Yang Pertama

Sewaktu Akin cuti dari Samarinda ke Jakarta beberapa waktu lalu, dia sempat membisikkan  : “Mbak, aku belum pernah naik kereta api lho”. Sayang banget celetukan Akin itu tak bisa kuwujudkan karena terbatasnya waktu, dan akupun tak tahu mau ajak Akin coba kereta api ke jurusan mana, mau ke Bandung yang dekat  dari sini tetapi  kereta Parahyangannya sudah  nggak ada. Kenapa nggak diajak naik kereta Jabotabek?  Aku naik kereta Jabotabek baru satu kali, itupun ramai-ramai dengan teman kuliah  jaman dahulu kala ke Bogor menengok teman sakit, makanya aku nggak berani jadi pemandunya.

Maaf ya Kin ( Ngomong-ngomong banyak orang juga yang belum pernah naik ketinting lho, ceritakan dong Kin).

Omongan tentang kereta api itu juga sama dengan permintaan anak-anakku. Dulu semasih balita mereka  pernah naik kereta api ke Bandung, tapi karena sudah tidak ingat sekarang mereka ingin merasakan lagi.

Selalu ada yang pertama kali untuk semua hal, bukan? Begitu pula dengan pengalaman naik angkutan umum. Di Jakarta berbagai jenis angkutan umum pernah dan masih ada. Semua tumplek jadi satu memadati kota ini.  Semua telah kami kenalkan kepada anak-anak, dari becak, metromini, mikrolet, bajaj, delman, ferry, angkot,  busway,  Trans Jakarta dan lain-lain.

Pengalaman pertama naik getek dan bemo  juga pernah jadi bahan cerita seru si  adek buat kakak, karena kakak tidak ikut merasakan.  Getek itu di daerah lain ada yang menyebutnya eretan, tambang  atau rakit. Getek dari kayu ini disebrangkan dengan cara melipir tambang (benar nggak ya pakai kata itu?). Waktu itu adek kuajak ke puskes, dan ia terheran-heran melihat getek di kali di Jl Gunung Sahari, JakPus. Kuajaklah naik getek menyeberangi kali yang hitam itu, tak ada ekspresi rasa takut di wajahnya,  meskipun tangannya memegangiku dengan erat sambil melihat kiri kanan dan mengomentari air kali yang hitam.  Pulang dari puskes kami mencoba bemo, angkutan dari tahun 60an ini masih ada di beberapa kawasan, tetapi hanya sebagai angkutan lingkungan. Kesannya tentang bemo ini sempit karena pasti beradu lutut dengan penumpang lain, berisik dan bau asap.

Di lain waktu gantian si kakak yang bercerita seru naik metromini. Untuk teman-teman di luar Jakarta sedikit penjelasan, sebenarnya metromini itu adalah nama perusahaan angkutan, tetapi akhirnya nama itu melekat pada bis kecil, istilah di sini bis 3/4.  Mikrolet angkutan yang menggunakan mobil minibus.

By the way, perjalanan ke Jogjakarta liburan kemarin adalah pertama kali bagi anak-anak naik pesawat terbang. Inipun disengaja supaya mereka mengenal  jenis transportasi yang lain. Mereka bergantian memilih duduk di dekat jendela, karena mau melihat awan. Ternyata mereka merasa nyaman di pesawat terbang,  perjalanan selama satu jam itu katanya terlalu singkat.

Pengalaman pertama dengan alat transportasi apa yang paling berkesan bagiku? Ferry.

Untuk menuju kota Sorong, Irian Jaya dari bandaranya harus naik ferry  selama lebih kurang  2 jam (ini pertama kalinya naik ferry), karena waktu itu pelabuhan udaranya masih peninggalan Belanda dan terletak di sebuah pulau kecil bernama Yefman, saat ini bandara sudah di kota Sorong.

