Sudah Pakai Handkey?

Membaca surat kabar beberapa hari  ini ada berita tentang anggota DPR yang malas ikut rapat anggota (lho kok gitu?).  Katanya  pimpinan dan  Badan Kehormatan DPR kewalahan mengatasi kemalasan anggota DPR menghadiri rapat. Akhirnya disetujui perlu  pemanfaatan mesin pemindai sidik  jari.

Wah ternyata belum ada ya di DPR alat ini. Bagaimana ya reaksi para anggota Dewan ?

Dulu di tempat kami sempat merasa panik dan heboh ketika alat pemindai (handkey) ini didengung-dengungkan akan dipakai, karena absensi kedatangan dan pulang akan terpantau sampai ke pusat dan pada akhirnya akan mempengaruhi pendapatan karyawan karena akan ada potongan keterlambatan.  Berarti karyawan yang rata-rata rumahnya di pinggiran Jakarta ini harus berangkat subuh dan pulang magrib, habis gelap terbitlah gelap. Ternyata setelah berjalan beberapa waktu   semua bisa menerima dan berjalan lancar.

Di tempat kami yang digunakan adalah  hand key, yang dipindai benar-benar satu telapak tangan utuh, bukan hanya sidik salah satu jari, yang menurut pengalaman mudah tertukar karena kurang peka. Di tempat tugas lama sidik jariku pernah tertukar dengan sidik jari pak Haji, di laporan yang keluar adalah nama beliau.  Jariku jempol semua mungkin ya kok sama dengan jari bapak-bapak….he..he…

Jam kerja di tempat kami dimulai pukul 7.30 sampai 16.00.  Di tengah kemacetan jalan raya Jakarta, jam datang susah diprediksi, kadang-kadang kalau terhambat macet ya terlambat sampai. Kalau jalan lagi lowong ya kepagian padahal jam berangkat dari rumah sudah diatur setiap hari sekitar jam 05.30,  di perjalanan memakan waktu 1,5 sampai 2 jam, maklumlah tinggalnya jauh di pinggiran.

Kalau datang terlalu pagi bisa santai sedikit. Turun dari kendaraan tidak terlalu bergegas dan bisa santai cuci mata di pasar tumpah dekat puskesmas, pasar yang melebar sampai ke gang di luar bangunan pasar. Keberadaan pasar tumpah ini tidak lama, sekitar jam 8 para pedagang sudah bubar.

Kadang-kadang disempatkan juga belanja untuk keperluan di rumah, beli bumbu, atau buah-buahan, atau beli sayuran untuk dimasak sebagai lauk makan siang, biasanya urunan dengan teman-teman lain dan memasak bersama di puskesmas. Seringkali juga hanya membeli jajan pasar buat sarapan pagi.

Julukannya saja pasar tumpah, berbagai jenis dagangan ada di sana. Ada yang menjual baju anak-anak, kembang, buah-buahan, yang tampak ini buah genit yang rajin berbedak, kesemek (sudah hampir habis). Lumayanlah penyegaran di pagi hari sebelum aktif bekerja.

Iklan

38 thoughts on “Sudah Pakai Handkey?

  1. lyna riyanto berkata:

    sebenanrnya bukan secanggih apa mesin absensi yg dipakai
    karena semua berpulang kepada disiplin dan kesadaran akan tanggung jawab

    ada cerita tentang karyawan 804
    absen pagi jam 8 ditengahnya 0 karena ga tau apa yg mesti dikerjakan atau malah ngeluyur ga keruan arah trus jam 4 sore absen lagi hehehe

    jadi bu RT sekaligus bekerja diluar rumah memang harus pintar membagi waktu ya Bu

    🙂

  2. Bundanya Dita berkata:

    Saya juga sempat kaget…instansi yang duitnya banyak kok absensi nya manual ya. Y semoga kinerja wakil rakyat itu makin bagus deh. Btw, itu jajanan pasarnya menggiurkan bun 🙂

  3. bintangtimur berkata:

    Ceritaya seru, mbak…lengkap dengan dinamika ibu rumah tangga yang merangkap sebagai wanita bekerja 🙂
    Sayang sekali waktu dulu saya masih kerja sebagai PNS, di institusi tempat bekerja belum ada handkey, jadilah saya nggak bisa berbagi cerita tentang kecanggihan alat ini… 😉
    Apa kabar, mbak?

  4. Tanti berkata:

    Sebenarnya rada telat juga ya anggota DPR itu pake handkey. Tapi lumayan lah ada perbaikan sistem. Smoga pada jadi bener karena tanggung jawabnya bukan karena handkey-nya. 🙂

    biar makin cepat selesai RUUnya,
    kabarnya lebih banyak RUU yg belum digodok daripada yg udah kelar

  5. alisnaik berkata:

    yeach.
    bahkan pak Pong udah corat-coret genteng DPR.
    mantab banget tuh orang.

    btw, udah makin canggih ya perusahaan2.
    pake Handkey. 😎

    aku malah mikirnya Pak Pong itu kan udah tua, apa nggak sakit semua badannya naik turun gedung kura2
    tua2 nekat, tapi salut juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s