Saya sendiri selalu belajar untuk itu..kadang2 keceplosan kata2 yang kurang baik.

  7. Budi Mulyono on Blog Keluarga berkata:

    Ooo begitu ya kak??? Alhamdulillah kami sekeluarga tidak merasa begitu…. Salam… Sepertinya masa kecil kami bahagia… Justru masa sekolah dan kuliah yang agak terasa berat. Disaat tersebut ujian datang buat kami…..

  8. Sugeng berkata:

    Zaman sekarang menjadi orang tua harus bisa menjadi sahabat bagi anak. Kalau tidak, janagn harap anak bisa curhat dengan “cerita kehidupan” yang dilalui. Karena anak biasanya lebih memilih curhat pada sahabat dari pada ke orang tua. Semoga saya bisa menjadi seperti itu😆🙄
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    ortu juga harus ikut perkembangan jaman ya

  9. nakjaDimande berkata:

    meski belum tau rasanya membesarkan anak.. semua pesan2 dari tulisan para sahabat ttg anak, selalu aku simak.

    ada orang tua tuh yg suka becanda.. klo si ini dapet ngambil di pinggir jalan. meski becanda, aku yakin akan meninggalkan luka pada anak.

    becanda yang model gini memang harus dihindari ya bun,
    anak pasti sedih, dongkol udah dikerjain dan sempat mikir juga tuh apa betul kejadian spt itu

  10. partnerinvain berkata:

    Sekalipun aku doing something stupid, mamaku selalu bilang “pinter banget yaa kamu.” walaupun bilangnya sambil mata melotot…he..he…kalo kamar berantakan dan aku males-malesan nonton TV mama pasti bilang, “Duh, anak mama memang paling rajin…he…he…” Gitu deh mamaku biar marah tetep kata-katanya dipilih yg baik-baik saja.

    pasti mama orangnya asyik banget

  11. nh18 berkata:

    Membanding-bandingkan …

    Iya kak … ini kata yang harus kita hindari …
    kita tidak boleh membanding-bandingkan anak kita dengan yang lain …
    karena setiap pribadi itu unik …

    Dan satu lagi …
    Kerap kali Anak menjadi korban obsesi orang tuanya yang tidak kesampaian waktu mereka kecil …

    Misal … dulu waktu kecil orang tuanya pingin sekali jadi penyanyi … maka kini anaknya mati-matian disuruh tampil … les ina inu … agar obsesi menjadi penyanyi kesampaian …

    salam saya Kak

    setuju banget oom

  12. bintangtimur berkata:

    Makasih mbak Monda, sudah mengingatkan kembali bahwa seorang anak itu memiliki rekaman yang kuat tentang pola asuh yang dialaminya🙂
    Setiap anak, adalah pribadi unik yang harus dihargai, dengan segala kelebihan dan kekurangannya…

    setiap orang tua harus memahami karakter tiap2 anak ya mbak,
    pasti bukan hal yang mudah

  13. melianaaryuni berkata:

    Tugas berat yang diemban oleh orang tua zaman sekarang. Salah didik akan merusak generasi muda kelak….

    Pengaruh dari lingkungan dan kemajuan membuat orang tua harus juga mengikuti perkembangan jaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s