Ini sedikit kilas balik proses dan perjalanan dengan pesawat terbang yang terlama bagiku yaitu perjalanan Jakarta ke  Sorong,  karena ayahku dipindahkan tugaskan ke sana. Perbedaan waktu 2 jam antara WIB dan WIT menyebabkan persiapan keberangkatan dimulai dari dini hari agar sampai di bandara Kemayoran jam 4 pagi (ingat, ini cerita jaman dulu ya). Pesawat yang ditumpangi jenis Fokker 27 jenis pesawat berbaling-baling, berangkat dari Jakarta kalau tidak salah sekitar jam 6, dengan transit makan siang di Ujung Pandang sekitar 1 jam.  Setelah itu dilanjutkan lagi perjalanan dan tiba di pelabuhan udara  Yefman sekitar sore hari jam 3.  Sudah selesaikah perjalanan ini? Ada kelanjutannya,  ya naik ferry itu.  Alhasil baru tiba di kota Sorong sore hari, tetapi perjalanan yang melelahkan itu hilang karena senang melihat riak air laut dipecah ferry dan menunggu kemunculan ikan lumba-lumba, tetapi yang didapat hanya pemandangan ikan terbang yang  melompat dari dalam air.

Naik kapal beneran, he..he.. artinya kapal besar milik PELNI, baru sekali saja, dari Jakarta menuju Padang. Di kapal nginap semalam, pas mendekati selat Sunda dapat peringatan untuk tetap di kamar karena ombaknya besar, ya udah tidur aja. Naik bis antar kota yang pertama kalipun sepulang dari Padang, yang berkesan di sini tas-tas baju yang diletakkan di bagasi bawah basah sampai ke dalam-dalamnya, sampai Jakarta malah dapat kerjaan ekstra, cuci baju.

27 thoughts on “Yang Pertama

  1. Iron Maiden berkata:

    Paling enak, ya naik kereta jelas. Ekonomi enak banget sekarang, nggak pernah sesak, ber-ac, nggak ada asongan, sistem tempat duduk bernomor, dan 2 kelas lain juga enak banget

  2. septarius berkata:

    ..
    Yang pertama emang spesial dan takkan terlupakan..
    ..
    Saya pertama naek KA ekonomi malang-jakarta dan langsung kapok..
    Trus naik kapal Pelni surabaya-bintan 3 hari, langsung kapok juga..
    Hi..hi..
    Tapi paling enggak udah merasakan, gak cuman tau dari cerita orang..😉
    ..

  3. bintangtimur berkata:

    Mbak…saya belum pernah naik kapal lautyang pakai istilah Pelni begitu…takut, soalnya saya nggak bisa berenang😛
    Kenangan naik apapun untuk pertama kalinya selalu berkesan ya, gethek itu…aduh, jadi pengen nyobain deh…😉

  4. fety berkata:

    benar, mbak monda selalu ada yang pertama untuk setiap hal. Fety naik getek sewaktu melintasi kali kecil di Jakarta karena klo tidak menggunakan getek ini jalan kakinya mutar jauh sekali. kayaknya di Jakarta lumayan byk yah getek ini:).

  5. Kaka Akin berkata:

    Naik ketinting? Mungkin terakhir kali waktu saya masih kuliah dulu😀
    Semenjak punya sepeda motor, saya jarang menyeberang sungai pake jenis perahu yang satu itu. Lebih nyaman naik motor sih, tinggal nyebrang lewat jembatan mahakam aja🙂
    Insya Allah, nanti saya pengen buat postingan tentang ketinting, sekalian bernostalgia masa2 kuliah dulu😀

  6. Kakaakin berkata:

    Semoga saya sempat juga nantinya merasakan naik kereta api ya, Mbak😀
    Waktu saya study tur thn 2000, saya pertama kalinya naik kapal PELNI, Balikpapan-Surabaya, kirain bakalan naik kereta ke Jakarta… ternyata naik bis aja lewat pantura.
    Mbak Monda belum pernah naik speedboat? menyiksa banget, Mbak😀

  7. Pakde Cholik berkata:

    Selamat pagi sahabat tercinta
    Saya datang untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat. Teriring doa semoga kesehatan,kesejahteraan,kesuksesan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan kepada anda .
    Semoga pula hari ini lebih baik dari kemarin.Amin

    Jangan ketinggalan, ikuti acara “Gelar Puisi Aku Cinta Indonesia” hanya di BlogCamp.
    Klik :http://abdulcholik.com/2010/08/01/gelar-puisi-aku-cinta-indonesia/

    Terima kasih.
    Salam hangat dari Surabaya

  8. Tanti berkata:

    Hmm.. kayaknya udah semua di naikin nih.. Pertama kali naik ferry waktu jaman sma ke bali,tapi gak berasa soalnya saat itu malam dan saya tiduur. Dan akhirnya kerja di ferry juga. Awal2 dah berjanji pokonya gak boleh sampe mabok laut.
    Merak-Bakauheni-Merak lancaaar,dgn satu lintasan 2 jam. Dan terjadilah mabok itu di Selat Bali, setelah bolak-balik gak kuat juga, rasanya gak rela ayam betutu dikeluarin juga hehehe…

    oh ya ingat tempat kerjanya mbak tanti,
    sekarang nggak pernah mabuk lagi kan?

  9. loadingpage berkata:

    loh itu yang di atas namanya getek ya, getek=geli(sunda) hehehehe,,,,,jadi geli-geli donk klo naik getek hehehehe,,,,

    nah..dapat kosakata baru lagi nih
    kalau di medan lain lagi,
    getek itu artinya genit

  10. Bangauputih berkata:

    salam kenal mba? kunjungan perdana🙂
    saya malah blum pernah naik kereta. di sulawaesi selatan blum ada angkutan yang satu ini, …

    sayang memang, di kalimantan dan sulawesi belum ada ya
    membangun kereta api itu mungkin besar sekali biayanya
    di Jawa dan Sumatera aja, rel kereta itu peninggalan Belanda

  11. kyaine berkata:

    waktu saya ke medan bbrp waktu yg lalu, saya sempatkan waktu utk merasakan naik becak motor😀

    kalau becak dayungnya sama saja ya dgn becak lain,
    hanya pengemudinya di samping kanan,
    becak motor di Siantar dan kampungku beda lagi dgn betor medan
    naik sudako udah pak? angkot juga sih

  12. nh18 berkata:

    Terus terang Kak Monda …
    Moda transportasi yang pernah saya rasakan …
    sebagian besar ketika saat dewasa saja …

    Yang sudah saya rasakan sejak kecil memang Kereta Api …

    Tetapi …
    Pesawat Terbang, Speed Boat, Kapal Ferry, bahkan becak motor, bajaj dan ojek … saya baru merasakan ya ketika dewasa …

    Salam saya Kak …


    oh iya saya baru ingat ada posting naik pesawat terbang pertama kali kan oom

  13. Mamah Aline berkata:

    saya pernah malu-maluin pertama kali naik pesawat kena jetlag, semaput berat mba….

    saya dulu nggak berani lepas dari seatbelt, nggak berani gerak ha..ha…

  14. bundadontworry berkata:

    memang semua nya pasti ada pertama kalinya ya Mbak Monda.
    saya pertama kali naik ferry sewaktu menyeberang ke Bakauheuni , dan mabok laut pula hhaha……🙂 *( dasar norak ya *)😀
    salam

    saya malahan mabuk darat bun, he..he..
    padahal sudah sering melewati rute Bengkulu – Jkt lewat Liwa, biasanya aman2 saja
    kali itu entah kenapa, baru sampai Manna yg hanya 2 jam dari Bkl udah mabok

  15. edratna berkata:

    Ternyata mbak Monda pernah ke Sorong yang saat itu bandara masih di pulau Jefman ya? Saya kesana tahun 1995 an, untuk on the spot klien kami yang bergerak dibidang konstruksi…teman saya, Pemimpin Cabang sana sudah pesan, jangan bawa baju banyak, pakai koper kecil aja, dan jangan pake bagasi, nanti di Sorong bisa laundry.

    Ternyata bagasi suka diturunkan jika pesawat kelebihan muatan….baru dikirim besoknya lagi, padahal saya cuma 2 hari di Sorong. Dan rupanya klien kami menjemput naik speedboat, dan ferry terakhir sudah pergi, saat itu pesawat terlambat sampai Sorong….
    Dan dilaut lepas, ombaknya lebih dari 2 meter….duhh serem banget.

    Naik getek? Saya tak berani ngajak anak saat kecil…dan sayapun naik getek saat masih SD, itupun ayah marah sama ibu, takut ada apa-apa, maklum sungai di daerah saya cukup besar….

    Ssst bajaj ini jadi sering mengiringi langkah saya, terutama jika bepergian jarak dekat dan bawa barang cukup banyak, yang tak memungkinkan naik angkot.

    saya menamatkan SD di Sorong, bu
    ada pulau kecil yang paling dekat Sorong, pulau Dom
    pulau ini banyak penduduknya sudah seperti kota kecil juga, untuk transportasi ke Sorong masyarakat pakai perahu tempel yang mesinnya bermerk Johnson, sehingga sebutan untuk moda ini menjadi jongsong

    kalau naik bajaj saya pilih bajaj bbg yg warna biru itu bu, jalannya lebih empuk, bangku juga lebih lebar, dan suara mesinnya halus

  16. Budi Mulyono on Blog Keluarga berkata:

    Memang selalu ada yang pertama disetiap kejadian ya kak… Kalo sekarang yang saya pengen banget naik bushway… emang sepintas sih sama seperti naik bis,,, tetapi rasa penasaran ini masih ada.

    Kereta udah, getek udah, ketinting udah, kapal pesiar udah, kapal pelni udah, ferry udah, pesawat udah, hercules udah, kapal perang KRI ada yang udah, apa lagi ya????

    Mobilnya Plat RI 1… sayangnya bukan angkutan umum, hehehe……….. Kudu jadi presiden dulu nieh…

    kalau gitu ntar dipersiapkan deh posting tentang busway,
    trims masukannya

  17. alisnaik berkata:

    selamat pagi

    saya jadi kangen nih dengan bemo.
    di Malang udah punah kayaknya.

    nice share, tante.
    ternyata naik kendaraan untuk pertama kali memang bisa jadi kisah yg unik untuk diceritakan.

    (btw, saya juga belom pernah naik kereta api. kalo pesawat ama ferry pernah)

    terima kasih dan mohon maaf

    bemo di jkt dulu sempat mau dihabiskan juga,
    nggak tau kok batal,
    bandel bener si bemo itu ya, udah lebih 30 tahun umurnya

  18. arman berkata:

    kendaraan umum yang pertama kali saya pernah naiki ya becak. karena di sby yang banyak itu becak.😀
    dulu saya pas kecil suka banget lho naik becak. kan enak gitu adem2 kena angin ya. hehehe.

    trus dulu kalo liburan ke jkt, seringnya naik KA atau kapal laut. kapal laut dulu bagus lho. malah enak gak cape karena bisa tidur, ada ranjangnya. kalo naik KA kan cape tuh. plus saya dulu gampang mabok pula. kalo naik KA udah pasti muntah2 deh.. hehehe.

    naik kendaraan umum yang paling berkesan buat saya ya naik ojek. hahaha. emang norak sih kalo dipikir2, tapi emang saya tuh seumur2 gak pernah naik motor. boro2 nyetir motor sendiri, diboncengin orang pun gak pernah.😛

    nah pas lagi tugas di batam, trus kita mau pergi makan, pas angkot pada gak ada. yang ada ojek. jadilah temen 1 team saya, yang mana adalah cewek-cewek pada bilang mau naik ojek aja. mati dah. yang cewek aja berani naik ojek. saya kan malu ya kalo bilang gak pernah. jadi ya udah deh dipede2in aja tuh pertama kali nya diboncengin naik motor. huahahaha. kalo gak salah itu saya umur 22 atau 23 th ya.. itu pertama kalinya naik motor. hahaha.

    setelah itu pernah 2-3 kali diboncengin temen naik motor tapi temen saya bilang gak enak ngeboncengin saya. berat. soalnya saya gak bisa ngikutin arah motornya. hahaha. ya udah abis itu gak pernah lagi dah naik motor.😛

    aha, teryata ada ya anak cowok nggak suka naik motor, pengalaman paling berkesan nih ya?
    semoga nggak sampai bikin kapok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s